Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 21: Malam di Bar



Sesampai rumahnya. Young Soon langsung membayar dan masuk ke dalam rumah. Saat Young Soon masuk ke dalam, dia ditujukan dengan pemandangan ibu tirinya dan kakak tirinya yang duduk di sofa dengan mata yang tajam.


Young Soon yang hanya meliriknya, dan naik ke lantai atas. "Young Soon." Panggil ibu tirinya menghampirinya.


Berbalik badan," hem, apa?" tanyanya.


"Kenapa baru pulang?." Tanya balik ibu tirinya.


"Namanya aku juga sibuk, lagian aku bukan wanita yang hanya menghamburkan uang seperti mu." Jawab Young Soon menyinggung seseorang.


"Apa maksud mu," keras Min Hwa langsung menghampirinya juga.


"Aku tidak ada membahas mu, kenapa kamu yang sensi?." Ucap Young Soon langsung melipat kedua tangannya.


"Kau menyinggung ku kan. Jelas jelas aku mendengar semua perkataan mu itu, kalau kau sedang menghinaku." Kesal Min Hwa.


"Sabar dong kak, jangan marah marah mulu. Sebentar lagi kan hari ulang tahun mu. Lebih baik kamu mikirin decor yang akan dihias dan jangan sampai wajah cantik mu ini, keriput sayang. Aku masih sibuk." Mendekati wajah Min Hwa dan langsung naik ke lantai atas untuk masuk ke kamarnya.


Saat Young Soon sudah masuk ke kamarnya. "Bu, lihat dia bu. Dia menghinaku dan mengatakan aku seperti itu. Siapa yang tidak kesal sih bu." Ucap Min Hwa mengadu kepada ibunya.


"Sabarlah sayang, ibu sudah berusaha sebaik mungkin, untuk menyingkirkannya. Tapi kali ini, dia memang benar benar berbeda dan sangat berubah dari sebelumnya. Makanya itu, ibu harus menyusun rencana, untuk menyingkirkannya." Jawab ibunya tersenyum jahat.


"Baik bu, secepatnya singkirkan dia bu." Meminta Min Hwa.


"Aman sayang." Jawab ibunya.


Disisi lain. Young Soon pun duduk di meja belajarnya. "Jelas jelas aku sedang membicarakannya, malah pakai nanya lagi. Dasar hantu gila." Ucap Young Soon sambil membuka buku catatannya dan menulis peristiwa yang terjadi hari ini dan yang akan terjadi di masa yang akan datang.


"4 hari lagi adalah hari ulang tahun Min Hwa dan aku akan memberinya kejutan yang besar. Semua tamu pasti akan memandangiku, saat aku datang nanti."


"Boom, pesta yang akan meriah." Bahagia Young Soon sambil mencatat catatannya.


"Aku harus mandi, untuk bersiap siap ke bar yang akan terjadi pesta yang begitu meriah."


Selesai mandi. Young Soon langsung bersiap siap dan langsung turun kebawah untuk langsung pergi ke lokasi.


"Kau mau ke mana?." Tanya Min Hwa yang masih berada di ruang tamu.


"Aku ada kerjaan, tidak perlu campur kehidupanku." Jawab Young Soon langsung keluar dan langsung pergi dari rumah.


Young Soon yang sudah menyiapkan alat alat agen rahasia dan sudah menyiapkan pistol untuk berjaga jaga.


Sesampai lokasi tersebut. Ia langsung bersembunyi di samping bar dan menghubungi wanita suruhannya.


Tersambung. "Apa kau sudah berada di tempat?." Tanya Young Soon langsung ke inti.


"Sudah, kau di mana?." Tanyanya.


"Aku sudah berada di lokasi. Kau siap siaplah, karena target akan segera datang. Kau harus menyiapkan dirimu Faith." Jawab Young Soon.


"Baik, aku sudah berada di tempat. Hubungi aku lagi, jika target sudah datang." Langsung mematikan ponselnya.


"Aku harus menghubungi pak Dixon, untuk menanyakan keberadaannya."


"Saya dalam perjalanan. Apa wanita yang aku cari sudah ada?." Jawab pak Dixon sekaligus bertanya.


"Aman pak. Nanti kalau bapak sudah sampai, bapak langsung duduk di meja 02. Nanti saya akan langsung memanggilkan wanita yang sudah saya siapkan khusus untuk bapak." Jawab Young Soon.


"Baiklah, terima kasih banyak manager terbaik." Bahagia pak Dixon langsung mematikan ponselnya.


"Suruhan dan target beres. Saatnya aku menghubungi seseorang yang akan langsung menembaknya." Ucap Young Soon tersenyum dan langsung menghubungi istri sah pak Dixon.


Tersambung langsung," halo, nyonya Soon Ju, saya menghubungi mu lagi kan. Kau bisa datang ke lokasi yang sudah saya kirim dan datanglah setelah saya menghubungi mu kembali. Kau hanya perlu diam dulu di mobil dan sudah berada tepat di depan bar. Saat aku menghubungi mu lagi, disitulah kau langsung keluar. Dan kau akan menyaksikan pesta menyenangkan itu. Aku hanya mau membongkar kejahatan suami mu saja." Ucap Young Soon jelas kepada Soon Ju.


"Baiklah, aku akan mengikuti mu kali ini dan jika kau berbohong, kau tahu akibatnya." Langsung mematikan ponselnya dan menuju lokasi yang di tujukan Young Soon.


"Beres. Aku harus menunggu dan harus mengecek. Apakah pak Dixon sudah masuk." Mulai melihat diam diam dan mengecek keadaan.


Setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya pak Dixon datang juga dan langsung keluar dari mobilnya. "Target sudah datang, dan akan masuk. Aku harus menghubungi Faith." Mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Faith.


"Halo Faith, target sudah datang. Kau harus bersiap siap sekarang juga. Dia akan duduk di meja 02 dan tunggu dia memesan minuman keras dan saat dia sudah menikmati minuman tersebut. Kau langsung datang menghampirinya. Kau mengerti." Ucap Young Soon menjelaskannya.


"Baik, aku matikan dulu teleponnya. Karena targetnya sudah masuk." Jawabnya.


"Baiklah, lakukan dengan sebaik mungkin." Langsung mematikan ponselnya.


Disisi lain. Pak Dixon yang sudah masuk dan langsung duduk di meja yang sudah di perintahkan Young Soon, yaitu di meja 02.


"Dimana wanita yang akan melayaniku itu. Aku sudah tidak sabar." Ucap pak Dixon sudah tidak sabar untuk mencobanya.


"Selagi menunggu, mending aku minum dulu deh."


"Aku pesan anggur nya 2 botol." Pesan pak Dixon dari kejauhan.


"Baik tuan." Jawab pelayan tersebut.


Anggur pun datang dan langsung di letakkan di atas mejanya. "Terima kasih banyak." Ucapnya langsung meminum anggur tersebut.


"Arghhh, kenapa anggur ini begitu enak ya. Lezatnya. Apalagi kalau dinikmati oleh seorang wanita seksi." Tingkat badannya sudah mulai memanas.


2 Gelas pun sudah dihabiskan oleh pak Dixon. Dan saatnya tiba dimana Faith sudah bersiap siap, sesuai rencana Young Soon. Ia langsung menghampiri pak Dixon dengan pakaian yang sangat seksi.


"Halo, apa kamu sendirian?." Tanya Faith dengan nada menggoda.


"Wah, apa kau suruhan wanita dari manager ku itu?." Tanya balik pak Dixon.


"Tidak penting mau itu suruhan atau tidak, yang terpenting aku akan memanaskan teman bawah mu itu." Jawab Faith kembali menggodanya.


"Wah, kamu cukup menggoda juga." Mengelus pipi Faith dan mulai tergoda.


Disisi lain. "Ini sudah waktunya Faith sudah menggoda pak Dixon. Aku akan langsung menghubungi nyonya Soon Ju." Langsung menghubungi Soon Ju.


"Halo, anda sudah di mana?." Tanya Young Soon.


"Saya,