
Sampai akhirnya. Young soon berhenti didepan Devian. "Devian, bagaimana memanahku, bagus bukan?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Sangat bagus. Kau memang wanita yang sangat hebat, aku sangat kamu denganmu." Jawab Devian sambil tersenyum.
"Jova, kau memang hebat ya. Aku sangat kagum denganmu." Ucap pengawal yang ada di tempat memanah tersebut.
"Terima kasih banyak." Jawab Young Soon, sambil melambaikan tangannya.
"Kau harus mencobanya juga. Enak tahu, dan bikin ketagihan." Ucap Young Soon, langsung turun dari kuda tersebut.
"Gak mau ah, takut. Kudanya agresif banget." Jawab Devian.
"Kalau begitu, siapa wanita yang akan menyukaimu. Kalau kau penakut begini, aku juga tidak akan menyukaimu, kalau kau begini." Ucap Young Soon, langsung melipat kedua tangannya.
"Apa maksud Young Soon. Apa maksudnya, kalau aku pandai di segala bidang, dia akan menyukaiku. Aku harus berani, kan aku pria sejati, dan akan mendapatkan cinta Young Soon." Ucap batinnya sudah bertekad.
"Siapa takut. Kalau begitu, aku mau menaiki kuda, dan memanah. Kita lihat saja, siapa yang lebih hebat." Ucap Devian langsung naik keatas kuda dengan tampannya.
"Hahahah, anak itu langsung terbawa perasaan. Sungguh lucu." Ucap batin Young Soon menahan tawa.
"Kalau begitu, ini panahnya. Semoga kau berhasil nak." Ucap Young Soon langsung memberikan panah tersebut kepada Devian.
Devian mengambil panah tersebut, dan langsung menggerakkan kuda tersebut untuk jalan. Tanpa basa basi, Devian mengendarai kuda tersebut, dan langsung memanah papan yang ada, sebagai target.
"Wow, kau hebat nak. Aku sangat kagum denganmu." Teriak Young Soon.
"Kau memang hebat. Kan sudah aku katakan, kalau kau akan bisa. Sungguh fantastis." Jawab Young Soon, sambil memberikannya jempol.
"Kalau begitu, mari kita langsung ke ruang pribadi kita. Dimana kita akan melaksanakan misi kita, dan menyeludupkan semua narkoba yang ada disini, ke pembakaran yang ada didekat rumah tuan Vinson ini." Ucap Young Soon berbisik ditelinga Devian.
"Aman. Kalau begitu, mari kita minta izin untuk selesai bermain panahnya, dan langsung ke misi saja." Bisik Devian juga.
"Aman, kau ikuti saja aku. Yuk." Ucap Young Soon langsung menghampiri penjaga penjaga tersebut.
"Halo bro." Sapa Young Soon kembali dengan bahagia.
"Halo Jova. Memanahmu memang sangat keren, aku akui itu. Sungguh beautiful." Ucap penjaga tersebut.
"Terima kasih banyak bro. Kalau begitu, ada urusan yang harus kami selesaikan. Karena ini perintah dari bos Vinson. Aku duluan." Jawab Young Soon, langsung melambaikan tangannya, dan langsung pergi bersama Devian.
Young soon dan Devian, langsung menuju ruang, dimana ruangan tersebut, terdapat barang barang terlarang yang akan dijual, ke remaja remaja yang ada.
Sesampainya, Young Soon dan Devian, langsung masuk ke dalam. "Wah, banyak banget barang terlarang ini. Sungguh hebat juga bos Vinson." Kagum Young Soon, langsung duduk disofa yang ada.
"Kau harus berhati hati Young Soon, karena bisa saja disini ada kamera pengintai. Dan ada barang barang yang bisa membunuh kita." Sedikit cemas Devian.
"Kau tenang saja Devian. Aku ini bukan wanita lemah, seperti yang ada di luaran sana. Aman itu." Ucap Young Soon sambil menaikkan alisnya, sambil melipat kedua tangannya.
"Oh ya Devian. Coba