Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 146: Foto



Saat masuk ke dalam. Semua anak pengamen dan anak jalanan lainnya, langsung menatap wajah Young Soon dan langsung memeluknya.


"Kakak Young Soon. Akhirnya kakak datang juga. Kami sangat merindukan kakak." Bahagia mereka semua.


Tyger Carl pun langsung berdiri, dan menghampiri Young Soon, lalu merangkul pinggang Young Soon, sambil mencium pipinya.


"Akhirnya kamu sampai juga sayang. Mari bermain dengan anak anak." Lembut Tyger Carl, dan langsung duduk kembali bersama Young Soon.


"Kakak sangat romantis deh. Kakak Young Soon beruntung, karena mempunyai pacar yang sebaik kakak Tyger. Benar kan." Ucap anak panti asuhan.


"Benar itu. Cantik dan tampan. Hahahaha," bahagia semua anak panti, ketika membahas Young Soon dan Tyger Carl.


Young Soon dan Tyger Carl pun saling bertatapan. Dan Tyger Carl memasang ekspresi bahagia, dan Young Soon langsung memalingkan wajahnya.


"Pria itu kelihatan sangat bahagia. Astaga, kenapa aku harus bertemu dengannya. Dia memang tampan sih, dan hatinya juga baik. Mau bagaimana ini ya tuhan." Ucap batin Young Soon, dan pipinya memerah.


"Wah, kak Young Soon wajahnya memerah. Cieee, kak Young Soon dan kak Tyger Carl mau menikah. Yeah." Bersorak semua anak panti asuhan, termasuk Chiko dan Bunga.


"Sudah anak anak. Kalian jangan seperti itu. Bagaimana kalau bantu kakak memasak. Bagaimana." Ucap Young Soon memiliki ide untuk membuat cemilan untuk anak anak.


"Wah, mau banget kak. Yuk kak, kami sudah tidak sabar untuk membuat cemilan. Mari kak Young Soon." Langsung menarik tangan Young Soon dengan bahagia, dan Young Soon pun menuju dapur bersama anak anak.


"Anak anak. Kalian di sini saja sama kakak. Nanti kalian terkena minyak lagi. Biar kak Young Soon saja yang membuat cemilan. Mending kita bermain saja. Hayo, mari kita bermain petak umpet. Siapa yang mau." Memiliki ide juga Tyger Carl.


"Wah, mau dong kak," bahagia anak panti asuhan yang lainnya, dan kembali kepada Tyger Carl.


"Aku akan bersama dengan kak Young Soon saja, untuk membantu membuat cemilan. Yuk kak Young Soon." Ujar Chiko dan Bunga.


Tyger Carl dan anak panti asuhan langsung bermain petak umpet, dan Young Soon membuat cemilan, bersama Chiko dan Bunga.


Selesai beberapa jam membuat cemilan. Akhirnya cemilan pun selesai dibuat, oleh Young Soon, Chiko dan Bunga.


Disisi lain juga. Tyger Carl dan anak anak sudah berbaring kelelahan. Karena bermain petak umpet bersama, dan berlari larian.


"Kalian lelah anak anak?" tanya Tyger Carl sambil menatap ke atas, karena ia sedang berbaring.


"Lelah banget kak. Tapi menyenangkan kok. Karena ada kakak Tyger dan kakak Young Soon." Jawab anak anak, dengan ekspresi bahagia, sambil menatap wajah Tyger Carl.


"Makanan sudah selesai. Mari anak anak, kita makan cemilan dulu." Tersenyum Young Soon, sambil membawa cemilan yang ia buat bersama anak anak.


"Wah, cemilan sudah jadi. Kebetulan kami sudah lapar nih kakak." Ucap salah satu anak panti.


"Akhirnya siap juga ya sayang. Aku juga tidak sabar untuk mencoba cemilan yang kamu buat." Ujar Tyger Carl seperti anak anak kepada Young Soon, dan kembali duduk.


"Kalau begitu, cobalah cemilan ini. Masing masing coba satu ya." Ucap Young Soon, dan semua anak anak langsung mengambil cemilan yang diberikan oleh Young Soon.


"Ehm, enak banget kak. Ini cemilan yang terenak, yang pernah aku cobain." Jawab Chiko bahagia, dan melahap cemilan tersebut sampai habis.


"Benar itu. Cemilan ini benar benar enak. Mau lagi kak." Ucap Bunga juga, langsung mengambil cemilan lagi.


"Ini memang enak. Apalagi yang membuatnya bidadari. Benar kan anak anak." Sahut Tyger Carl, sambil melirik Young Soon, dengan tatapan menggoda.


"Benar. Hahahahha," tertawa semua anak anak.


"Ouh ya Chiko. Bagaimana dengan keadaan ibu kamu. Apa mulai membaik?" tanya Young Soon kepada Chiko, sambil mengelus rambutnya.


"Kata dokter ibu sudah membaik kak. Katanya sudah boleh pulang juga besok." Jawab Chiko sambil tersenyum, dan mengunyah cemilannya.


"Ouh, syukurlah. Kalau begitu, besok kita jemput ibu kamu ya Chiko. Biar ibu kamu bisa bareng kita." Ucap Young Soon, memberikan cemilan kembali, kepada anak anak.


"Aku akan menemanimu sayang. Tidak baik perempuan sendirian. Benar begitu anak anak." Memanfaatkannya waktu.


"Benar. Kan kakak Young Soon dan kakak Tyger Carl sudah berpacaran. Jadi harus menemani." Ucap anak anak, sambil tertawa tipis, kepada Young Soon dan Tyger Carl.


Pipi Young Soon pun, sedikit memerah. Dan ia tidak ingin menatap wajah Tyger Carl, karena wajahnya yang memerah. "Kenapa jantungku berdetak dengan kencang. Apa aku menyukai Tyger Carl. Jangan sampai deh. Mana mungkin aku menyukai mafia gila cinta ini." Ucap batin Young Soon, langsung memakan cemilan yang ia buat.


Selesai makan cemilan bersama. Young Soon pun menemani anak anak tidur, dan Young Soon membacakan cerita dongeng, agar anak anak bisa tidur.


Disisi lain. Tyger Carl merapikan mainan yang berserakan, sehabis dimainkan oleh anak anak dan dirinya. "Kalau dilihat seperti ini. Kami jadi sepeda keluarga yang bahagia. Aku tidak akan melepaskanmu sayangku." Ucap batin Tyger Carl tersenyum tipis.


Keesokan paginya. Dimana Young Soon tertidur di kamar anak anak, dan tidak pulang. Sedangkan Tyger Carl tidur di ruang tamu, sambil memeluk sebuah foto.


Young Soon pun terbangun, dan langsung meregangkan badannya. "Hua, aku ketiduran di sini. Tapi aku merasa bahagia di sini. Karena aku dikelilingi anak anak yang ceria dan penyayang. Aku harus menyiapkan sarapan untuk anak anak." Ucap batin Young Soon tersenyum, dan keluar dari kamar tersebut.


Saat keluar dari kamar anak anak. Young Soon melihat Tyger Carl yang masih tidur lelap. Young Soon pun menghampiri Tyger Carl. "Dia tampan juga saat tidur." Tersenyum tipis.


"Eh, apa itu yang dia peluk," mengambilnya dengan perlahan lahan, agar Tyger Carl tidak bangun.


Akhirnya Young Soon mendapatkan sebuah foto yang dipeluk oleh Tyger Carl. Saat Young Soon membalikkannya. Ternyata foto tersebut adalah foto dirinya sendiri.


Sontak Young Soon kaget, "hah, fotoku. Darimana dia dapat fotoku ini. Dan kenapa dia terus memeluk fotoku ini. Apa dia benar benar menyukaiku. Aku kira dia hanya bercanda saja. Sial, kenapa jantungku kembali berdetak." Ucap batin Young Soon, dan pipinya kembali memerah.


Young Soon pun mengembalikan foto tersebut ke pelukan Tyger Carl. Young Soon langsung ke dapur, untuk membuatkan sarapan pagi.


"Ehm, cocoknya buat sarapan apa ya ini," melihat beberapa sayuran dan daging yang ada di kulkas.


"Wah, mending aku buat