
Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba ada yang masuk ke dalam restoran. Dan itu adalah Bae.
Bae yang melihat Young Soon, langsung menghampirinya. "Halo Young Soon, mantan terindahku. Bagaimana kabar kamu sekarang?." Tanya Bae langsung duduk.
Sontak Young Soon dan Devian langsung menatapnya, dan Devian menghalangi Bae, agar tidak dekat dengan Young Soon.
"Ada apa kamu di sini, dan siapa yang menyuruh kamu untuk duduk di sini?." Tanya Young Soon, dengan tajam, dan langsung melipat kedua tangannya.
"Kenapa emangnya kalau aku ada disini. Aku kan ingin mengatakan sesuatu." Ucap Bae tersenyum tipis.
Young Soon mengambil ponselnya, yang ada disampingnya, dan meletakkan dipahanya. Ia merekam percakapan Bae, untuk berjaga jaga.
"Sesuatu apa, aku tidak punya banyak waktu dengan pria kotor seperti mu." Lantam Young Soon.
"Sebenarnya aku masih mencintaimu Young Soon. Soal video itu, Min Hwa lah yang menggodaku duluan. Dia yang mengatakan kalau kamu tidak enak di tempat tidur goyangannya, dan dialah yang lebih mantap. Maka sebab itu, aku menyukainya." Jawab Bae langsung mengubah ekspresinya menjadi menyedihkan.
"Security, security." Panggil Young Soon dengan keras, dan membuat Bae bingung.
Security pun datang menghampirinya. "Ya mbak, ada yang bisa dibantu?." Tanyanya.
"Tolong keluarkan pria ini, karena dia mengganggu nafsu makan saya. Jadinya saya tidak nafsu makan lagi. Dia terus mengganggu saya, jadi tolong keluarkan pria ini." Jawab Young Soon menunjuk Bae.
"Baik mbak, mari pak. Anda harus keluar, jangan membuat masalah di restoran mahal ini." Ucap security tersebut, langsung menarik badan Bae untuk berdiri.
"Aku tidak mengganggunya, dialah yang menggangguku." Teriak Bae, dan membuat semua pelanggan melihat ke arahnya.
"Tolong bawa dia pak, mungkin dia orang gila yang ingin makan pak. Tolong pak." Ucap Young Soon dengan jelas.
"Baik mbak, mari kamu." Langsung mengantarkan Bae ke luar restoran tersebut.
"Kau tidak apa apa kan Young Soon?." Tanya Devian kepadanya.
"Aku tidak apa apa, dia benar-benar sudah gila. Sudah mendapatkan kakakku, tetapi tetap saja mau menambah satu lagi. Benar benar playboy." Jawab Young Soon langsung meminum minumannya yang baru datang.
"Syukurlah kalau kau tidak apa apa. Bagaimana soal bos Zax, apa kita pergi sekarang?." Tanya Devian.
"Kalau begitu, makan dulu. Baru kita langsung ke lokasi." Jawab Young Soon langsung memakan makanannya.
Setelah menghabiskan makanan dan minuman. Young Soon pun langsung membayarnya, dan setelah membayar. Mereka keluar dari restoran, dan naik ke motor mereka masing masing.
"Kamu jalan duluan, biar aku ngawasi dari belakang." Ucap Devian sambil mengenakan helmnya, dan langsung menyalakan motornya.
"Baiklah, tapi aku juga bisa sendiri." Langsung menggas motornya, dan Devian berada di belakangnya.
Sesampai lokasi tempat bos Zax, yang tersembunyi. Mereka berdua langsung turun dari motornya, dan Young Soon memimpin di depan, karena Devian juga baru pertama menjadi bodyguard Young Soon.
Merekapun langsung masuk ke dalam ruangan bos Zax, yang ditutupi oleh sebuah dedaunan besar. "Halo bos Zax." Sapa Young Soon, yang melihat bos Zax sedang tidur.
Sontak bos Zax langsung terbangun. "Astaga Young Soon, kau mengagetkanku saja. Kenapa cepat banget datangnya, kenapa tidak malam saja. Nanti ketahuan lagi?." Tanya bos Zax langsung duduk dengan rapi, dan merapikan jasnya.
"Sebelum itu, saya mau memperkenalkan diri saya. Saya Devian bos, bodyguard Young Soon." Ucap Devian langsung menundukkan badannya.
"Tidak perlu kau menundukkan badanmu, bos Zax bukan ceo. Hahaha." Mengejek Young Soon, sambil tertawa.
"Kau ini Young Soon. Yaudah, kalian duduk dulu di hadapanku." Ucap bos Zax, dan Young Soon, Devian langsung duduk di hadapan bos Zax.
"Apa misi selanjutnya bos?." Tanya kembali Young Soon.
Bos Zax pun mengeluarkan berkas misi selanjutnya, dan itu adalah seorang dua pria.
"Pria lagi bos. Apa tidak ada perempuan gitu?." Tanya Young Soon bosan, sambil menyilangkan kakinya.
"Ini juga misi. Mau bagaimana lagi, ini semua sudah aturan dari atasan saya. Kalian hanya perlu mengikutinya saja. Yang terpenting kalian kan digaji." Jawab bos Zax sedikit tegas.
"Baiklah bos, yaudah deh." Pasrah Young Soon, sambil membalikkan bola matanya.
"Dua pria ini, adalah seorang pencuri handal, yang sering mencuri di bagian bank. Mereka menyekap orang orang yang ada, dan mengancamnya dengan harus membayar uang senilai 3M, baru mereka diperbolehkan untuk keluar. Sekarang mereka masih disekap, karena pencuriannya di lakukan kemarin malam. Tentu kalian harus membereskan dua pria ini." Ucap bos Zas menjelaskannya secara detail.
"Wah, kenapa dia menyekap orang orang. Dia kan bisa mengambil uangnya saja?." Tanya Young Soon kembali.
"Kan sudah dikatakan bos Zax tadi Young Soon, mereka menyekap kembali, untuk mendapatkan uang dari orang orang yang mereka sekap. Dengan begitu, uang mereka tambah banyak." Jawab Devian.
"Baiklah. Kalau begitu, itu saja kan bos Zax?." Tanya Young Soon kembali, sambil melipat kedua tangannya kembali.
"Itu saja, dan aku hanya mau mengatakan hal lainnya. Kalau bos mafia yang pernah aku tunjukkan fotonya waktu itu, mereka sudah kembali di kota ini. Dan katanya kemarin malam ia melihat wanita yang begitu hebat. Apa itu kau?." Ucap bos Zax sekaligus bertanya.
"Siapa." Mengingat kembali.
"Apa jangan jangan, pria yang aku cium itu. Soalnya wajahnya seperti tidak asing, jangan jangan dia. Mati aku." Ucap batin Young Soon.
"Hei Young Soon, kenapa kau diam saja. Apa itu kau?." Tanyanya menyadarkan Young Soon.
"Eh, gak tahu sih. Mungkin saja agen rahasia lainnya. Aku tidak ada bertemu dengan pria, memang ada sih. Tapi tidak mungkin dia. Sudahlah, kalau begitu aku pergi dulu bos Zax. See you." Jawabnya langsung berdiri, dan melambaikan tangannya.
Young Soon pun langsung keluar bersama Devian. "Kita mau kemana lagi?." Tanya Devian kembali, sambil mengenakan helmnya.
"Jalan jalan aja deh, mana tahu di jalan jumpa balapan liar lagi. Kan lumayan bisa dapat hadiah yang besar lagi." Jawab Young Soon.
"Astaga, kau ini. Bukannya takut, malah suka dengan balapan liar." Ucap Devian mengerutkan keningnya.
"Sudahlah, jangan banyak omong kamu. Lebih baik kamu ikut saja, karena kamu ini adalah bodyguardku sekarang. Kamu sudah harus ikut kemanapun aku pergi. Yuklah." Ucap Young Soon langsung menggas motornya.
Malam pun tiba, dimana saat Young Soon dan Devian jalan jalan. Tiba tiba saja, ada segerombolan anak remaja sedang mengganggu kakek tua.
"Berhenti." Ucap Young Soon langsung menghentikan motornya.
"Ada apa Young Soon?." Tanyanya langsung membuka helmnya.