
"Apa rencana yang anda mau?." Tanyanya.
"Rencanaku adalah, sekarang kau hubungi mereka berdua, yang sudah menyuruh mu. Katakan kalau, kau sudah berhasil menguras uang Young Soon, dan Young Soon sudah menangis kesakitan, dan kami sudah memukulinya. Bagaimana?." Tanyanya sambil mencengkram pipi pria tersebut.
"Ba, baiklah. Saya akan menghubunginya sekarang." Jawabnya sambil gemetaran dengan tatapan yang menakutkan dari Young Soon.
"Yaudah, keluarkan sekarang!." Ucapnya sambil menodongkan pistol ke kepalanya.
"Iy, iya, iya. Tapi jauhkan pistol anda itu." Jawabnya langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Min Soo.
"Jangan kelihatan gemetaran begitu. Nanti dia akan curiga, dan aku akan langsung menembak mu di sini." Ucapnya langsung menurunkan pistolnya, agar pria tersebut tidak ketakutan kembali.
"Iya."
Tersambung. "Halo nyonya Min Soo." Panggilnya.
"Bagaimana, apa berjalan dengan baik. Bagaimana keadaan si gila itu?." Tanya Min Soo dan di sampingnya ada Min Hwa.
Young Soon langsung mendekatkan perekam suaranya, ke ponsel pria tersebut.
"Keras kan suaranya." Bisik Young Soon ke telinganya.
Pria tersebut, langsung mengeraskan suara. "Hey, bagaimana. Apa berjalan dengan baik?." Tanya Min Soo sekali lagi.
"Kami sudah berhasil menguras uang Young Soon, dan Young Soon sudah menangis kesakitan. Kami juga sudah memukulinya nyonya." Jawabnya.
"Bagus, dan dimana dia sekarang?." Tanya Min Hwa langsung.
"Dia sudah lari ke suatu tempat. Dan teman temanku, sudah mengejarnya. Sudah aman kok nyonya." Jawabnya.
"Baguslah, dia sudah merasakan sakit yang sepantasnya ia dapatkan. Salah siapa, beraninya melawan Min Hwa dan dia, sama sama tidak berguna seperti ayahnya itu. Aku hanya mau menguras uang keluarga mereka saja."
"Kalau begitu, uangnya akan saya transfer sekarang ke rekening mu. Dan terima kasih.Hahahaha." Bahagia Min Soo dan Min Hwa langsung mematikan ponselnya.
"Sudah." Ucap pria tersebut kepada Young Soon dan langsung menaruh kembali ponselnya.
"Berikan ponsel mu itu." Ucap Young Soon.
"Untuk apa?." Tanyanya gemetaran kembali."
"Berikan saja, atau kau mau ku bunuh." Ucapnya kembali mengancamnya.
"Iy, iya. Ini, ini." Langsung memberikan ponselnya kepada Young Soon.
"Anak baik." Mengambil ponsel pria tersebut.
Young Soon memasukkan nomornya ke ponsel pria tersebut. "Ini, ada nomorku. Dan aku akan menghubungi mu, jika aku butuh. Jangan sampai, kau membungkam mulut mu itu. Atau aku akan langsung melaporkan mu ke kantor polisi, dan kau akan di hukum mati. Hahahah, kau mau kah?." Tanyanya sambil tertawa.
"Tidak, saya tidak mau mati di penjara. Baiklah, saya tidak akan membungkam mulut saya, dan akan menjaga rahasia ini." Jawabnya kembali ketakutan.
"Baguslah. Kalau begitu, kau bisa pergi sekarang dan ambillah ponsel mu ini." Langsung mengembalikan ponsel tersebut kepada pria itu.
Pria itu pun mengambil ponselnya dan langsung berlari meninggalkan Young Soon.
Young Soon pun langsung berdiri dan meletakkan pistolnya di saku celananya. "Kita lihat saja Min Hwa dan Min Soo. Apakah kau bisa tertawa lagi." Ucapnya tersenyum tipis dan langsung menaiki motornya dan berangkat ke rumah Eun Ju.
Sesampai rumah Eun Ju. Ia langsung turun dari motornya dan langsung memencet bel.
Eun Ju pun langsung membukakan pintu tersebut. "Young Soon." Langsung memeluknya.
"Aku baik baik saja kok. Bagaimana dengan mu?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Aku juga baik baik saja, berkat diri mu. Kalau begitu, kita masuk dulu yuk." Mereka langsung masuk ke dalam rumah Eun Ju.
Didalam rumah Eun Ju.Mereka berdua langsung duduk di sofa ruang tamu."Kenapa badannya di penuhi darah begini. Mananya yang berdarah, aku akan mengobatinya?." Tanya Eun Ju langsung memeriksa tubuh Young Soon.
"Geli tahu. Aku tidak apa apa. Ini darah mereka semua. Dan aku tidak terluka sedikitpun." Jawabnya tersenyum.
"Kalau begitu. Kau mandilah dulu, dan pakailah pakaianku dulu."
"Aku akan mencarikan pakaiannya, selagi kau mandi. Cepat sana." Ucap Eun Ju.
"Baiklah, aku akan mandi nih." Langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi.
"Kenapa Young Soon bisa sekuat tadi ya. Aku harus menanyakannya kepada nya nanti." Ucap batin Eun Ju masuk ke kamarnya, untuk mencari pakaian Young Soon.
Di kamar mandi. "Fyuh, lelah dan enak juga kalau berkelahi. Entah kenapa, dalam diri ini, susah sekali untuk mengendalikan kekuatanku. Aku harus lebih mengontrol emosiku ini. Agar yang lainnya tidak curiga denganku." Ucap batin Young Soon sambil membilas dan memberi sabun ke rambutnya yang terdapat percikan darah.
1 jam pun berlalu. Di mana Young Soon sudah selesai mandi dan sudah mengenakan pakaian Eun Ju.
Young Soon pun langsung ke ruang tamu, karena Eun Ju ada disana.
"Bagaimana dengan pakaian ini?." Tanyanya.
"Wah, itu sangat cocok untuk mu sayang. Warna kue, sama seperti pakaian mu dulu, sebelum kau mengenakan pakaian serba hitam." Jawabnya sambil memberikan dua jempolnya.
"Thank you sayang." Langsung duduk di samping Eun Ju.
"Oh ya Young Soon. Ada yang mau aku tanyakan soal kejadian tadi." Ucap Eun Ju langsung mengubah wajahnya menjadi wajah yang serius.
"Kenapa dengan anak ini. Apa dia mau menanyakan soal, kenapa aku bisa menjadi kuat.Mati aku." Ucap batinnya.
"Apa yang mau kau tanyakan?." Tanya Young Soon.
"Kenapa tadi kau bisa menghajar mereka dan memiliki pistol. Dari mana pistol itu?." Tanya Eun Ju dengan rinci.
"Kan benar. Dia menanyakan hal itu." Ucap batin Young Soon.
"Kenapa diam saja, katakan yang sejujurnya, dan jangan diam saja?." Tanyanya kembali.
"Aku bisa menghajar mereka, karena selama ini, aku belajar di kelas bela diri, yang ada di kota ini. Maaf, karena aku tidak memberitahukan soal ini kepada mu. Karena aku mau menutupi bela diriku, agar aku tahu, siapa yang mencoba menyakitiku dan menyakiti mu." Jawab Young Soon memasang wajah serius.
"Dari wajah Young Soon. Sepertinya memang begitu. Aku tidak akan menanyakan hal itu lagi." Ucap batin Eun Ju langsung memegang kedua tangan Young Soon.
"Maafkan aku karena aku terus menanyakan hal yang membuat mu sedih. Maafkan aku ya." Ucap Eun Ju.
"Baiklah, aku memaafkan mu sayang. Jangan bersedih lagi lah." Ucap Young Soon ikut tersenyum.
"Apa aku bisa menginap di rumah mu dulu?." Tanya Young Soon kepadanya.
"Silahkan, aku akan selalu menerima mu di rumah ini. Anggaplah seperti di rumah mu sendiri." Jawab Eun Ju tersenyum.
"Terima kasih banyak sayang." Merekapun langsung berpelukan.
Mereka berdua langsung menuju kamar Eun Ju dan mereka sedang berbaring bersamaan. "Omong omong, bagaimana dengan pernikahan mu Young Soon?." Tanya Eun Ju.
"Soal pernikahanku,