Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 25: Keributan



"Tolong bungkus pakaian itu. Pakaian yang harga 800 juta itu, saya beli sekarang. Tapi bisakah pakaian itu diletakkan disini dulu?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.


"Soal itu kak, bisa banget kak. Kami akan menjaga gaun ini dengan sebaik mungkin kak. Pembayarannya mau lewat mana kak?." Jawab karyawan tersebut sekaligus bertanya.


Tiba tiba Eun Ju datang. "Halo Young Soon ku sayang. Kau sedang apa di sini?." Tanya Eun Ju tiba tiba datang.


"Tidak ada. Aku hanya melihat lihat saja kok. Apa kau sudah membeli pakaiannya?." Jawabnya sekaligus bertanya balik.


"Udah tu, yuk ke kasir sekarang." Jawabnya bahagia.


"Kau duluan dulu, aku mau menghubungi seseorang dulu." Ucapnya.


"Baiklah, aku akan menunggu mu di kasir." Langsung pergi ke kasir dan meninggalkan Young Soon.


"Mbak, ini kartu saya, mohon secepatnya. Nanti saya ketahuan teman saya." Dengan sigap memberikan kartu rekeningnya.


"Di tunggu sebentar kak." Langsung mengambilnya dan menggeseknya.


"Ini kak kartu anda. Terima kasih banyak, kakak adalah orang yang beruntung membeli gaun yang langka ini. Kami akan menjaganya dengan baik." Ucap karyawan tersebut mengembalikan kartu rekening Young Soon dan menundukkan badannya sebagai tanda terima kasih.


"Sama sama, saya duluan." Langsung mengambil kartunya dan meninggalkan karyawan tersebut.


Young Soon langsung menghampiri Eun Ju yang sudah menunggunya. "Maaf membuat mu menunggu lama. Tadi ada telepon yang sangat penting." Ucapnya tersenyum.


"Berapa mbak totalnya semua?." Tanyanya kepada kasir tersebut.


"Sebentar ya kak, kami akan menjumlahkan semuanya." Langsung menjumlahkan keseluruhan pakaian yang sudah di ambil oleh Eun Ju.


"Total seluruh pakaiannya, ialah 300 juta untuk 3 pakaian dress kak." Jawab kasir tersebut.


"Ini kartunya." Kembali memberikan kartu rekeningnya.


Setelah menggeseknya, "ini kak kartu anda. Terima kasih banyak karena sudah mampir di toko kita. Kami akan menunggu kedatangan kakaknya lagi." Tersenyum karyawan tersebut kepada mereka berdua.


"Dan ini belanjaan anda." Langsung memberikan belanjaannya kepada Eun Ju.


"Sama sama," jawab mereka bersamaan.


Eun Ju dan Young Soon langsung keluar dari toko pakaian. "Apa kau senang Eun Ju?." Tanya Young Soon menatapnya.


"Aku sangat senang sayang, terima kasih banyak." Jawab Eun Ju sangat bahagia, sambil membawa tas belanjaannya.


Setelah ke toko pakaian. "Aku merasa lapar, yuk kita makan dulu baru pulang." Ucapnya.


"Sip, aku menurut kamu aja sayang. Asalkan gratis, aku siap menampungnya." Jawab Eun Ju sangat bahagia karena di traktir berbelanja dan makan gratis.


Mereka berdua langsung ke restoran. Sesampainya, merekapun langsung duduk dan pelayan tersebut langsung memberikan menu makanan kepada mereka berdua. "Ini menu ya kak, silahkan dipilih." Ucap pelayan tersebut tersenyum.


Young Soon langsung mengambil dan melihatnya bersama Eun Ju. "Kau pesanlah yang kau mau Eun Ju." Ujarnya.


"Saya mau sushi nya 1, daging sapi panggang nya 1 dan jangan lupa bir ya 2 botol, untuk sahabat terbaikku." Pesan Eun Ju kepada pelayan tersebut dan pelayan tersebut langsung mencatatnya ke buku pesanan.


"Dan kakak satunya. Kakak mau pesan apa?." Tanyanya.


"Samakan saja dengannya, tapi dengan tambahan mochi dingin dan 1 gelas jus mangga. Saya lagi kepengen jus mangga." Jawab Young Soon tersenyum.


"Baik kak, ditunggu pesanan kalian sebentar." Ucap pelayan tersebut langsung menuju dapur.


"Oh ya Young Soon, kenapa kau belum membeli gaun untuk hari ulang tahun kakak mu?." Tanya Eun Ju bingung dengannya.


"Kau memang bukan Young Soon yang dulu lagi. Kau sudah banyak bicara dan sangat berbeda. Kau kepelet apasih?." Tanyanya masih bingung.


"Kepelet uang aku. Hahahaha." Jawabnya sambil tertawa.


"Ih, aku serius tau." Ngambek Eun Ju dan buang muka.


"Setiap manusia akan berbeda karena lingkungannya. Kalau lingkungannya baik, dia akan tetap menjaga kepribadiannya.Tapi kalau dunianya sedang jahat kepadanya dan dunia tidak pernah adil kepadanya. Disitulah kita harus bertindak dan mengubah alur masa depan, karena tidak semua hal yang kita inginkan terwujud sayang." Jawabnya kembali sambil tersenyum tipis.


"Okey, okey. Aku akan mengikuti apa kehendak sahabatku saja dan aku tidak bisa membantahnya." Pasrah Eun Ju tidak bisa berkata apa apa lagi.


Pesanan mereka pun akhirnya datang. "Ini pesanan kalian kak, silahkan dinikmati." Langsung meletakkannya di atas meja mereka.


"Sama sama kak. Saya duluan." Langsung meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke dapur.


"Makanlah makanan yang sudah kita pesan ini." Ucap Young Soon kepadanya.


"Aman sayang, dan kebetulan aku sangat lapar nih. Tentu akan langsung sikat semua makanan ini." Jawabnya langsung meminum bir dulu dan memanggang daging sapi.


"Ehm, enaknya bir ini. Apa kau mau coba juga Young Soon?." Tanyanya sambil meminum bir tersebut dan juga memanggang daging sapi tersebut.


"Aku sedikit saja karena aku membawa motor. Lagian aku sudah ada jus mangga juga, aku akan meminum ini dulu." Jawabnya sambil memakan sushi.


Saat mereka sedang menikmati makanan mereka. Saat mereka sedang menikmati makanan mereka bersama sama. Tiba tiba ada keributan.


"Kamu ngapain ada di sini?." Tanya karyawan tersebut kepada pria yang merupakan pacarnya yang baru datang.


Tiba tiba pacarnya langsung menekuk tangan wanita tersebut ke belakang. "Auh, Auh." Kesakitan wanita tersebut.


"Kamu bilang hari ini kamu gak kerja. Ini udah ke 50 kalinya kamu bohong." Ucap pacar karyawan tersebut.


Young Soon yang melihatnya, langsung mengepalkan tangannya. "Woy." Teriak Young Soon langsung berdiri dan menghampiri mereka berdua.


Sontak Eun Ju kaget. Young Soon langsung menekuk tangan pria tersebut kebelakang. "Auh, auh." Kesakitan balik pria tersebut.


"Kenapa, sakit hah?." Tanyanya dengan nada tinggi dan otomatis kekuatannya keluar dan tangan pria tersebut sampai memerah dan tangannya memucat.


"Kak, kak, kak. Udah kak. Dia pacar saya." Ucap karyawan tersebut melerai mereka berdua.


Young Soon langsung melepaskan pria tersebut. "Eh, maju satu jengkal. Gue patahin kaki lho." Ucap Young Soon sambil menunjuknya.


"Udah kak, dia pacar saya kak." Ujarnya menenangkan Young Soon yang kesal.


"Siapa sih luh, ganggu aja." Tanya pria tersebut.


"Apa lho bilang." Kembali menekuk tangan pria tersebut ke belakang dan tangan pria tersebut langsung memucat kembali dan darahnya berhenti menuju tangan. "Auh, auh." Kesakitan kembali.


"Saya tamu di sini dan saya berhak makan dengan tenang di sini. Wajar saya marah dong, karena lho yang bikin saya marah. Saya ratu di sini. Jangan seenaknya kamu marah marah kepada wanita." Jawab Young Soon berusaha menahan emosinya kembali.


Young Soon yang tidak mau sampai emosinya keluar. Langsung mendorong pria tersebut keluar dengan kasar. "Karena kau sudah kasar dengan wanita. Saya juga berhak kasar pada anda." Ucap Young Soon langsung mendorongnya keluar restoran tersebut.


"Masuk lho, gue bunuh lho." Ucap Young Soon menatapnya dengan tajam dan membuat pria tersebut ketakutan dan langsung pergi dari tempat tersebut.


Young Soon langsung menghampiri karyawan wanita tersebut. "Kenapa mbak masih mau berpacaran dengan pria itu. Banyak pria di luaran sana yang lebih baik dari dia." Tanya Young Soon menatapnya.


"Saya,