Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 101: Kekuatan Dan Ciuman



Tapi, saat Young Soon mau memukul bagian perut pengawal tersebut. Tiba tiba saja Young Soon merasakan kalau kekuatannya hilang.


Sontak pengawal tersebut langsung memukul perut Young Soon, dan Young Soon langsung terjatuh. Sontak Young Soon sangat kaget.


"Kenapa tiba tiba aku tidak merasakan energi apapun. Ada apa dengan diriku ini." Ucap batinnya sangat kebingungan.


Kemudian saja pengawal tersebut langsung menjambak rambutnya, dan menamparnya. Young Soon kembali berdiri dan hanya bertarung dengan dirinya, tanpa kekuatan, dan ia langsung menembaki pengawal pengawal tersebut.


"Devian, lari. Mereka terlalu banyak, dan kita sudah melemah. Lari." Ucap Young Soon dan Devian langsung kabur.


"Kejar mereka, dan tangkap mereka berdua." Ucap pengawal tersebut, langsung mengejar Young Soon dan Devian.


Mereka langsung kejar kejaran, dan Young Soon, Devian, masuk di sebuah gang yang memiliki sisi kanan dan kiri. "Kau lewat kanan, dan aku lewat kiri." Ucap Young Soon.


"Baik." Sahut Devian langsung berlari ke sisi kanan, dan Young Soon berlari ke sisi kiri.


"Kalian pencar." Ucap pengawal tersebut, dibagi ke sisi kanan dan sisi kiri.


"Bagaimana ini, jika aku tertangkap mereka. Walaupun aku sudah membunuh bos mereka, tapi tetap saja mereka mau membunuhku, untuk berjasa kepada Vinson gila itu." Jadi bingung Young Soon terus berlari.


Tiba tiba saja Young Soon melihat ada seorang pria tampan, dan sangat kekar sedang berjalan ke suatu tempat. "Apa aku pura pura saja menciumnya, dan aku gerai saja rambut ini. Agar mereka tidak curiga denganku. Benar juga," ucap Young Soon ke arah pria tersebut.


"Kejar dia." Ucap pengawal yang berada paling belakang dan kurang jelas melihat Young Soon.


Young Soon mengelabui pengawal tersebut dengan lurus saja, padahal ada sebuah gang sempit. Young Soon langsung menarik pria besar tersebut." Aku pinjam ciumannya sebentar." Ucap Young Soon langsung mencium pria tersebut, dan langsung menggerai rambutnya.


Pengawal itu pun tepat berdiri di samping Young Soon dan pria misterius tersebut. "Dimana dia," bertanya tanya.


"Itu," menunjuk Young Soon.


"Tidak, mereka sedang melakukan adegan yang tidak senonoh. Dia pasti disana, karena wanita itu rambutnya digerai, sedangkan Jova rambutnya tadi diikat. Tadi dia lari kesana, mari kita kejar dia." Jawab pengawal lainnya langsung menjauh, dan mengejar ke sisi yang lain.


Setelah pengawal pengawal itu pergi, Young Soon langsung melepaskan ciuman tersebut. Dan ajaibnya, luka tusukan yang ada ditangan kirinya langsung menghilang, dan kekuatannya kembali.


"Eh, kenapa kekuatanku kembali lagi. Apa yang sebenarnya terjadi." Ucap batin Young Soon benar benar bingung.


Tiba tiba saja pria yang ia cium, langsung menyenderkan Young Soon ke dinding. "Sudah menciumku, tidak mau tanggung jawab." Ucap pria tersebut menatapnya, dan menahan tangannya.


"Maaf pria besar, aku hanya meminjam ciumanmu saja. Dan ini bayaran untukmu, dan terima kasih." Ucap Young Soon mengeluarkan kartu dari pengawal yang hangus terbakar.


"Aku tidak butuh uangmu." Ucap pria tersebut kembali mencium Young Soon.


Sontak Young Soon kaget, dan ia merasakan bahwa ada energi yang masuk dari tubuhnya akibat ciuman tersebut.


"Sepertinya aku merasakan energi yang masuk kedalam tubuhku. Apa ciuman ini yang menyebabkan energiku bertambah, dan menyembuhkan lukaku. Tidak mungkin." Ucap batin Young Soon mendorong pria itu, tapi tidak bisa.


"Kenapa aku tidak bisa mendorong pria ini. Kenapa dia bisa menghindar dari kekuatanku, siapa dia sebenarnya." Ucap batinnya kembali benar benar bingung.


Young Soon langsung melepaskan ciuman tersebut. "Dasar berengsek, tidak ada cara lain." Ucap Young Soon langsung menendang bagian intim pria tersebut.


"Auh, dasar kau." Marah pria tersebut.


Setelah Young Soon pergi. "Menarik juga wanita itu." Tersenyum tipis pria misterius tersebut.


Young Soon pun langsung mencari keberadaan Devian, dan ternyata Devian sudah tergeletak di tanah kesakitan, dan ia melihat pengawal yang mau menembak Devian.


"Hei kau, jangan sakiti anggotaku. Atau kau tahu akibatnya!." Ucap Young Soon marah, dan sontak pengawal tersebut langsung menatapnya.


"Wah, dia sudah kembali. Habisi dia." Ucap pengawal tersebut, langsung mendatangi Young Soon dan meninggalkan Devian.


Young Soon pun langsung tersenyum tipis, dan tanpa basa basi Young Soon memukul kepala pengawal tersebut, dan memukul bagian perut dan wajahnya.


Sontak pengawal pengawal tersebut, langsung terlempar begitu jauh, dan semuanya tewas di tempat. Karena wajahnya hancur dibuat Young Soon, dan tertimpa tembok.


Young Soon pun menghampiri Devian. "Berdirilah kau." Ucap Young Soon membantunya berdiri.


"Kenapa kamu kembali kuat Young Soon, padahal tadi tangan kirimu terkena pisau. Kenapa sekarang sudah tidak ada. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?." Tanya Devian bingung dengan Young Soon.


"Sudahlah, yang terpenting kita sudah aman. Dan kita langsung kembali, ke rumahmu dulu." Jawab Young Soon, membantu Devian berjalan.


Young Soon dan Devian langsung menaiki taxi, dan di perjalanan, supir tersebut terus menatap Young Soon dari cermin yang ada didepan kepala supir tersebut.


Young Soon merasa kalau ia ditatap oleh supir tersebut. "Bapak tidak perlu takut, karena kami habis berkelahi, dan tidak sengaja pria yang berkelahi dengan kami, membunuh kucing, untuk menakuti nakuti kami. Jadinya darahnya terkena wajah kami." Ucap Young Soon.


"Ouh, saya kira kenapa tadi. Habisnya wajah kalian penuh dengan darah." Ujar supir tidak lagi menatap wajah Young Soon dan Devian.


Sesampai rumah Devian, Young Soon kembali membantu Devian turun dari mobil, dan Young Soon langsung membayar supir tersebut.


"Terima kasih banyak mbak." Ucap supir tersebut tersenyum.


"Sama sama pak." Jawab Young Soon dan supir tersebut langsung pergi.


Young Soon pun masuk bersama Devian, dan di dalam rumah, Young Soon meletakkan Devian di sofa, yang ada di ruang tamu.


"Sebentar, aku akan mengambil obat luka untukmu. Karena lukamu sangat banyak." Langsung mengambil kotak obat, dan setelah mengambilnya, Young Soon pun duduk disamping Devian.


"Tahanlah sedikit, karena ini akan sakit banget. Lihat lukamu yang banyak ini," ucap Young Soon langsung mengobati Devian dengan hati hati.


"Auh," kesakitan Devian, sampai mengerutkan keningnya.


"Kan sudah kubilang, tahan sebentar. Karena ini akan sakit." Ujar Young Soon kembali mengobati luka gores yang ada di tangan, wajah, dan kaki Devian.


Setelah mengobatinya. "Beres semuanya, tunggu kering, baru kau bisa mandi, atau membilas wajahmu saja." Ucap Young Soon mengembalikan kotak obat tersebut ke tempatnya.


"Omong omong, apa kau punya pakaian lagi. Soalnya aku mau mandi, karena banyak darah mereka yang terkena tubuhku?." Tanya Young Soon.


"Ada, lihatlah di lemari pakaianku." Jawab Devian yang menahan pedih lukanya.


"Baiklah," langsung ke kamar Devian, untuk meminjam pakaiannya.


Setelah itu, Young Soon pun langsung mandi. Dan saat di kamar mandi, Young Soon membasahi rambutnya. "Aku