
Sontak Young Soon melihat ke arahnya, dan yang membukakannya adalah Min Hwa dan Min Soo di belakangnya.
"Halo kakak dan ibuku tersayang. Bagaimana kabar kalian di kamar?." Tanya Young Soon sambil melipat kedua tangannya, dan menaikkan alisnya.
"Kenapa kamu ada di sini, apa kamu mau mengejek kami, karena kami di kurung oleh ayahmu?." Tanya balik Min Hwa sambil memasang wajah jijik.
"Aku di sini, hanya mau menyampaikan. Kalau besok kamu akan membicarakan soal pernikahan dengan Bae. Kalau bukan karena hal ini, aku juga jijik menghampiri sepasang anak dan ibu yang hanya bisa main di belakang saja. Dasar, dan jangan sampai membuat malu kau besok Min Hwa." Jawab Young Soon langsung masuk ke kamarnya, dan meninggalkan mereka berdua.
Setelah Young Soon masuk ke kamarnya. Min Hwa mengepalkan kedua tangannya. "Sial, dasar Young Soon j*l*ng. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia. Aku akan membuatmu menderita." Marah Min Hwa langsung memukul tembok yang ada di sampingnya.
"Tenanglah sayang, jangan sampai ayahmu mendengarnya. Atau kamu akan di berikan hukuman lagi, dan kamu tidak jadi membahas pernikahan kalian. Mending kita istirahat dulu." Ucap ibunya menenangkan perasaan Min Hwa yang sedang marah, dan mereka langsung masuk ke kamar mereka berdua.
Di kamar Young Soon. "Argh, lelah banget aku hari ini. Tapi semua itu menghasilkan buah yang begitu indah, dan aku juga bertemu dengan mafia kejam di kota ini. Tapi kalau di lihat lihat, dia memang tampan juga sih. Hahahah, dasar matamu ini Young Soon." Tertawa sendiri.
Saat Young Soon sedang berbicara sendiri. Tiba tiba saja ponselnya berdering. Sontak Young Soon kaget, dan langsung mengambil ponselnya.
"Nomor siapa ini, kenapa nomor tidak dikenal. Angkat aja deh, mana tahu penghasil uang. Hahahah." Ucapnya kembali tertawa, dan langsung mengangkat teleponnya.
"Halo, siapa ya?." Tanya Young Soon langsung.
"Apa kamu sudah melupakanku baby." Tanya balik seorang pria.
"Apa kamu melupakan soal balapan tadi. Kamu tahu kan soal pria yang balapan dengan kamu, dan mengedipkan sebelah matanya." Tanya kembali pria tersebut.
"Hah, berarti dia mafia kejam itu dong. Dapat dari mana dia nomor ponselku." Ucap batin Young Soon bingung jadinya.
"Dapat dari mana kamu nomor ponselku. Apa kamu memasang kamera di sekitar rumahku. Jujur kamu, atau kami akan habis ditanganku?." Tanya balik Young Soon kembali kesal.
"Itu tidak penting, karena yang terpenting. Aku bisa berbicara denganmu, lewat ponsel, dan menggunakan bahasa yang indah. Apa besok kita bisa bertemu." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Pria ini benar benar keterlaluan menggodanya. Aku tidak bisa menerimanya terlebih dahulu." Ucap batin Young Soon kembali.
"Bagaimana cantik. Apa kamu melupakannya, atau memang kamu ingat, dan tidak mau memberitahukannya kepadaku. Apa kamu sudah mulai menyukaiku juga?." Tanya balik pria tersebut.
"Kamu Tyger Carl, banyak omong banget sih kamu. Ada hal apa kamu menghubungiku?." Tanya kembali Young Soon dengan cueknya.
"Besok bisakah kita bertemu baby, akan aku katakan hal yang mau aku katakan kepadamu. Dan tentunya kamu akan menyukainya sayang." Jawab pria tersebut, sambil menyeringai nakal.
"Pria ini benar benar menganehkan. Aku harus mematikannya." Ucap batin Young Soon langsung