Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 42: Ruang Bawah Tanah



Saat Young Soon mau duduk.Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari Eun Ju."Sebentar ya, mau mengangkat teleponnya dulu."Ucapnya langsung mengangkat ponselnya.


"Halo."Panggilnya.


"Ini aku Eun Ju, kau dimana Young Soon?."Tanyanya.


"Aku lagi ada urusan mendadak ini.Dan aku lagi dalam perjalanan.Nanti kita sambung lagi ya.Dah."Langsung mematikan ponselnya.


"Maaf tadi ada telepon sebentar.Kalau begitu, mari kita kerjakan tugas kita."Ucap Young Soon langsung mengeluarkan buku tugasnya, dan Erika mengikutinya.


Setelah beberapa menit mengerjakannya.Pak Barnes pun datang, sambil membawa jus tersebut."Ini jus kalian berdua.Silahkan di nikmati."Ucap pak Barnes langsung meletakkannya di atas meja.


"Terima kasih banyak pak Barnes, anda jadi repot repot."Ucap Young Soon tersenyum dan langsung mendekatkan jusnya.


"Terima kasih pa.Kebetulan aku haus juga."Ucap Erika.


"Sama sama sayang, papa mau ke dapur dulu ya."Langsung ke dapur.


Disisi lain."Aku harus berpura pura pingsan.Mungkin saja, di jus Erika, juga diberikan obat tidur, agar ia tidak tahu, kalau ayahnya seorang pembunuh.Aku harus berpura pura pingsan."Ucap batin Young Soon.


"Kalau begitu, kita minum dulu jus kita yuk Erika."Ucap Young Soon menatapnya.


"Yaudah deh."Merekapun langsung meminum jus tersebut.


Setelah meminum jus tersebut.Tiba tiba Erika merasa pusing kepala, dan Young Soon pun akting pusing kepala.Dan Erika langsung pingsan beneran, sedangkan Young Soon pingsan pura pura."Dengan begini, pak Barnes percaya."Ucap batin Young Soon pingsan pura pura.


Pak Barnes pun langsung datang menghampiri mereka."Hahahahah, tidur juga mereka.Dengan begini, anakku tidak akan tau, kalau papanya seorang pembunuh.Dan target selanjutnya adalah nona Jova.Aku akan langsung membawanya ke ruang bawah tanah."Ucapnya langsung menggendong Young Soon.


"Sudah kuduga, kalau dia menyembunyikan pekerjaannya di ruang bawah tanah.Dan aku akan langsung dibawa ke ruang bawah tanah.


"Untung saja, tadi aku sudah menaruh kamera mini, di depan pakaianku ini, dan aku sudah menyambungkannya ke ponsel ku, yang ada di sofa tadi.Dan aku sudah menyembunyikan pistol di belakang pakaianku.Dengan begini, aku bisa langsung membunuhnya."Ucap batin Young Soon.


Pak Barnes pun langsung fokus melihat kedepan.Dan Young Soon sedikit membuka mata kirinya."Ouh, ternyata ruang bawah tanahnya, di belakang lemari kamarnya."Ucap batin Young Soon kembali menutup matanya, karena pak Barnes mau melihatnya.


Pak Barnes pun langsung turun ke bawah tanah, dan menutup kembali lemari tersebut.Di bawah tanah, Young Soon langsung di letakkan di ranjang pasien, untuk membedahnya.


"Ginjal kamu, akan saya ambil, dan akan saya jual kepada orang kaya.Dan kamu akan hidup kembali kok, tapi di tubuh orang lain.Hahahah."Ucapnya langsung mengambil alat bedah dan membelakangi Young Soon.


Young Soon pun langsung mengintip."Ternyata ini tempatnya, banyak sekali darah benghamburan.Dasar psikopat."Ucap batin Young Soon langsung menutup matanya, karena pak Barnes menghampirinya.


"Sebelum itu, pakaian mu akan aku buka dulu ya, dan akan aku lihat tubuh mu yang indah ini.Eh, tunggu dulu, sarung tangannya belum."Kembali mengambil sarung tangan dan membelakangi Young Soon kembali.


"Ini kesempatanku untuk mengeluarkan pistol."Ucap Young Soon langsung duduk dan sudah mengambil pistolnya dari belakang pakaiannya.Ia pun langsung berdiri dan menyondongkan pistolnya ke arah belakang pak Barnes.


"Eh, kenapa kamu sadar, dan sejak kapan kamu mempunyai pistol itu?."Tanya pak Barnes langsung khawatir.


"Apa anda takut.Apa anda takut pak Barnes?."Tanyanya langsung mengeluarkan satu pistolnya lagi, dan langsung menarik pelatuknya, untuk siap menembak.


"Kenapa kamu mencoba membunuh orang, demi kaya.Kan masih banyak pekerjaan lainnya.Kenapa bekerja yang tidak bagus begini.Dimana akal sehat mu.Bahkan kau, membunuh istri mu sendiri.Dimana akal sehat mu."Tanya Young Soon sambil menaikkan alisnya.


"Aku melakukan ini semua, juga demi anakku.Dia terus meminta sesuatu, dan aku harus apa, kalau tidak melakukan pekerjaan yang bisa mendapatkan uang secepatnya.Ini semua demi anakku."Jawab pak Barnes tersenyum.


"Kau kan bisa menjelaskannya secara baik baik dengan anak mu.Kenapa kau harus mengalah?."Tanyanya kembali.


"Bagaimana aku tidak mengalah, karena dia selalu saja mencoba mengancam ku, akan meninggalkan ku."Jawab pak Barnes kembali.


"Tolong, jangan bunuh saya.Saya mohon, saya masih mau hidup."Ucap pak Barnes langsung meminta mohon kepada Young Soon dan mundur ke belakang.


"Katakan, apa kau yang membunuh istri mu sendiri?."Tanya Young Soon untuk memastikannya.


"Benar, aku yang membunuhnya, karena dia selalu saja banyak bicara dan terus menghinaku.Jadi, aku bunuh saja dia, dan aku jadikan sup daging.Yang aku seduhkan waktu itu, itu adalah daging Istriku.Hahahaha."Jawabnya sambil tertawa.


"Apa ada ruangan lainnya, selain ini?."Tanya Young Soon kembali menanyakannya.


"Tidak ada, tapi aku menyimpan tubuh mereka, dan tulang tulang mereka, di belakang rumahku sendiri.Aku sudah memberitahukannya kepada mu, jangan bunuh aku.Karena aku masih mempunyai anak."Jawabnya jujur dan memohon kepada Young Soon.


"Kau memohon untuk aku mengampuni mu.Bagaimana dengan manusia yang sudah kau bunuh itu.Apa kau tidak kasihan dengan tangisan mereka, yang terus meminta pulang, dan meminta agar di ampuni.Apa kau tidak kasihan dengannya.Hah!."Tanyanya dengan tegas dan penuh amarah.


Young Soon yang kehilangan kesabaran.Langsung memukul ranjang pasien tersebut dengan tangannya.Dan sontak, ranjang tersebut terbelah menjadi dua dengan muda.Pak Barnes yang melihatnya langsung ketakutan, sampai membuka matanya lebar lebar menatap ranjang tersebut.


"Aku baru membelinya beberapa bulan.Kenapa kau bisa membelahnya secara mudah?."Tanyanya terkejut dan langsung ketakutan.


"Kenapa emangnya, kau takut denganku.Jangan takut dong.Kau bilang, mau membunuhku, bunuh dong.


"Tapi, sebelum itu.Aku akan membebaskan mu, dengan 1 syarat.Kau harus menjelaskan korban korban yang sudah kau bunuh, dan kau ambil jantungnya.


"Setelah kau menjelaskannya, aku akan membebaskan mu, dan aku tidak akan melaporkannya ke kantor polisi, karena aku tidak punya bukti.Kalau begitu, cepat jawab pertanyaan, pertanyaan ku."Ucap Young Soon menaikkan alisnya.


"Oh ya, apa kau juga yang membunuh kedua orang tua seorang anak yang bernama Davien?."Tanyanya.


"Benar, benar aku yang membunuhnya.Sebab itu, saat kau datang bersama anak itu.Aku langsung mengingat kedua orang tuanya, dan langsung mengabaikannya.Aku yang membunuh kedua orang tuanya."Jawab pak Barnes jujur dan bertekuk lutut didepannya.


"Berapa korban yang sudah kau ambil organ tubuhnya?."Mengintrogasi.


"Korban yang sudah aku ambil organnya, berkisar,