Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 136: Garasi Baru



"Hah, pacar. Kalian berpacaran ternyata. Ouh, maafkan kakak. Kakak kira siapa tadi." Berpura pura kalem, dan langsung duduk di sofa.


"Dia pandai sekali berakting rupanya," ucap batin Tyger Carl tersenyum tipis.


"Salam om, dan tante," ujar Tyger Carl memberi salam, dan menundukkan badannya.


"Salam juga. Omong omong, nama kamu siapa nak, dan sejak kapan kalian berpacaran?" tanya ayah Young Soon dengan jelas.


"Saya tidak tahu, kapan kami berpacaran atau mertua. Karena yang saya ingat, adalah kecantikan dan kebaikan anak bapak ini." Jawab Tyger Carl tersenyum kembali, sambil melirik Young Soon.


"Sial, bisa bisanya dia mendapatkan pria yang lebih tampan dari Bae. Aku tidak boleh kalah dengannya." Ucap batin Min Hwa kesal, sampai mengepalkan kedua tangannya.


"Ouh ya adik ipar. Apakah kamu tidak tahu siapa Young Soon ini. Dia wanita yang sangat blak blakan dan tidak pernah manis didepan banyak pria. Dia juga suka merokok dan hal hal pria lainnya." Menjelekkan Young Soon dihadapan Tyger Carl.


"Saya tidak peduli dia seperti apa. Lagian itu bukan urusan anda kakak ipar. Karena ini adalah hubungan kami berdua." Jawab Tyger Carl menatapnya dengan tatapan tajam.


Young Soon menahan tawanya, "kasihan, dipermaluin. Makan itu, dasar pelakor." Ucap batin Young Soon menahan tawa, dan dilihat oleh Min Hwa, kalau Young Soon mau menertawakannya.


"Sudahlah. Kalian jangan bertengkar. Kalau begitu, mari kita sarapan bersama dulu." Ajak Park Young.


"Kebetulan kami sudah makan ayah. Jadi, sudah kenyang deh." Jawab Young Soon kembali tersenyum.


"Ouh ya om, saya juga bawa sesuatu untuk anda. Masuk," perintah Tyger Carl kepada anak buahnya.


Anak buahnya pun masuk, sambil membawa banyak makanan, dari restoran yang ia beli. "Ini ada sedikit makanan dan minuman untuk anda. Semoga suka. Letakkan di sana." Tersenyum Tyger Carl, dan kembali memerintahkan anak buahnya.


Anak buahnya pun meletakkan makanan dan minuman tersebut di atas meja, dan langsung keluar, atas perintah Young Soon.


Young Soon meliriknya, "pria ini benar benar seperti mau menjadi menantu saja. Astaga." Mengerutkan keningnya, dan kembali menatap wajah ayahnya.


"Terima kasih banyak, kamu jadi repot repot begini." Kembali tersenyum ayah Young Soon.


"Tidak apa apa. Kalau begitu, saya permisi dulu, karena saya tadi hanya mau mengantarkan pacar tersayang saya. Salam." Menundukkan kepalanya, dan keluar dari rumah Young Soon.


Young Soon pun menyusul Tyger Carl yang keluar dari rumah, "hei kau," panggil Young Soon menghampirinya.


Sontak Tyger Carl berbalik badan, dan tersenyum miring kepada Young Soon. "What darling. Apa kau merindukanku, karena aku mau pergi?" menggoda Young Soon, sambil melipat kedua tangannya.


"Jangan ngada ngada deh. Aku hanya mau berterima kasih saja kepadamu. Terima kasih karena sudah mengantarkanku, dan sudah memberikan makanan dan minuman kepada ayahku. Itu saja sih. Kalau begitu, kau bisa pergi sekarang." Jawab Young Soon.


"Baiklah. Bay love," mengedipkan sebelah matanya, dan langsung masuk ke dalam mobilnya, lalu merekapun pergi.


Young Soon menghela nafas panjang, dan saat ia mau masuk ke dalam rumah. Tiba tiba ada Min Hwa dihadapannya. Young Soon pun terhenti, dan langsung menatap wajah Min Hwa.


"Ada apa kau di sini?" tanya Young Soon menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kenapa kau terus menanyakan hal itu. Apa kakak cemburu, karena aku mendapatkan pria yang lebih tampan, dari yang kau rebut dariku itu. Rasakan, itu karma untukmu." Berbisik ditelinga Min Hwa, dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Di luar rumah. Min Hwa marah, "dasar wanita murahan. Beraninya dia mengatakan seperti itu kepadaku. Awas saja kau Young Soon. Aku akan membalasmu." Tegas Min Hwa, dan matanya hampir keluar, karena marah.


Di dalam rumah. Young Soon kembali menghampiri ayahnya, yang sedang meminum minuman dari Tyger Carl.


"Wah, kelihatannya ayah menyukainya ya?" tanya Young Soon, langsung duduk disamping ayahnya.


"Bagaimana ayah tidak bahagia. Anak ayah memiliki pacar yang begitu baik, dan tentunya tampan. Hahahah, kamu sangat cocok dengannya sayang." Jawab ayahnya, sambil tertawa tipis.


"Sudahlah ayah. Bagaimana dengan kondisi ayah sekarang. Ayah baik baik saja kan, dan ayah tidak meminum teh itu kan?" tanya Young Soon, sambil berbisik ditelinga ayahnya.


"Ayah baik baik saja kok sayang. Ayah tidak pernah meminum teh itu lagi, dan ayah membuat sarapan sendiri. Padahal ayah sangat merindukan masakan kamu sayang. Tapi karena sudah ada banyak makanan ini. Ayah jadi tidak perlu repot lagi. Hahahah." Jawab ayahnya, kembali meminum, dan tertawa kembali.


"Baiklah ayah. Asalkan ayah bahagia, aku ikut bahagia. Kalau begitu, Young Soon mau masuk ke dalam kamar dulu. Ada hal yang harus Young Soon selesaikan." Ikut tersenyum, dan berdiri kembali.


"Ouh ya sayang. Ada yang mau ayah tanyakan kepadamu." Ucap ayahnya teringat sesuatu.


Sontak Young Soon membalikkan badannya, dan kembali duduk disamping ayahnya. "Apa yang ingin ayah tanyakan kepadaku?" tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.


"Kenapa di garasi banyak motor. Itu punya kamu kah. Ayah sedikit bingung, saat ayah mengambil mobil kemarin?" tanya balik ayahnya.


"Eh, akhirnya ayah menyadarinya juga. Aku kira ayah tidak akan sadar. Astaga." Ucap batin Young Soon, sambil menghela nafasnya.


"Iya ayah. Motor yang ada di garasi, itu semua motorku ayah. Heheheh, maafkan aku, karena aku tidak memberitahukan ini kepada ayah." Jawab Young Soon, sambil mengelus lehernya.


"Tidak apa apa. Tapi dari mana kamu dapatkan motor sebanyak itu. Kalau begitu, garasi tidak akan muat. Dan apa kamu mau ayah buatkan garasi khusus untukmu?" tanya ayahnya kembali.


"Wah, mau banget ayah. Aku mau mempunyai garasi sendiri. Soal dari mana motor itu ku dapatkan. Itu semua dari pekerjaanku ayah, dan hadiah dari pacarku tadi. Dia benar benar kaya, dan sangat mencintaiku ayah. Heheheh." Jawab Young Soon, sambil tertawa tipis.


"Kamu benar benar pandai memilih pacar. Ayah akan menyuruh orang, untuk membuatkan garasi khusus untukmu sayang. Kalau begitu, masuklah ke kamar, kalau mau istirahat." Ucap ayahnya mau membuatkan garasi untuk Young Soon.


"Terima kasih banyak ayahku sayang. Aku mau siap siap dulu, karena mau bekerja dulu. Aku sayang ayah." Mencium pipi ayahnya, dan langsung naik ke lantai 2, lalu masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar Young Soon. Young Soon pun langsung mengganti pakaiannya, dan memulai merias dirinya kembali.


Selesai bersiap siap. Young Soon langsung keluar dari kamarnya, dan menuju garasi. Untuk mengambil motor baru.


Di dalam garasi, Young Soon kembali memilih motor apa yang akan ia kendarai, menuju lokasi bos Zax.


Saat ia sedang memilih. Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari