
Young Soon pun mengembalikan foto tersebut ke pelukan Tyger Carl. Young Soon langsung ke dapur, untuk membuatkan sarapan pagi.
"Ehm, cocoknya buat sarapan apa ya ini," melihat beberapa sayuran dan daging yang ada di kulkas.
"Wah, mending aku buat daging iga kecap, dan sayuran tumis, dan sayuran santan saja deh. Mereka pasti menyukainya. Dan tentunya dengan telor Korea." Bahagia, dan mulai memotong sayuran yang ada.
Young Soon pun fokus memasak, dan saat ia fokus. Tiba tiba saja ada yang memeluknya dari belakang. Sontak Young Soon kaget.
"Kamu sedang buat apa sayang?" tanya yang tidak lain lagi ialah Tyger Carl.
"Kau ngapain meluk meluk sih. Lepasin, atau aku siram kau pakai minyak panas ini." Kesal Young Soon, karena ada yang memeluknya dari belakang.
"Kamu jangan seperti itu. Ada anak anak sedang di ruang tamu. Kau mau mencari ribut denganku. Nanti mereka tidak suka. Maka sebab itu, kamu diam saja. Biar aku bantu yang lainnya." Jawab Tyger Carl penuh senyuman, dan langsung melepaskan pelukan tersebut.
Tyger Carl pun membuatkan minuman jus untuk anak anak. "Aku akan membuat jus untuk anak anak. Biar mereka sehat, dan setelah itu. Baru kita jemput ibu Chiko dan Bunga." Ucap Tyger Carl, langsung memotongi mangga, dan alpukat.
Young Soon melihat ke belakang punggung Tyger Carl, yang sedang fokus memotong buah buahan.
"Dia sudah seperti seorang calon ayah. Romantis." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis, dan kembali memasak.
Selesai membuat sarapan, dan Tyger Carl juga sudah selesai membuat jus. Tyger Carl langsung memanggil anak anak untuk mandi bersama, dan Young Soon membersihkan meja makan untuk mereka makan bersama.
Setelah beberapa menit, Tyger Carl dan anak anak mandi bersama, dan sudah mengenakan pakaiannya masing masing.
"Mari kita maakan bersama anak anak." Ucap Tyger Carl, dengan ekspresi bahagia.
Mereka semua langsung berkumpul di satu meja bersama. "Kalian makan yang banyak ya anak anak. Biar kalian cepat tinggi, seperti kakak." Ujar Tyger Carl.
"Tentu saja kak. Kami kan ingin cepat tinggi seperti kakak. Agar banyak wanita yang menyukai kami. Seperti kakak menyukai kak Young Soon." Tertawa semua anak anak, kepada Tyger Carl dan Young Soon.
Sontak Tyger carl dan Young Soon saling bertatapan. Tyger Carl malah bahagia, dan tersenyum menggoda Young Soon. Young Soon hanya bisa menghela nafas panjang, dan langsung memalingkan wajahnya, dengan pipi yang sedikit memerah.
"Dia memalingkan wajahnya karena salting. Benar benar menggemaskan." Ucap batin Tyger Carl kembali tersenyum tipis.
Merekapun makan, sambil bercanda gurau. Selesai makan, Tyger Carl dan Young Soon langsung pergi ke rumah sakit, untuk menjemput ibu Chiko dan Bunga.
Sesampai rumah sakit. Young Soon dan Tyger Carl, langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam bersama.
Young Soon dan Tyger Carl, langsung masuk ke dalam ruang istirahat bu Min Seol.
"Pagi bu Min Seol," sapa Young Soon, sambil tersenyum bahagia, bersama Tyger Carl juga.
"Tentu untuk menjemput anda. Karena hari ini, anda sudah bisa pulang." Jawab Young Soon, sambil tersenyum kembali.
"Terima kasih banyak untuk kalian berdua. Kalian benar benar membantu kami. Kami tidak akan melupakan kebaikan kalian berdua." Menangis bu Min Seol, dan Young Soon langsung memeluk Young Soon.
"Tidak perlu berterima kasih bu. Ini semua sudah rezeki ibu." Ucap Young Soon ikut meneteskan air matanya, karena bahagia.
"Kalau begitu, kalian mengobrol lah dulu. Aku akan membayar biaya rumah sakit ini dulu. Aku permisi." Ujar Tyger Carl langsung keluar dari ruang istirahat, dan membayar biaya rumah sakit.
"Pacarmu benar benar baik ya. Kamu harus bersyukur. Karena memiliki pacar yang sebaik dirinya." Ucap bu Min Seol, sambil mengelus kedua tangan Young Soon.
"Kalau dilihat lihat. Tyger Carl orang yang sangat lembut dan baik. Apa aku menyukainya. Entah kenapa, saat membahasnya. Jantungku berdetak dengan kencang." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis.
"Iya bu. Saya sangat bersyukur, mempunyai pacar yang sebaik dia. Dan kalau begitu, saya akan merapikan pakaian anda." Jawab Young Soon, langsung merapikan pakaian bu Min Seol, ke dalam tas yang sudah dibawa oleh Young Soon.
Setelah merapikan semua pakaian ke dalam tas. Young Soon pun membantu bu Min Seol turun dari tempat tidur. Dan tiba tiba saja Tyger Carl datang, dan membawa sebuah kursi roda.
"Ibu duduk di kursi roda ini saja. Biar saya yang mendorongnya. Kamu tidak perlu mendorongnya sayang. Sini tasnya, biar aku yang membawanya." Ucap Tyger Carl langsung membantu bu Min Seol duduk di kursi roda. Dan Tyger Carl mengambil tas yang dipegang oleh Young Soon.
Tyger Carl menyandangkan tas tersebut, dan mendorong kursi roda tersebut ke luar.
Di luar ruang istirahat, Young Soon melirik Tyger Carl. "Sepertinya aku benar benar menyukainya." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis.
Merekapun langsung masuk ke dalam mobil, dan tentunya Tyger Carl membantu bu Min Seol, untuk masuk ke dalam mobil. Dan Young Soon memasukkan kursi roda ke dalam bagasi belakang mobil.
Merekapun berangkat menuju panti asuhan. Di perjalanan, "oh ya nak Young Soon. Apa Chiko, Bunga, dan anak lainnya baik baik saja di panti asuhan?" tanya bu Min Seol, sambil menatap wajah Young Soon.
"Ibu tidak perlu mengkhawatirkannya. Semua sudah aman, dan mereka sangat bahagia di sana. Dengan begitu, ibu tidak perlu memikirkan hal hal yang membuat ibu pusing. Karena saya akan membantu anda." Jawab Young Soon kembali tersenyum, dan mengelus kedua tangan Min Seol.
"Terima kasih banyak. Kalian benar benar orang yang baik. Saya doakan, semoga kalian bersama, dan cepat menikah." Mendoakan Young Soon dan Tyger Carl.
Sontak Young Soon melihat ke belakang badan Tyger Carl, dan Tyger Carl melihat Young Soon dari cermin depan. "Aku memang akan menikahi Young Soon. Karena aku benar benar mencintainya, dan aku tidak akan membiarkan siapapun, untuk mendekatinya. Karena aku benar benar terobsesi dengannya." Ucap batin Tyger Carl, sambil tersenyum tipis.
Sesampai di panti asuhan. Tyger Carl langsung membantu kembali bu Min Seol untuk duduk di kursi roda. Dan Tyger Carl kembali menyandang tas tersebut.
Tyger Carl langsung mendorong kursi rodanya, bersama Young Soon yang ada disampingnya. "Anak anak, buka pintunya. Ini kakak Young Soon." Ujar Young Soon dari luar.
Pintu pun terbuka, dan yang membukakan pintu tersebut, adalah