
Saat seluruh tamu sedang menunggu kedatangan Young Soon dan mencari cari keadaan Young Soon. Tiba tiba ada yang membuka pintu tersebut dan ia adalah Young Soon yang sudah memakai gaun malam yang sangat indah dan dipenuhi dengan berlian mahal dengan perpaduan gaun hitam dengan berlian yang berkelap-kelip indah.
"Maaf membuat kalian menunggu lama." Ucap Young Soon tersenyum dan semua tamu, langsung menatap ke arahnya.
"Astaga, dia kan adiknya Min Hwa kan. Dia sangat cantik dan itu kan gaun yang sangat mahal dan sangat langka. Kenapa dia bisa mendapatkannya." Kagum semua tamu wanita yang berada di samping Min Hwa.
"Iya tuh, dia sangat cantik dan mengalahkan kakaknya yang ulang tahun."Ujar tamu lainnya sambil berbisik.
"Astaga, kenapa Young Soon sangat cantik. Padahal dulu, dia sangat jelek dan kotor. Bahkan dia tidak pandai merias dirinya, dan kenapa sekarang dia secantik ini." Kagum Bae sampai membuka mulutnya lebar lebar, terheran.
Young Soon pun langsung menghampiri Min Hwa dan berdiri di hadapannya. "Maafkan aku kak, karena aku sudah telat datang. Semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Young Soon tersenyum paksa dan mengucapkan hal yang tidak mau di katakan nya.
"Kenapa anak gila ini, malah cantik dan bahkan mengalahkanku. Tidak bisa ku biarkan lagi. Bisa bisa aku malu di sini." Kata hati Min Hwa menahan emosinya dan mengepalkan tangannya.
"Terima kasih banyak adikku. Kau sangat cantik malam ini dan dari mana kau membeli gaun indah dan mahal ini." Jawab Min Hwa sekaligus bertanya dan memulai aktingnya.
Tiba tiba ibu Min Hwa juga datang dan langsung berdiri di sampingnya. "Sudah sayang, jangan begitu dengan adik mu. Adik mu memang begitu sayang." Ucap Min Soo juga memulai aktingnya.
Eun Ju dan Bae hanya bisa diam dan seluruh tamu juga menatap mereka.
"Kenapa kamu bisa membeli gaun semahal ini adik. Apa kamu menjual diri mu, agar kamu bisa membeli gaun yang mahal ini, dan bisa mempermalukanku. Padahal gaun yang kamu beli ini, dari uang haram mu itu?." Tanya Min Hwa menahan tawa.
"Kau cuma memakai trik bodoh itu. Aku juga bisa memainkan akting kuno mu itu." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis dan menatapnya dengan tatapan tajam.
"Sudah sayang, jangan terlalu jujur kepada yang lainnya.Kasihan Young Soon." Ujar Min Soo ikutan memulai aktingnya.
"Ehem, apa yang kalian katakan itu sih. Kenapa kalian menyakiti perasaanku ini, dan bahkan itu tidak benar yang di kalian katakan." Ucap Young Soon ikutan memulai aktingnya dengan memasang wajah menyedihkan.
"Eh, kenapa dia drama begitu sih." Dalam hati Min Hwa.
"Dari dulu, kalian selalu menyiksaku dan malah mengatakan hal yang tidak benar itu. Kalian jahat banget sih." Ucap Young Soon memainkan dramanya dengan bagus dan mengeluarkan air mata palsu.
Seluruh tamu undangan langsung berbisik bisik. "Kasihan banget Young Soon ya. Padahal itu tidak benar dan kakak, ibunya, malah menjelekkannya. Sungguh jahatnya." Bisik bisik tamu tersebut.
"Iya tuh, jahat banget ya." Ucap tamu undangan lainnya.
"Eh, bukan seperti itu kok maksud kakak, Young Soon. Aku tidak mengatakan hal yang membuat mu sakit hati. Maafkan aku." Ujar Min Hwa mulai merasakan malu dan langsung meminta maaf kepada Young Soon.
"Iya sayang, maafkan ibu juga.Ibu tidak bermaksud untuk menyakiti mu. Maafkan ibu nak." Berpura pura baik dan langsung mengelus bahu Young Soon dengan lembut.
"Sudahlah, jauhkan tangan kalian itu dan aku mau menikmati makanan di pesta ini." Jawab Young Soon langsung tersenyum.
Young Soon langsung menjauhi mereka dan Young Soon langsung menuju meja makanan, yang sudah terdapat kue dan cemilan lainnya.
Young Soon langsung berbalik badan, sambil memegang kue cup. "Iya." Jawabnya.
"Kamu sangat cantik hari ini dan cantiknya kamu, melebihi kakak mu itu." Puji tamu lainnya.
"Iya tuh, dan kamu juga bisa membeli gaun yang langka ini dan ini kan terbilang sangat mahal. Kamu membelinya dengan apa." Puji dan sekaligus bertanya.
"Tentu dengan uang dong, dan jangan banyak bertanya. Saya mau menikmati makanan ini dulu, dan terima kasih atas pujian kalian." Jawab Young Soon tersenyum sambil memakan kue kering tersebut.
"Baik Young Soon, kamu memang sangat beautiful." Ucap kembali tamu tersebut sambil berbincang dengan Young Soon sambil meminum bir dan mengemil cemilan.
Tiba tiba Bae datang dan langsung menghampiri Young Soon. "Halo sayang. Kamu sangat cantik malam ini." Sahut Bae tersenyum dan langsung memegang pinggang Young Soon.
"Terima kasih banyak sayang. Aku kan memang cantik." Jawab Young Soon kembali memainkan aktingnya.
"Hai Young Soon." Sapa Eun Ju langsung menghampirinya juga.
"Hai juga Eun Ju. Kau sangat cantik sayang." Puji Young Soon kepada Eun Ju.
"Terima kasih, tapi kau yang sangat cantik dan mengenakan gaun yang sangat langka dan mahal ini." Jawab Eun Ju tersenyum dan memuji Young Soon.
"Ehm, kalian sangat romantis ya. Baru juga datang, dan sudah romantisan begini. Kan saya jadi panas." Ucap Eun Ju sambil memegang gelas bir dan membalikkan bola matanya.
Disisi lain. "Dasar bangkai, enak saja dia mengambil tamu tamu dan malah tamu itu, tertuju kepadanya. Dan Bae, malah enak enakan dengan Young Soon gila itu." Ucap batin Min Hwa kesal, sambil mengepalkan tangannya.
"Sabarlah sayang, jangan terlalu marah dan tahan emosi mu. Karena ini hari ulang tahun mu sayang." Ujar ibunya menenangkan Min Hwa yang emosi.
Young Soon pun melirik Min Hwa dan Min Soo. "Mampus luh. Makan tuh kecemburuan dan malu, karena aku sudah mengalahkan mu. Emang enak, dasar bodoh." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis dan puas dengan aktingnya.
Young Soon kembali melirik Bae. "Anak ini juga, pakai dekat dekat aku lagi. Malas banget, dekat sampah, seperti dia." Dalm hati Young Soon jijik dan menahan kejijikannya.
Bae pun langsung melirik Young Soon. "Ada apa menatapku sayang. Apa aku terlalu tampan, untuk mu?." Tanyanya tersenyum.
"Hahahah, iya dong. Kan kamu tunangan aku." Ucap Young Soon senyum terpaksa dan menahan kejijikannya.
1 Jam pun berlalu. Dimana pesta ulang tahun Min Hwa sudah berakhir dan semua tamu sudah pulang. Tinggal Bae yang masih ada di rumah tersebut.
"Ternyata tunangan ku sangat cantik juga. Aku jadi tidak bisa menahan nafsuku. Tapi disisi lain lagi, aku menyukai tubuh Min Hwa dan aku mencintainya. Aku hanya memainkan Young Soon, untuk menemani kesepian ku saja. Aku akan membongkar kejahatan ku, saat semua yang ku inginkan, tercapai." Ucap batin Bae tersenyum tipis dengan rencananya.
Saat Bae bahagia dengan rencananya, yang sudah di rencanakannya bersama Min Hwa. Tiba tiba ada yang memanggilnya, dan ia adalah,