Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 90: Menunggu



"Entah kenapa aku tidak percaya dengan omongan pria. Karena mulut pria banyak, kalau dibilang sih, buaya darat." Jawab Young Soon dengan datar.


"Sudahlah, kalau begitu, kita harus menjaga di sekitaran rumah bos Vinson ini." Ujar Young Soon langsung berdiri dan keluar bersama Devian.


Di luar ruangan. Young Soon langsung mengambil pistol yang sudah disediakan oleh bos Vinson sebelumnya.


Young Soon pun melemparkan pistol bagian Devian, dan Devian langsung mengambilnya.


Dan mereka berdua langsung menjaga di sekitaran rumah bos Vinson. "Bosan juga ya kalau berjaga terus disini." Ucap Young Soon sambil memegang pistolnya.


"Oh ya, aku kan harus melihat kamera yang aku letakkan dipakaian Min Hwa. Nanti dia sadar lagi, kan sudah aku letakkan 2 hari yang lalu. Aku harus mengeceknya." Ucap batin Young soon baru mengingatnya.


"Oh ya Devian, tunggu sebentar disini ya, soalnya ada barang yang ketinggalan di kamarku." Ucapnya langsung bergegas lari, dan langsung masuk ke kamarnya.


Dan Young Soon langsung menutup pintu kamarnya, dan duduk di tempat tidurnya. Young Soon pun langsung membuka video kamera pengintai yang ada diponselnya.


Kamera pengintai tersebut, sudah diberikan tempat penyimpanan, jadi bisa menyimpan video yang belum lihat, atau sudah dilewati beberapa hari.


Didalam video tersebut, yang sudah disimpan langsung oleh kameranya. "Aduh sayang, pelan sedikit dong." Ucap Min Hwa kesakitan, akibat kuda kudaan yang brutal.


"Apa kuda kudaanku lebih bagus daripada pacar kamu itu?." Tanya pria lain Min Hwa, atau bisa dibilang simpanan lainnya.


"Tentu saja punya kamu lebih mantap sayang. Lebih kerasa gitu didalam. Kamu memang yang paling terbaik sayang." Jawab Min Hwa, dan pipinya langsung memerah.


Young Soon pun langsung menyimpan video tersebut, dan langsung mematikan ponselnya. "Benar dugaanku selama ini. Kalau Min Hwa memiliki simpanan selain Bae. Sungguh wanita yang sangat membutuhkan terong banyak. Satu lubang ramai ramai." Ucap Young Soon tertawa tipis.


"Dengan begini, aku bisa menunjukkannya kepada Bae, saat mereka menikah nanti. Dan dengan begitu, Bae akan membencinya dan mencampakkannya. Dan dengan begitu, permainan akan lebih seru lagi." Ucap batinnya, langsung menyimpan ponselnya.


"Kita lihat saja, siapakah yang lebih hebat." Ujarnya tersenyum jahat, dan langsung keluar dari kamarnya.


Young Soon menyusul Devian. "Maaf membuatmu menunggu lama. Tadi ada urusan keluarga yang harus aku selesaikan." Ucap Young Soon.


"Tidak apa apa. Semua orang punya kesibukannya masing masing." Ujar Devian kembali fokus berjaga.


menjelang malam pun tiba. Dimana Young Soon dan Devian, sudah berada di tempat penyimpanan barang terlarang, seperti yang diperintahkan oleh bos Vinson.


"Kau susun barang terlarang itu didekat pintu, dan kita tunggu remaja yang akan mengambil barang barang ini." Perintah Young Soon, langsung melipat kedua tangannya.


"Baik bos Young Soon." Meletakkan barang terlarang, sesuai perintah Young Soon.


Setelah beberapa menit. Remaja remaja pun datang, untuk mengambil barang terlarang seperti biasanya.


"Permisi bos. Kami mau mengambil barang terlarang seperti biasanya." Ucap remaja tersebut langsung baris memanjang.


"Apa kalian