Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 113: Tidak Betah



Setelah mereka berdua pergi. Young Soon kembali duduk di samping ayahnya. "Kamu baik baik saja sayang?." Tanya ayahnya langsung memegang kedua tangan Young Soon.


"Aku baik baik saja kok ayah. Tenang saja. Oh ya pak Chu Bae, langsung saja kita ke inti. Untuk membahas soal pernikahan Bae dan kakak saya."


"Bagaimana menurut anda, waktu yang tepat untuk langsung di laksanakan pernikahannya. Saya tidak mau kalau lama lama, karena itu akan menimbulkan perselingkuhan yang lainnya?." Tanya Young Soon sambil menaikkan alisnya.


"Soal itu akan saya kabari secepatnya. Karena saya juga mau, kalau mereka cepat mereka. Jadi, kalau bisa, besok langsung fitting pakaian pengantin nya saja." Jawab pak Chu Bae.


"Itu sangat bagus paman. Kalau bisa, saya yang menemani mereka berdua. Apa boleh paman?." Ucap Young Soon tersenyum tipis, dan merencanakan sesuatu.


"Boleh banget adikku. Kamu memang adik yang baik deh." Puji Min Hwa tersenyum palsu.


Tiba tiba saja ponsel Young Soon berdering. Dan Young Soon mengambilnya dari tas, dan melihatnya. "Bos Zax, ada apa dia menghubungiku." Ucap batin Young Soon.


"Sebentar ya semuanya. Ada urusan yang harus saya selesaikan." Ucap Young Soon langsung keluar rumah, dan ke sisi taman samping rumah.


Young Soon pun mengangkat teleponnya. "Halo bos Zax, ada apa?." Tanya Young Soon sambil memainkan batu yang ada di depannya, dengan kakinya.


"Kau di mana sekarang ini?." Tanya balik bos Zax.


"Aku lagi di rumah keluarga baru kakakku. Kenapa emangnya bos." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Ada hal yang mau aku sampaikan kepadamu. Apa kau bisa datang ke mari." Jawab bos Zax juga.


"Kenapa harus ke sana bos. Kan bisa lewat ponsel." Ucap Young Soon sambil menaikkan alisnya.


"Baiklah, aku mau mengatakan. Kalau mafia kejam yang waktu itu aku katakan, sudah kembali dari pekerjaannya. Apa kau sudah tahu." Jawab bos Zax, sekaligus bertanya.


"Ouh, si Tyger Carl itu namanya." Ucap Young Soon kembali menaikkan alisnya.


"Kenapa kau bisa tahu namanya. Dari mana kau tahu. Apa kau sudah bertemu dengannya?." Tanya bos Zax kembali.


"Aku sudah dua kali bertemu dengannya. Dan dia terus menggodaku. Benar benar pria yang aneh. Takut aku jadinya." Jawab Young Soon.


"Kau jangan mengatakan seperti itu. Dia memiliki penjaga di mana mana, dan bisa saja mereka ada di dekatmu. Karena kau tahu, kalau dia sudah menyukai seorang wanita. Dia tidak akan melepaskan wanita itu." Ucap bos Zax serius.


"Jangan nakutin gitu deh bos Zax. Kenapa hanya mengatakan hal yang tidak penting itu. Aku sudah mau melihatnya. Tapi aku juga tidak takut sih dengannya. Ngapain harus dengan sesama manusia." Berlagak sombong Young Soon.


"Terserah mu saja lah, kalau tidak mau mendengarkanku. Kalau begitu, jangan lupa untuk dua hari lagi misimu. Jangan sampai melupakannya. Kau mengerti kan." Ujar bos Zax sambil menaikkan alisnya.


"Aman bos Zax, kalau soal uang aku tidak akan melupakannya. Hahahah. Kalau begitu, sudah dulu ya bos Zax, karena masih ada urusan keluarga. Dah." Langsung mematikan ponselnya.


Sontak Young Soon terhenti, dan menjauh ke arahnya. "Ada apa kau di sini?." Tanya Young Soon langsung melipat kedua tangannya.


Young Soon memegang ponselnya di belakang, dan mereka suara. "Sebenarnya, hari ini kau sangat cantik dan seksi Young Soon. Aku sendiri menyesal, karena telah memutuskanmu. Maafkan aku." Ucap Bae langsung memasang wajah melas, dihadapan Young Soon.


Young Soon pun menaikkan alisnya sebelah, dan melihat Bae dari bawah kaki sampai atas kepala. Dan Bae melihatnya. "Kenapa kau menatapku seperti itu Young Soon?." Tanya Bae.


"Apa di rumahmu ada kaca?." Tanya balik Young Soon.


"Ada kok. Apa kamu mau berkaca, untuk melihat kecantikanmu. Tidak perlu, karena kamu sudah sangat cantik." Ucap Bae tersenyum.


"Hah, apa kamu sudah minum bodrex. Kalau belum, minum sana banyak banyak. Yang seharusnya ngaca itu kamu, karena kamu gak sadar diri. Sudah berselingkuh, mau mencoba mengajakku untuk balikan lagi. Sana ngaca kamu, dasar pria bodoh." Ujar Young Soon, dan wajahnya langsung jijik melihat Bae.


Sontak Bae kaget, dan terbeku diam. "Tapi kalau di lihat lihat. Apa kamu masih mau bersamaku. Kan kamu sudah memiliki Min Hwa, yang selama ini kamu inginkan?." Tanya Young Soon memainkan triknya.


Bae pun kembali menatap wajah Young Soon. "Tentu saja, aku mau kembali denganmu. Sebenarnya, aku hanya menggunakan Min Hwa, hanya untuk penghiburku saja, kalau aku sedang bosan sih. Sebenarnya aku masih mencintai kamu Young Soon. Dan dialah yang menggodaku duluan. Jadinya aku terpikat dengannya." Jawab Bae langsung memegang tangan Young Soon.


Dan Young Soon langsung menarik tangannya, dan mengambil tisu yang sudah ia siapkan. Young Soon mengusap tangannya, yang terkena tangan Bae. "Memang pria buaya darat. Sudah meniduri wanita yang kau inginkan. Tapi masih saja tidak merasa cukup. Benar benar pria kotor." Ucap Young Soon mendorongnya, dan Bae langsung terjatuh dengan keras. Young Soon pun kembali masuk ke dalam rumah, dan Bae kembali berdiri, sambil membersihkan celananya yang kotor.


"Awas saja kamu Young Soon. Tidak akan aku biarkan kamu lepas dari genggamanku." Ucap batin Bae tersenyum tipis, dan ikut masuk ke dalam rumahnya.


Di dalam rumah Bae, ternyata semua sudah mengumpul di ruang tamu lagi. Dan Young Soon langsung duduk disamping ayahnya. "Ayah, mari pulang. Aku sudah tidak betah di sini. Malas banget." Bisik Young Soon ditelinga ayahnya.


"Sabarlah sedikit sayang. Karena kita harus membahas hal lainnya." Ucap ayahnya, sambil menepuk nepuk paha Young Soon dengan pelan.


"Marilah ayah. Sudahlah, aku ngambek nih." Langsung melipat kedua tangannya.


Setelah membahas semuanya, soal pernikahan. Merekapun langsung keluar dari rumah, dan hendak pulang.


"Besok jangan lupa, untuk mengabariku ya sayang." Ucap Bae kepada Min Hwa, sambil menunjukkan ponselnya.


"Aman sayangku. Sampai jumpa besok." Ujar Min Hwa juga, langsung melambaikan tangannya, dan masuk ke dalam mobil, bersama ibunya.


Young Soon langsung naik ke mobil pribadinya juga, bersama ayahnya. Dan seperti tadi, mobil Min Hwa berada di depan. Dan mobil Young Soon berada di belakang.


Di perjalanan. "Kenapa kamu ingin cepat cepat pulang sayang. Apa kamu sakit hati?." Tanya. ayahnya menatap wajah Young Soon dari samping.


"Aku bukan sakit hati ayah. Aku hanya muak berada di rumah pria yang tidak cukup dengan satu wanita. Itulah yang membuatku jijik, dan tidak betah di sana." Jawab Young Soon terus terang, kepada ayahnya.


"Omong omong, kamu jadi sering memainkan ponsel kamu. Dan bahkan kamu terus mengangkat ponsel. Apa sih pekerjaan kamu?." Tanya ayahnya kembali.