
Young Soon melihat ada gang kecil, dan ia langsung ke gang tersebut. "Aku bersembunyi di sini saja deh. Agar Tyger Carl tidak curiga denganku." Ucap batin Young Soon jongkok dan bersembunyi dibalik tong sampah besar.
Tiba tiba saja ada yang datang. "Hei, apa kau ada di sini Young Soon. Bos Tyger mencarimu. Kau keluarlah." Teriak pengawal pribadi Tyger Carl.
Tiba tiba saja Young Soon bersin. "Hacim." Ucapnya bersin.
"Siapa yang bersin itu. Kau kah?." Tanya pengawal kepada yang lainnya.
"Aku tidak ada bersin. Di sini pasti ada orang. Coba cari, sepertinya suaranya di balik tong sampah itu." Jawab pengawal lainnya, langsung mengecek di balik tong sampah tersebut.
"Sudahlah, aku sudah ketahuan. Lagian aku kan mempunyai kekuatan. Aku harus mengalahkan mereka." Ucap batin Young Soon langsung keluar dari balik tong sampah.
Sontak semua pengawal terkejut, dan menatap wajah Young Soon. "Hei, kau kan Young Soon. Akhirnya kami menemukanmu. Mari ikut kami, karena bos Tyger Carl mencarimu." Ucap pengawal tersebut mau menghampiri Young Soon.
"Maju satu langkah lagi. Hilang kaki mu itu." Mengancam Young Soon, langsung menatapnya dengan tatapan tajam.
"Wah, kau mencoba mengancam kami ya nona. Kami tidak akan melukaimu. Karena kami hanya mau membawamu kembali ke genggaman bos Tyger Carl. Dia yang menyuruh kami untuk menemukan anda." Ujar pengawal tersebut, sambil tersenyum tipis.
"Aku tidak mau kembali ke sana. Siapa dia, sampai menyuruhku kembali. Emang dia bapakku." Tegas Young Soon.
"Jangan begitu dong nona. Kami tidak ingin melukai anda. Kalau begitu, tangkap dia." Ucap pengawal tersebut, kepada pengawal lainnya.
Dan pengawal pengawal itupun langsung maju, untuk menangkap Young Soon. Dengan sigap, Young Soon mengeluarkan kekuatannya, dan langsung menendang perut pria pria tersebut. Seperti biasanya, pengawal itupun langsung terlempar jauh dari gang tersebut.
"Kan sudah aku katakan tadi. Jangan maju satu langkah, atau kaki mu akan hilang. Atau bisa saja, nyawa mu yang hilang." Ucap Young Soon merapikan pakaiannya, dan kembali berkelahi dengan pengawal pengawal tersebut.
"Aduh, sakit banget. Dia perempuan apa sih, sampai sekuat ini. Aku ampun deh." Kesakitan pengawal pengawal tersebut, dan hanya sisa 1. Yaitu pengawal yang paling dipercayai oleh Tyger Carl.
"Hei kau, kenapa diam saja. Mau pergi, atau hilang nyawamu di sini. Sini kau." Panggil Young Soon, sambil tersenyum miring.
"Ampun," jerit pria tersebut, langsung melarikan diri, bersama yang lainnya.
Young Soon pun membersihkan tangannya, yang terkena kotoran pakaian pengawal tersebut. Dan akhirnya Devian datang juga, dan langsung menghampirinya. "Young Soon, kau baik baik saja?." Tanya Devian sedikit cemas dengannya.
"Aku baik baik saja. Kalau begitu, mari kita langsung pergi sekarang, karena tidak ada waktu lagi untuk mengobrol di sini." Jawab Young Soon, dan mereka langsung naik ke atas motor, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Disisi lain. Pengawal pengawal yang sudah habis dipukuli oleh Young Soon, langsung ke tempat Tyger Carl.
"Kalian kenapa. Dan di mana wanita itu?." Tanya Tyger Carl, sambil melipat kedua tangannya.
"Maaf banget bos. Wanita itu benar benar kuat, dan kami kalah darinya. Wanita itu seperti bukan wanita. Pukulannya begitu kuat, hingga kami hampir mati di tempat itu. Maafkan kami bos." Jawab pengawal yang paling dipercayai oleh Tyger Carl.
"Argh, memang kalian tidak berguna. Kalau begitu, kalian kembali ke pekerjaan kalian. Biar aku yang mengurus wanita itu." Tegas Tyger Carl.
"Baik bos, kami permisi." Membungkukkan badannya, dan kembali ke pekerjaannya.
Disisi lain. Sesampai rumah Devian, mereka berdua langsung masuk ke dalam, dan mengunci pintu.
Young Soon pun duduk di sofa ruang tamu, dengan nafas yang sangat berantakan. "Astaga, sial banget hari ini." Ucap Young Soon, meluruskan kakinya.
Devian pun ikut duduk disampingnya. "Ada apa sih sebenarnya. Sampai kau dikejar oleh pengawal, dan dipukuli begitu?." Tanya Devian yang penasaran.
"Tunggu dulu. Aku sangat lelah, dan mau menenangkan nafasku dulu. Sabarlah, nanti akan aku jelaskan. Bolehkan aku minta segelas air dingin mu." Jawab Young Soon, sekaligus meminta.
"Baiklah, kau tunggu sebentar." Ucap Devian langsung mengambil segelas air putih dingin, yang ada di kulkasnya.
Setelah mengambilnya. Ia pun langsung memberikannya kepada Young Soon. "Ini minuman dinginnya." Ucap Devian kembali duduk, dan Young Soon langsung meminum air dingin tersebut, sampai habis.
"Argh, segarnya. Akhirnya lega juga." Merasa lebih baik Young Soon, dan meletakkan cangkir tersebut, di atas meja.
"Kalau begitu, ceritakan kronologi nya. Kenapa bisa terjadi seperti ini?." Tanya Devian, dengan pertanyaan yang sama.
"Jadi begini, tadi kan aku sedang makan bersama-sama dengan teman bos Zax. Bisa dibilang, atasan bos Zax lah. Namanya itu Tyger Carl. Dia sangat menyukaiku sepertinya. Tapi dia gila." Jawab Young Soon, langsung menyilangkan kakinya.
"Gila, maksudmu?." Tanya Devian kembali, karena bingung.
"Ya gila, karena dia menyuruh orang untuk mencariku. Dan dia mau kalau aku kembali ke genggamannya gitu. Dan sepertinya dia terobsesi denganku deh. Biasanya kan seperti itu, seperti dicerita novel itu. Serem tahu. Makanya aku langsung kabur darinya. Mana dia minta aku menjadi pacarnya lagi. Ya aku tolak lah, kan aku belum terlalu dekat dengannya." Jawab Young Soon, menjelaskannya secara detail.
"Wah, itu sangat bagus. Cocok dijadikan sebuah cerita novel." Ucap Devian.
"Pala otakmu lah. Ini serius, dan jangan kau jadikan candaan. Aku sudah lelah tahu. Kalau begitu, aku mau pinjam kamarmu dulu, untuk aku istirahat. Dan nanti aku pinjam motormu ya." Ujar Young Soon langsung masuk ke dalam kamar Devian, untuk istirahat sebentar.
"Dia sangat panik, karena ada orang yang mengganggunya. Aku harus melindunginya." Ucap batin Devian.
Malam pun tiba. Dimana Young Soon bangun dan langsung turun ke bawah, untuk menemui Devian. "Devian. Ke mana dia." Mencari Devian dan ke dapur, untuk minum air putih.
"Apa," jawab Devian yang baru datang dari kamar mandi, dan hanya mengenakan celana pendek, dengan badan atas yang telanjang.
Sontak Young Soon langsung menatapnya, karena Devian menjawabnya. "Hei, pakai dulu pakaianmu bodoh. Aku ini wanita." Perintah Young Soon.
"Kalau aku pria kenapa memangnya?." Tanya Devian mendekat.
Young Soon mendorong Devian, dan Devian langsung terlempar jauh, hingga ruang tamu. "Aduh, sakit Young Soon." Teriak Devian kesakitan.
"Astaga, aku mengeluarkan kekuatanku, di waktu yang tidak tepat." Panik Young Soon, langsung menghampiri Devian.
"Astaga Devian, maafkan aku. Makanya kamu jangan menggatal." Ucap Young Soon langsung membantu Devian berdiri.
"Kenapa kau begitu kuat?," tanya Devian langsung menatapnya.