
Young Soon langsung menghampiri karyawan wanita tersebut. "Kenapa mbak masih mau berpacaran dengan pria itu. Banyak pria di luaran sana yang lebih baik dari dia." Tanya Young Soon menatapnya.
"Saya, saya hanya mencintainya kak." Jawab karyawan tersebut.
"Pria kayak dia, mbak cintai. Masih banyak di luaran sana yang lebih tampan, tidak kasar dan banyak uang mbak. Kalau mbak mau nyusul pacar mbak, silahkan keluar." Ucap Young Soon mempersilahkan dengan segala hormat.
"Ga deh kak," jawabnya.
"Nah, gitu dong mbak. Kalau begitu, saya pesan sushi ya 1 lagi dan jus mangga nya 1 lagi." Pesan Young Soon tersenyum.
"Baik kak, ditunggu pesanannya." Jawab karyawan tersebut ikut tersenyum.
Young Soon pun kembali duduk dan melanjutkan makanannya. "Wah, kau hebat banget Young Soon. I Like It." Kagum Eun Ju kepadanya.
"Thank you. Aku hanya menjalankan, apa yang harus aku jalankan. Kalau begitu, mending lanjut makannya lagi." Jawab Young Soon langsung memanggang kembali daging sapi tersebut.
Setelah makan. Young Soon pun langsung menuju kasir, untuk membayar. "Berapa totalnya semua mbak?." Tanyanya.
"Totalnya, semua 2 Juta kak." Jawab kasir tersebut kepadanya.
Young Soon langsung memberikan kartu rekeningnya. "Ditunggu sebentar ya kak."
Setelah membayar makanan tersebut. Young Soon dan Eun Ju pun bergegas pulang. Saat mau keluar restoran, ia berjumpa dengan karyawan tadi dan Young Soon berhenti di depannya.
"Ada ya kak?." Tanya Karyawan tersebut.
Young Soon langsung mengambil uang yang ada di tasnya dan langsung menyelipkannya di tangan karyawan tersebut. "Ini ada uang untuk mbak nya, karena sudah mau mengikuti alur saya. Lain kali, jika mbak butuh saya, langsung minta saja nomornya dengan pemilik restoran ini. Karena dia mempunyai nomor saya. Saya duluan mbak." Ucap Young Soon tersenyum dan langsung pergi dari restoran tersebut.
"Eh kak, terima kasih banyak kak dan sampai jumpa lain hari." Bahagia karyawan tersebut karena diberikan uang 5 juta secara cuma cuma.
Young Soon pun langsung pulang bersama Eun Ju dan Young Soon langsung mengantarkan Eun Ju ke rumahnya.
Sesampai rumahnya. Eun Ju langsung turun dan memberikan helm Young Soon kepadanya. "Terima kasih untuk hari ini sayang. Aku sangat bahagia." Ucap Eun Ju langsung memeluk Young Soon.
"Jika kau bahagia, aku juga ikut bahagia. Dan sampai jumpa besok dan seterusnya." Jawab Young Soon langsung pergi dan tidak lupa untuk melambaikan tangannya.
Young Soon pun langsung kembali ke rumahnya. Sesampai rumah, Young Soon langsung masuk ke dalam dan ternyata di dalam, sudah ada ayahnya dan ibu dan juga kakak tirinya.
"Eh, Young Soon. Kebetulan banget kamu sudah pulang, bagaimana dengan gaun ini. Apakah cocok denganku. Ayah yang membelikannya untukku." Tanya Min Hwa sambil pamer kepadanya.
Tapi Young Soon tidak iri sedikit pun, karena dia juga sudah membeli pakaian yang lebih cantik dari Min Hwa.
Young Soon langsung duduk di samping ayahnya. "Kapan ayah pulang?." Tanya Young Soon kepada ayahnya dan tidak menjawab pertanyaan dari Min Hwa.
"Ayah barusan pulang tadi. Dan ayah ingat, bahwa bentar lagi adalah hari ulang tahun kakak mu. Jadi ayah sekalian mampir di toko gaun, untuk membelikan kakak mu gaun ulang tahunnya." Jawab ayahnya tersenyum.
"Kalau ayah lelah, ayah tidurlah." Ucap Young Soon.
"Iya sayang, ayah tidak apa apa kok."
"Lumayan juga untuk mu." Jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Tentu saja cantik, orang yang mengenakannya juga cantik. Jelas gaunnya cantik dong. Yakan ma." Ucap Min Hwa merasa dirinya yang paling cantik.
"Benar dong, anak ibu gitu lho." Jawab ibunya.
"Apa kau sudah membeli gaun Young Soon. Pasti belum kan, tahankan deh." Tanya Min Hwa.
Young Soon langsung berdiri dan mendekati wajah Min Hwa. "Jika aku belum membelinya, apa itu masalah dengan mu. Aku akan membelinya dengan uangku sendiri, bukan uang dari orang lain."
"Aku bukan wanita yang hanya tinggal minta dan belikan semua ini, dengan uang orang lain. Kalau seperti dirimu, jelas mau dong, mempergunakan uang orang lain dan menghamburkannya." Jawab Young Soon menghinanya juga.
"Sorry, aku bukan tipe wanita manja dan tinggal minta ini dan itu dan aku bukan wanita yang malas malasan dan kerjaannya hanya di kamar doang." Ucap Young Soon langsung ke inti dan langsung mengulti nya.
"Apa maksud mu disini, hah. Kau mencoba menyindirku dan mengejekku. Ayah, lihat Young Soon itu, dia berani mengejekku." Mengadu.
"Dasar tukang mengadu. Sudah besar suka mengadu, dasar anak manja." Ucap Young Soon langsung masuk ke kamarnya.
"Sudahlah, jangan bertengkar terus dong. Jangan terlalu di dengar omongan Young Soon, dia memang sudah berubah. Mending sekarang, kamu pilih gaun yang mana cocok dengan mu. Karena ayah ayah membelikan beberapa gaun yang cocok dengan mu." Ucap ayahnya langsung menunjukkan gaun lainnya.
"Kau lihat saja Young Soon. Aku akan mempermalukan mu di pesta ulang tahunku. Aku akan membuat seluruh tamu, terus memandangiku dan mengejek mu yang tidak mempunyai pakaian. Hahahah, aku sangat menunggu hal itu." Ucap batin Min Hwa tersenyum tipis dan melanjutkan memilih gaun.
Di kamar Young Soon. "Sabar Young Soon, dia yang akan malu nanti di pesta. Aku sudah biasa dengan hal menggilakan dari dia itu. Dasar kurapan." Ucap Young Soon memukul meja nya.
Tiba tiba meja tersebut langsung terbelah menjadi dua lagi. "Eh, astaga. Aku lupa kalau aku mempunyai kekuatan. Gini, kalau aku tidak menahan emosiku. Sabar Young Soon." Menarik nafas panjang.
"Harus tenang dan konsisten." Ucapnya menenangkan dirinya sendiri dan duduk perlahan lahan di tempat tidurnya.
Minggu pun berlalu. Dimana tiba hari ulang tahun Min Hwa dan semua sudah di persiapkan, dari decor, kue, dan gaun Min Hwa.
Malam pun tiba. Dimana Young Soon tidak ada di rumah dari tadi sore hingga malam tiba.
"Dimana Young Soon yah. Apa ayah melihat Young Soon?." Tanya Min Hwa yang sudah memakai gaun ulang tahun yang diberikan ayahnya.
"Ayah juga tidak tahu sayang, dimana Young Soon. Mungkin dia lagi ada kerjaan, atau yang lainnya." Jawab ayahnya juga sudah bersiap siap.
"Sudahlah sayang, jangan mengurusnya. Itu lebih baik, jika dia tidak ada di sini. Dan kita bisa tenang melaksanan ulang tahun tanpanya." Ucap ibunya berbisik kepadanya.
"Ibu benar juga. Aku harap dia tidak datang juga dan tidak perlu datang." Ucap Min Hwa tersenyum tipis.
Pintu rumahnya pun langsung dibuka, sebagai tanda acara segera dimulai dan Min Hwa masih di kamarnya, sedang merapikan rambutnya kembali.
"Dasar Young Soon, dia tidak berani kemari. Karena dia mempunyai pakaian yang cocok untuknya. Hahahah, dia pasti akan malu, saat datang kemarin, dengan pakaian jeleknya." Ucap senang Min Hwa.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya dan ia adalah,