
Ditengah jalan. Tiba tiba ponselnya berdering dan saat ia mengangkatnya, itu adalah telepon dari Bae.
"Halo, ada apa?," tanyanya.
"Aku lagi mau arah pulang ini sayang. Apa kau rindu denganku, hingga kau menghubungiku?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya dan memulai aktingnya.
"Aku merindukan mu sayang. Yaudah deh, kalau masih di jalan. Nanti kita sambung, dah sayang." Ucap Bae.
"Dah juga sayang," langsung mematikan ponselnya.
"Huek, malas banget aku manggil dia dengan sebutan itu. Najis." Jijik Young Soon dengan perkataannya sendiri.
Saat Young Soon mau menggas motornya. Ia melihat ada komplotan geng motor yang sedang balapan. Young Soon pun langsung menghampiri mereka.
"Halo, kalian balapan ya?." Tanyanya kepada geng motor tersebut yang sedang berkumpul.
"Kau siapa dan kenapa tidak membuka helm mu itu?," tanya anak muda tersebut.
"Itu bukan urusan mu. Bagaimana kalau kita balapan, yang kalah harus membayar 50JT kepada si pemenang. Bagaimana?." Tanya Young Soon sambil menaikkan alisnya.
"Jangan takut lho. Masa sama cewek aja takut." Mengejek mereka, agar mereka mau ikut balapan dengannya.
"Siapa takut, gaslah. Paling juga aku yang menang. Yakan gaes, karena dari setiap musuhku, akulah yang selalu memenangkan balapan motor ini." Sombong anak muda tersebut kepadanya.
"Jangan terlalu menyombongkan diri mu nak. Mari kita mulai sekarang, daripada banyak omong." Ucap Young Soon langsung bersiap siap dan begitu pula dengan anak muda tersebut.
"Apa kalian sudah siap?." Tanya teman anak muda tersebut sambil memegang bendera balapan.
Mereka berdua langsung mengangguk, menandakan kalau mereka sudah siap. "Kalau begitu, satu, dua, tiga." Mengkibarkan bendera tersebut.
Mereka langsung balapan di jalan yang sepi itu. Young Soon yang memiliki kekuatan, langsung menggas motornya dengan kecepatan yang lebih tinggi, sampai melewati batas kecepatan. Otomatis motornya memimpin di depan dan anak muda tersebut di belakangnya.
"Astaga, kenapa wanita itu begitu cepat dan meninggalkanku jauh di depan sana. Aku tidak boleh kalah." Ucap anak muda tersebut langsung menyusul Young Soon yang sudah jauh di depan.
Tak menghabiskan banyak waktu, Young Soon langsung kembali ke garis start dan ia memenangkan pertandingannya. Seketika itu juga, teman anak dari anak muda tersebut langsung melongo dan melotot melihat wajah Young Soon yang masih memakai helmnya.
"Bagaimana, apa kalian masih meremehkan ku." Ucap Young Soon langsung membuka helmnya dan mengkibas rambutnya yang terurai.
"Wah, cantik banget." Terpesona dengan kecantikan Young Soon.
"Terima kasih banyak," tersenyum Young Soon dan menunggu anak muda yang diajaknya balapan.
Anak muda yang balapan dengannya pun datang juga dan dia berada tepat di sampingnya. Young Soon langsung menatapnya. "Bagaimana, kau masih mau merendahkan kemampuanku ini." Tanya Young Soon, kembali menaikkan alisnya.
"Kau sungguh hebat, padahal aku yang dikenal sebagai pembalap yang tidak pernah kalah. Malah dikalahkan oleh seorang wanita seperti mu ini. Kirimkan nomor rekening mu dan aku akan langsung mengirimkannya." Jawab anak muda tersebut langsung mengambil ponselnya dan masih kagum dengan pesona dari Young Soon.
"Sudah, lain kali kita akan balapan lagi," ucapnya tersenyum.
"Aku duluan dan sampai jumpa. Mungkin kita akan bertemu lagi nak." Jawab Young Soon kembali memakai helmnya dan langsung pergi dari tempat tersebut dengan kecepatan tinggi.
Sesampai rumah. Young Soon langsung membuka helmnya dan langsung memarkirkan motornya di parkiran rumahnya. "Senangnya hari ini. Dapat uang banyak aku." Bahagia Young Soon karena mendapatkan banyak uang.
Setelah memarkirkan motornya. Young Soon pun langsung masuk kedalam rumah. Saat Young Soon masuk kedalam. Ia langsung ditampar oleh ibu tirinya. "Plak." Bunyi tamparan tersebut.
Young Soon langsung menatap wajah ibu tirinya. "Apa yang kau lakukan ini?." Tanyanya sambil memegang pipinya yang terkena tamparan tersebut.
"Karena ayah mu sedang pergi dinas. Jadi aku bisa menampar mu sepuas mungkin dan aku akan menyiksa mu." Jawab ibu tirinya mempelototinya.
"Jangan mempelototi ku dengan wajah jelek mu itu." Langsung inti Young Soon menghinanya.
"Astaga, aku baru ingat kalau hari ini ayah akan dinas dan ayah tidak sempat memberitahukannya kepada ku, karena ayah masih mempercayai si keluarga bego ini. Di masa lalu, di hari ini. Aku mendapatkan siksaan yang begitu sakit, sampai sekujur badanku di penuhi dengan darah." Dalam hati Young Soon kembali mengingat masa lalunya.
"Kenapa kau diam saja, dasar wanita ga tahu diri," tanya Min Hwa juga ikut ikutan.
"Kenapa emangnya kalau aku diam saja. Kau belum tahu, bagaimana sifat asliku. Jadi jangan coba coba untuk membangunkan singa yang sedang tidur ini." Jawab tajam Young Soon menatapnya dengan penuh kebencian.
"Sudahlah, tidak ada gunanya aku berbicara dengan binatang. Kalian tidak akan mengerti, bahasa manusia juga. Justru membuat mulutku sakit. Lebih baik aku tidur di kamarku." Ucapnya langsung menghiraukan kakak tiri dan ibu tirinya.
Saat Young Soon mau naik ke lantai atas. Tiba tiba tangannya di tahan oleh ibu tirinya. Young Soon langsung berbalik badan. "Jauhkan tangan kotor mu itu, dasar tua bangka." Ucap Young Soon kembali menghinanya.
"Apa!, kau memanggilku tua bangka. Sini kau, aku akan memberi mu pelajaran, atas perlakuan mu kepadaku." Penuh amarah ibu tirinya atas hinaan yang diberikan Young Soon.
Saat ibu tirinya mau menarik tangan Young Soon. Ia tidak bisa menariknya dan rasanya sangat berat. Young Soon tidak sedikit pun bergerak dari tempat tersebut dan ia langsung menguap. Tanpa basa basi, Young Soon langsung menarik tangannya dan melepaskan tangan ibu tirinya. "Kan sudah ku katakan, jauhi tangan kotor mu itu, dasar binatang!." Tegas Young Soon langsung naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.
Ibu tirinya yang terjatuh akibat tadi. Dan membuat pantatnya kesakitan. "Aduh, pantatku," kesakitan ibu tirinya.
"Apa ibu baik baik saja. Biar Min Hwa bantu." Langsung mendirikan ibunya dan menuntunnya ke sofa dan mereka langsung duduk.
"Aku tidak akan membiarkan Young Soon bahagia di atas penderitaanku. Dia sudah membuatku begini, tentu aku akan membalasnya." Kesal Min Soo.
"Ibu hanya heran dengannya, kenapa dia sangat berubah dan dia bisa jadi wanita yang penuh dendam dan ibu sampai gemetar melihat sorotan matanya itu." Masih bingung ibunya.
"Entahlah bu, dia memang benar benar berubah dan dia bukan Young Soon yang kita kenal lemah itu. Tapi sekarang dia adalah Young Soon yang penuh banyak akal dan pendendam." Ucap Min Hwa juga satu pemikiran dengan ibunya.
Disisi lain. Young Soon langsung duduk di ranjangnya dan langsung melihat saldo rekeningnya. "Banyaknya uang ku, jadi 150 juta dalam sehari. Enak juga kerja menjadi agen rahasia. Aku menyukainya, demi money." Bahagia Young Soon.
Ditengah kebahagiaannya. Tiba tiba ponselnya kembali berdering dan itu telepon dari,