
"Oh ya Devian. Bagaimana dengan keadaan Universitas sekarang?." Tanya Young Soon sambil meminum kopinya.
"Soal itu, sudah cukup baik sih. Tapi, besok adalah hari kelulusan, karena tugasku sudah selesai disana." Jawab Devian sambil meminum minumannya.
"Kenapa cepat banget?." Tanya Young Soon sambil melipat kedua tangannya.
"Itu sudah lama. Kamu saja yang baru mendaftar di kuliah kami. Bagaimana sih." Ucap Devian kepadanya.
"Baiklah, baiklah. Besok aku akan datang ke universitas mu, untuk melihat mu wisuda." Ucap Young Soon tersenyum tipis.
Selesai mereka minuman. Devian langsung membayarnya. "Kalau begitu, mari naik ke motorku." Ucap Young Soon langsung naik ke motornya dan mengenakan helmnya.
"Baiklah." Menurut Devian langsung naik ke motor Young Soon.
"Pegang pinggangku." Perintah Young Soon, dan Devian langsung menurut, ia langsung memeluk pinggang Young Soon, dan Young Soon langsung menggas motornya menuju sorum mobil mahal.
Di tengah perjalanan. Young soon tidak sengaja melihat sekumpulan remaja, sedang bermain balap liar, dan ia juga melihat ada sebuah mobil lamborgini yang terparkir disana, dengan diberikan bunga didepan mobil tersebut.
Sontak Young Soon berhenti mendadak, dan membuat Devian semakin memeluk Young Soon dengan erat. Itu membuat pipinya semakin memerah. Devian pun langsung menjauh dari pelukan Young Soon. "Kenapa kamu mengerem mendadak?." Tanya Devian.
"Ada balap liar disana. Aku mau lihat dulu, dan jangan banyak komentar. Kamu hanya perlu ikut saja, karena kamu sudah menjadi bodyguardku." Jawab Young Soon langsung menggas motornya menuju tempat balap liar tersebut.
Sesampainya, ia langsung turun, dan membuka helmnya. Devian pun ikut turun, dan berdiri disampingnya Young Soon, dengan baik dan kalem.
"Kau siapa. Datang datang bertanya, dan langsung mengambil rokokku?." Tanya remaja remaja tersebut.
"Aku lihat kalian mau balap liar ya. Apa hadiah ya, dan apa aku bisa ikut?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Tentu saja kami sedang balap liar. Dan hadiah ya kan sudah terlihat dari sana, apa kau tidak melihatnya." Jawab mereka langsung menunjuk mobil tersebut.
"Wow, sungguh fantastis hadiahnya. Boleh juga aku ikut balapan ini, dengan begitu, aku gak perlu ngeluarin uang lagi deh. Kan sudah ada yang gratis didepan mata. Aku hanya perlu balapan, dan langsung dapat hadiah deh." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis, sambil mengisap rokoknya.
"Kenapa kau senyum senyum sendiri. Apa mau ikutan balap liar juga. Tapi mana bisa kau, kau kan wanita." Tanya remaja remaja tersebut.
"Kau jangan meremehkanku. Siapa nama mu, biar aku ingat, dan kalian juga ingat, kalau aku bukan wanita yang mudah diremehkan." Ucap Young Soon langsung menatapnya dengan tajam.
"Namaku adalah Myron. Omong omong nama anda siapa nona cantik." Jawab Myron sekaligus bertanya.
"Kau tidak perlu tahu namaku. Kalau begitu, jangan basa basi, dan langsung saja kita balapan." Jawab Young Soon langsung mengenakan helmnya.
"Siapa takut. Lagian kau juga yang akan kalah, karena selama ini aku yang selalu menang dalam lomba balap liar seperti." Tersenyum tipis Myron dan ikut mengenakan helmnya.
"Young soon, seharusnya kamu tidak ikut. Nanti kalau kau kalah bagaimana?." Tanya Devian menghalanginya.
"Soal itu,