Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 36: Misi Kedua



"Apa kau bilang." Marah Min Hwa dan mau menamparnya, tapi ditahan oleh ibunya.


Sontak Min Hwa menatap wajah ibunya. "Kenapa ibu menahan ku?." Tanya Min Hwa dengan tegas.


"Tahan amarah mu dulu." Jawab ibunya.


"Terima kasih banyak bu, dan beri tahu kepada anak mu ini, tentang sopan santun. Jangan tahunya, hanya shopping dan lain lainnya. Aku mau tidur dulu, soalnya malas berbicara dengan orang yang gak penting. Bay." Ucapnya melambaikan tangannya dan langsung masuk ke kamarnya.


Setelah Young Soon masuk ke kamarnya. Di bawah. "Kenapa ibu menahanku. Padahal aku mau menamparnya tadi, karena mulut dia sudah keterlaluan bu." Ucap Min Hwa marah.


"Sabar sayang, kamu jangan terlalu emosi. Dia bukan Young Soon yang dulu, karena dia sudah banyak akal. Tapi dia masih mempunyai hati yang lembut. Kita bisa membodohinya. Jadi kamu harus sabar sayang. Kita kan masih mempunyai banyak cara, untuk menyingkirkannya." Jawab ibunya tersenyum licik.


"Bagaimana kita bisa langsung membunuhnya?." Tanya Min Hwa.


"Kita kan bisa membayar orang lagi, untuk membunuhnya. Dia kan sudah tidak perawan lagi, dan kita bisa memberitahukannya kepada seluruh media, kalau dia tidak perawan lagi. Benarkan. Hahahahah." Jawab ibunya kembali, dan tertawa.


"Benar juga itu bu. Tapi bagaimana kita menyingkirkan ayah, agar kita mendapatkan harta keluarga Park Young?." Tanya kembali Min Hwa.


"Ibu sudah menyiapkan racun, yang akan ibu letakkan di tehnya. Racun itu akan sedikit demi sedikit, membuat dia sakit, dan akan menyerang dari tubuh atas dulu, baru menyerang seluruh tubuhnya. Besok ibu akan memulai rencana ibu, agar kita bisa cepat mendapatkan harta keluarga Park Young.


"Bagaimana dengan ide ibu, bagus kan." Jawab ibunya bahagia sambil menaikkan alisnya.


"Wah, itu sungguh ide yang bagus bu.Ibu memang hebat deh. Aku sayang ibu." Ikut bahagia Min Hwa langsung memeluk ibunya.


"Namanya ibu Min Soo gitu lho."


"Sebentar lagi, kita akan kaya dan tidak akan ada yang mengusik kita lagi. Karena mereka semua sudah mati, dan kamu bisa menikmati percintaan kamu, dengan Bae sepenuhnya sayang." Ucap ibunya bahagia.


Disisi lain. Di kamar Young Soon. "Dasar sampah, mereka mau membuat ayahku meninggal. Aku tidak akan membiarkannya." Ucap Young Soon sedang melihat ponselnya yang sudah disalurkan dari kameranya.


"Dasar bodoh. Kalian pikir aku masih memiliki hati yang lembut kepada kalian. Jangan harap deh, dan makan itu kejahatan kalian nanti. Aku akan membongkar semua kejahatan kalian, dan kalian akan menangis memohon kepadaku. Dasar manusia bodoh." Ucap batinnya merasa jijik dengan rencana kakak dan ibu tirinya.


"Aku tidak akan tinggal diam, melihat mereka akan menyakiti ayahku. Aku yang akan membuat kalian mati." Ucap Young Soon menahan emosinya.


Keesokan paginya. Dimana Young Soon mengenakan pakaian hitam dan rapi. Dan ia langsung turun kebawah lebih awal.


Dan dibawah sudah ada ibu tirinya yang sedang membuat teh untuk ayahnya.


Young Soon langsung melihat di sekitaran. "Tidak ada ayah dan tidak ada Min Hwa. Aku bisa berpura pura untuk membantunya." Ucapnya langsung menghampiri ibu tirinya.


"Pagi ibu. Ibu sedang apa?." Tanya Young Soon langsung muncul dari belakang.


"Eh." Kagetnya langsung menyembunyikan sesuatu.


"Eh, sayang. Kamu sedang apa datang kemari?." Tanya ibu tirinya reflek kaget.


"Aku mau membantu ibu bu. Ibu sedang membuat teh ya?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Iya, iya sayang. Kamu duduklah dulu, biar ibu menyiapkan sarapan." Jawab ibu tirinya gugup.


"Tidak usah bu, biar aku saya yang memberikan tehnya kepada ayah. Boleh kan bu." Ucap Young Soon.


"Bu, kenapa ibu senyum senyum sendiri. Bagaimana bu, biar aku saja ya." Ucap Young Soon menyadarkannya.


"Eh, iya sayang. Ini tehnya, dan ibu mau menyusun makanannya di meja makan dulu ya." Langsung memberikan teh tersebut kepada Young Soon dan langsung pergi dari dapur.


Setelah ibu tirinya pergi." Kau pikir aku bodoh gitu. Kau sudah menaruh racun kedalam teh ini kan. Aku akan membuatkan teh 1 lagi untuk ayah yang tidak ada racunnya, dan teh yang sudah ia berikan racun, akan aku seduhkan kepada ibu tiriku. Dan aku akan memasang wajah baik deh, dan beres deh." Ucap batinnya langsung membuat teh 1 lagi yang tidak diberi racun, untuk ayahnya.


Setelah Young Soon menyiapkan teh. Ia langsung membawanya ke meja makan. Dan di meja makan, sudah ada ayahnya dan yang lainnya.


"Ayah, aku membuatkan teh untuk ayah. Diminum tehnya ayah." Ucap Young Soon langsung meletakkan teh yang tidak ada racunnya kepada ayahnya.


"Terima kasih banyak sayang. Tumben banget, mau membuatkan ayah teh." Ucap ayahnya tersenyum.


"Ini bukan aku yang buat ayah. Tapi ibulah yang membuatkannya. Yang aku buat satu ini, baru untuk ibu. Khusus untuk ibu.Ini untuk ibu." Langsung memberikan teh yang sudah ada racun yang sudah diberikan oleh Min Soo sendiri, untuk diberikan kepada ayahnya. Tapi Young Soon membalikkannya, dan diberikan kepada ibu tirinya.


"Terima kasih banyak sayang." Langsung mengambil tehnya, dan tidak curiga sedikitpun dengan Young Soon.


"Kau minumlah teh buatan mu sendiri itu. Kau sendiri yang menaruh racun itu, dan kau minumlah teh racun itu." Ucap batin Young Soon tersenyum.


"Sayang." Panggil ayahnya kepada Young Soon.


"Iya ayah, ada apa?." Tanyanya langsung menatap wajah ayahnya.


"Kenapa kamu mengenakan pakaian yang begitu rapi. Seperti mau ke Universitas saja?." Tanya ayahnya.


"Masa aku keluar jalan jalan dengan pakaian jelek sih ayah. Ayah aneh nih, kan ga masalah kalau aku mengenakan pakaian bagus ini." Jawabnya sambil membalikkan bola matanya.


"Iya deh, anak ayah memang yang paling cantik." Jawab ayahnya mengelus pipi Young soon.


Young Soon pun langsung duduk disamping ayahnya dan memulai makan. Sedangkan ayahnya, sudah memulai meminum tehnya.


Disisi lain. Min Soo dan Min Hwa langsung melirik Park Young yang sedang meminum teh yang sudah mereka beri racun. Padahal Young Soon sudah menukarnya, dan teh milik Min Soo, adalah teh yang ia berikan racun.


"Tidak lama lagi, dia akan mati sedikit demi sedikit. Dengan jangka waktu." Ucap batin Min Soo tersenyum tipis dan begitu juga dengan Min Hwa.


Young Soon melirik mereka. "Berbahagialah Kalian, dengan kehaluan kalian. Aku sudah menukar tehnya dengan teh yang tidak beracun. Dan kau akan meminum teh buatan mu sendiri itu." Ucap batin Young Soon langsung mengunyah makanannya.


Min Soo pun ikutan meminum tehnya. Ia tidak tahu, kalau teh tersebut, adalah teh buatannya sendiri, yang sudah diberikan racun.


Mereka pun langsung sarapan bersama. Setelah menghabiskan sarapan dan teh mereka. Young Soon pun langsung bersiap siap untuk pergi.


"Ayah, dan ibu. Aku pergi dulu. Ada urusan yang harus aku selesaikan. Dah." Ucapnya langsung pergi dari rumahnya dan berangkat ke universitas nya.


Sesampai universitas. Ia langsung turun dari motornya, dan langsung merapikan pakaiannya, dan langsung mengambil kacamata dari tasnya, dan langsung memakainya.


"Dengan begini, tidak akan ada yang mengenaliku, dan misi ku akan berhasil." Ucap batinnya sudah mengenakan pakaiannya dan langsung masuk kedalam universitas tersebut, dengan memegang buku, yang baru ia ambil dari tas totebag nya.


Saat masuk kedalam universitas tersebut, semua siswa,