
Di dalam rumah. Young Soon pun langsung duduk di ruang tamu. Dan mengecek koyak misterius tersebut. "Apa ini isinya, kenapa harum banget baunya." Penasaran, dan langsung membuka koyak misterius tersebut.
Saat Young Soon membuka kotak misterius tersebut, ternyata di dalamnya, ada sebuah makanan yang begitu enak. Terdiri dari ayam panggang, ayam goreng, kentang goreng, dan minuman kopi cappucino.
Young Soon pun heran. "Siapa yang mengirimkan makanan seenak ini. Eh, surat apa ini." Ucapnya melihat sebuah kertas yang ada di dekat makanan tersebut, dan Young Soon langsung mengambilnya.
Young Soon pun membuka kertas tersebut.
Dan isi surat tersebut, berisikan.
"Halo baby, di makan makanannya ya. Jangan telat makan malam. Aku udah pesenin makanan enak ini khusus kamu sayang. Kalau kamu mau lebih banyak lagi, nanti aku pesenin tokonya. Salam Tyger Carl." Isi pesan tersebut.
"Astaga, ternyata pria itu. Benar benar deh dia. Tapi sayang kalau gak dimakan. Makan aja deh, lagian dia kan ngefans sama aku. Hahahah." Ujar Young Soon, langsung masuk ke kamarnya, dengan membawa kotak berisikan makanan dan minuman tersebut.
Di dalam kamarnya, Young Soon pun duduk di kursinya, dan mulai menyantapnya. "Ehm, enak banget makanan ini. Lain kali aku akan memintanya lagi deh, dari dia. Kan lumayan, makan gratis. Hahahah." Ucapnya sambil mengunyah makanannya.
"Kalau begitu, mending nonton drakor juga. Kan sudah ada ayam goreng dan minuman. Jadi kita harus nonton drakor dulu bestie. Biar kayak di novel novel itu. Hihihihi." Langsung mengambil ponselnya, dan membuka video drakor.
Young Soon pun menonton drakor, dengan ditemani makanan yang Tyger Carl berikan. "Ehm, enaknya." Bahagia Young Soon, langsung meminum minumannya.
Selesai makan, Young Soon sangat kekenyangan. Karena semua makanan yang ia habiskan sendiri. "Kenyangnya. Dia benar benar pria idaman. Tapi, cukup menyeramkan juga sih, karena dia mafia. Tapi, kalau soal uangnya, bolehlah. Hahahah." Kembali tertawa, dan langsung membuang sampah makanan tersebut, ke tong sampah.
Setelah itu, Young Soon langsung berbaring di tempat tidurnya, sambil membuka ponselnya, untuk menghubungi Devian.
Tersambung," halo Young Soon, ada apa?." Tanya Devian langsung.
"Kau di mana gays?." Tanya balik Young Soon.
"Aku juga lagi ada di rumah nih. Begini, besok kita bertemu yuk. Aku bosan di rumah terus." Jawab Young Soon langsung.
"Gimana ya Young Soon. Kalau besok aku gak bisa, karena besok aku mau ke pemakaman ibu dan ayahku. Besok aku sangat sibuk, dan ada pekerjaan lainnya. Besoknya lagi bisa kan." Ucap Devian.
"Yaudah deh, mau bagaimana lagi. Oh ya, kau jangan lupa, kalau beberapa hari lagi, kita akan melaksanakan misi, dan nanti akan aku katakan misinya. Okey." Tersenyum tipis.
"Aman Young Soon. Kalau begitu, sudah dulu ya. Karena masih ada urusan di rumah." Ucap Devian langsung mematikan ponselnya.
"Anak itu benar benar deh, tidak bisa menemaniku. Siapa lagi yang harus aku hubungi. Oh ya, kabarnya Eun Ju gimana ya di sana. Apa aku hubungi saja dia ya. Apa dia sibuk." Ujar Young Soon langsung mencari nomor Eun Ju.
"Nah, ini nomornya. Aku harus menghubunginya deh." Langsung menghubungi Eun Ju.
"Kenapa gak diangkat ya, kenapa dia. Apa dia sangat sibuk di sana. Hadeh." Menghela nafasnya.
"Atau mungkin saja dia sudah tidur, karena kelelahan. Yaudah deh, mending aku tidur juga. Karena besok aku harus menemani Min Hwa dan Bae memilih gaun pengantin. Iyyuh." Memiringkan bibirnya, dan langsung memeluk bantal guling yang ada, lalu menutup kedua matanya, untuk tidur.
Pagi harinya pun tiba. Di mana Young Soon langsung bangun, dan membuka tirai jendelanya. "Selamat pagi dunia tipu tipu." Tersenyum bahagia Young Soon, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk bersiap siap menemani Min Hwa.
Selesai mandi, Young Soon pun langsung mengenakan pakaian yang cukup menarik, dengan style yang ia suka. Young Soon langsung turun ke bawah, dan menuju meja makan.
"Pagi ayah." Sapa Young Soon mencium pipi ayahnya, dan langsung duduk disampingnya.
"Pagi juga sayang. Kamu cantik banget, sampai membuat ayah terpukau." Puji ayahnya sambil tersenyum.
"Oh ya kakak,