Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 49: Racun Di Dalam Teh



"Mana mungkin dia tahu. Dia saja sering keluar dan tidak mau ke dapur. Jarang jarang dia mau ke dapur. Bagaimana dia bisa tahu, kalau kita menaruh racun di teh ayahnya." Jawab ibunya tertawa tipis.


"Tapi kan bu, dia sudah sangat licik." Ucap Min Hwa.


"Dia tidak licik. Tapi dia hanya berpura pura kuat saja. Padahal di dalam dirinya, sangat sedih dan ketakutan. Jangan khawatir sayang, karena dia akan kalah. Dia kan hanya wanita lemah dan kita juga sudah mempunyai preman, yang sudah mempermainkan tubuhnya." Jawab ibunya.


"Memang ibu yang paling hebat deh. Aku akan mempercayai ibu." Ucap Min Hwa memeluk ibunya.


Disisi lain. Di kamar Young Soon. "Hahahah, dasar bodoh. Kamu pikir, aku adalah wanita yang bodoh. Dasar manusia bodoh." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis.


"Kita lihat saja. Siapa yang lemah disini, dan lihat saja, apa reaksi kalian nanti, saat aku menyebarkan semua video ini." Ucap Young Soon tersenyum bahagia dengan rencananya.


"Rekaman sudah beres, dan aku tinggal menyimpannya, dan tinggal upload di waktu yang tepat. Sekarang, semua sudah bagus." Ucap Young Soon langsung menutup rekaman tersebut.


Tiba tiba masuk notifikasi saldonya. Young Soon langsung melihat ATM nya. "What The ****. Kenapa banyak banget woy. 50 M, untuk misi kedua ini. Benar benar kaya sih bos Zax ini. Andai saja dia idamanku. Sudah aku nikahi dia." Ucap Young Soon kembali bahagia.


"Memang bos Zax yang paling kaya sih. Love sekebon untuk bos Zax." Mencium saldo rekeningnya dengan bahagia.


"Sudahlah, besok aku harus cepat datang ke tempat bos Zax, untuk membahas misi selanjutnya." Ucap Young Soon langsung meletakkan ponselnya di samping tempat tidurnya, dan sebelum itu, ia mengunci pintu kamarnya dulu, agar tidak ada yang sembarang masuk ke kamarnya.


"Semua sudah beres. Dan aku akan langsung tidur." Langsung berbaring di tempat tidur dan menutup matanya.


Keesokan paginya. Dimana Young Soon langsung bangun. "Hua. Hari yang indah, dengan uang yang berlimpah." Ucap Young Soon langsung duduk, dan merenggangkan badannya.


Young Soon pun langsung membuka gorden jendelanya. "Ehm, matahari yang indah. Aku sangat bahagia dengan hari ini. Kalau begitu, aku mandi dulu deh. Setelah itu, baru aku sarapan." Ucapnya langsung mandi.


Di kamar mandi. "Setelah aku tidak di Universitas. Mungkin saja Devian akan merindukanku. Hahahah, dan kami akan bertemu nanti malam."


"Untung saja aku sudah menyamar menjadi culun, dan mengenakan kacamata. Sekarang, aku akan mengubah kembali wajahku, dan merias wajahku, agar berbeda dari sebelumnya. Agar teman yang ada di Universitas, tidak mengenaliku."


"Dan sebelumnya, aku juga sering mengenakan masker di Universitas. Sekarang, aku akan kembali ke diriku kembali." Ucap batin Young Soon sambil membahasahi seluruh tubuhnya.


Setelah selesai mandi. Ia pun langsung mengenakan pakaian yang baru ia beli, yaitu pakaian jaket kulit hitam, dan celana hitam. Young Soon mengenakan pakaian hitam selalu.


"Pakaian yang indah. Dan aku suka hitam. Hidupku tidak perlu di warnai, karena aku suka hitam." Ucap batin Young Soon langsung keluar dari kamarnya dan turun ke dapur.


Sesampai dapur. "Selamat pagi ayahku." Langsung mengecup pipi ayahnya dan duduk di samping ayahnya.


"Pagi juga sayang ayah. Kamu cantik banget hari ini. Mau kemana?." Tanya ayahnya.


"Biasa ayah, mau shoping dan ke rumah teman." Jawabnya dengan bahagia.


"Oh ya adikku. Kamu sering berbelanja, uangnya dari mana saja. Apa kamu bekerja yang tidak sepantasnya di lakukan?." Tanya Min Hwa mencoba membuat masalah.


Young Soon langsung menatapnya dengan tatapan tajam. "Apa yang kau maksud itu. Aku sudah bekerja. Karena aku bukan anak manja seperti diri mu kakak." Jawab Young Soon mengejeknya.


"Apa kamu bekerja sebagai wanita malam?." Tanyanya kembali sambil sedikit menghina Young Soon.


"Apa kata mu. Yah, lihat Young Soon. Dia berani melawan kakaknya sendiri." Mengadu kepada ayahnya.


"Sudahlah, kalian jangan bertengkar terus. Kita ini lagi sarapan, dan jangan membuat masalah di pagi hari begini." Tegas ayahnya, menatap wajah Young Soon dan Min Hwa.


"Baik ayah." Jawab mereka kembali fokus sarapan.


"Kalau saja bukan karena ayah. Sudah ku bunuh kau." Ucap batin Young Soon sambil mengunyah sarapannya.


Tiba tiba Min Soo datang. "Ini teh kamu sayang. Silahkan di minum." Ucap Min Soo langsung meletakkannya di dekat Park Young.


"Terima kasih banyak istriku." Jawabnya langsung menghadapkannya ke hadapannya.


Sontak Young Soon langsung menatap ke arah teh tersebut. "Pasti teh itu sudah diberi racun oleh Min Soo gila ini. Aku harus menghentikan ayah, agar ayah tidak meminum teh itu." Ucap Young Soon langsung memikirkan caranya, dan langsung mendapatkannya.


Ayahnya pun mau meminum teh tersebut. Saat ayahnya mau meminumnya. Young Soon berpura pura mengambil gelas yang ada di dekat ayahnya, dan tanpa di lihat , Young Soon langsung menyenggol kopi tersebut.


Otomatis, gelas yang berisi teh tersebut, langsung tumpah ke meja. "Eh, maafkan aku ayah. Maaf aku tidak sengaja ayah." Ucap Young Soon langsung memainkan aktingnya.


" Ya ampun sayang. Untung saja pakaian ayah tidak kena. Hanya mejanya saja yang basah."


"Bi, bi." Panggil bibi di rumah tersebut.


Bibi rumah itupun langsung datang ke meja makan. "Iya pak. Ada yang bisa saya bantu?." Tanya bibi pembantu tersebut.


"Tolong bersihkan teh yang tumpah di meja ini. Saya mau pindah ke ruang tamu saja." Jawab Park Young langsung berdiri.


"Maafkan aku ya ayah ku sayang." Memasang wajah menyedihkan.


"Tidak apa apa sayang. Kalau begitu, mending kamu buatkan teh yang baru. Khusus buatan kamu. Kamu mau?." Tanya ayahnya.


"Mau banget ayah. Kalau begitu, ayah duduk di ruang tamu dulu. Akan Young Soon buatkan teh untuk ayah." Langsung membuatkan secangkir teh di dapur.


Disisi lain. "Sial. Anak itu malah menghalangi jalanku, untuk menghabisi ayahnya. Dasar Young Soon bodoh." Kesal Min Soo sampai mengepalkan tangannya.


Min Hwa langsung mengelus pundak ibunya, karena tahu, kalau ibunya sedang kesal. "Sabarlah bu. Sabar." Ucap Min Hwa berbisik di telinga ibunya.


Young Soon pun sudah membuat teh untuk ayahnya. Dan Young Soon langsung mengantarkannya ke ruang tamu. "Ini ayah teh untuk ayah." Langsung meletakannya di atas meja tersebut.


"Terima kasih banyak sayang. Kamu memang anak yang paling baik." Mengelus rambut Young Soon.


"Kalau begitu, aku duluan ya ayah. Ada hal yang harus aku kerjakan di luar. Aku pergi dulu ayah." Mencium tangan ayahnya, dan langsung pergi meninggalkan rumahnya.


Di luar rumah. Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari,