Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 13: Akting



Young Soon sedang fokus mengendarai motornya. Tiba tiba mobil tersebut langsung melaju kedepan dan menghadangnya.


"Astaga, apa sih mau mereka. Kurang kerjaan." Ucapnya kesal langsung membuka helmnya.


Preman itu pun langsung keluar dari mobil mereka dan melipat tangannya. "Hei gadis cantik, kita bertemu lagi. Apa kau tidak mau bermain sebentar dengan kami?." Tanya preman tersebut menggoda Young Soon.


"Kenapa emangnya kalau kita bertemu lagi. Lagian kalian tidak berguna dan sangat sangat buruk rupa." Ucap Young Soon tersenyum mengejek.


"Dasar gadis bodoh, kalian maju dan habisi dia." Langsung menyuruh anak buahnya.


Anak buah preman itu pun, langsung maju kedepan untuk menyerang Young Soon. Tanpa basa basi, Young Soon langsung menghajar anak buah tersebut, hanya dengan satu kaki dan satu tangan. Preman tersebut sudah terpelanting jauh melebihi tempat mereka berada.


"Apa ini sudah cukup baby." Ucap Young Soon sambil menguatkan tangannya dan tersenyum.


"Eh, kenapa mereka bisa terlempar begitu jauh. Kau ini gadis apa sih." Bingung bos preman tersebut sampai melotot.


"Apa kau mulai takut. Kemarilah, katanya mau bermain main denganku. Mari." Memberikan kode tangan mengejek.


"Dasar gadis bodoh." Kesabarannya sudah habis dan langsung maju untuk melawan Young Soon.


Young Soon langsung menahan kepalanya dengan satu tangannya. Dan satu tangannya lagi. Dia sedang melihat kuku tangannya. "Apa kau sudah siap, giliran ku dong." Ucap Young Soon langsung menendang preman tersebut hingga terpelanting jauh dan membuat mobil tersebut hancur.


"Huk, huk." Batuk preman tersebut akibat asap dari mobilnya.


Menghampiri bos preman tersebut. "Siapa yang menyuruhmu, untuk mengikuti. Atau aku sendiri yang mau mengikutiku. Katakan!." Tanya tegas Young Soon mencengkeram pipi preman tersebut.


Sontak mulut preman tersebut berdarah. "Ampun, ampun. Ini semua karena ibu Min Soo. Kami disuruh olehnya, untuk menghabisi mu." Jawab preman tersebut gemetaran.


"Ck, dasar ibu tiri tua bangka. Beraninya dia mencoba mencelakai ku. Bagaimana dia mau mencelakaiku. Aku kan sudah mempunyai kekuatan." Ucap batin Young Soon tersenyum.


"Pergilah kalian dari hadapanku dan katakan pada ibu tiriku. Kalau kalian berhasil mencelakai ku. Kalau tidak." Mengancam preman tersebut.


"Baik, baik, saya akan mengikuti kemauan anda. Asalkan jangan habisi saya, saya mohon." Jawab preman itu sangat ketakutan.


"Baguslah jika kau mengerti. Kalau begitu, pergilah sekarang, sebelum aku menghabisi kalian." Ucap Young Soon langsung mendorong preman tersebut.


Preman itu pun langsung pergi dari lokasi tersebut. Dan Young Soon pun sendirian di jalanan itu. Saat Young Soon mau kembali kerumahnya. Tiba tiba ada yang bertepuk tangan dari kejauhan.


Young Soon yang kebingungan, dari mana suara tersebut. "Siapa itu." Ucap Young Soon mencari sumber suara tersebut.


Orang misterius itupun langsung keluar dari kegelapan. "Kau sangat hebat, amazing." Ucap orang misterius tersebut.


"Siapa kau?." Tanya Young Soon langsung menatap orang misterius tersebut.


"Aku adalah bos agen rahasia. Aku sudah melihat kekuatan yang kau miliki itu. Kau sangat kuat, padahal kau seorang wanita." Jawab orang misterius tersebut.


"Ada apa kau kemari?." Tanya Young Soon masih terus bertanya kepadanya.


"Perkenalkan, aku Zax. Aku bos dari agen rahasia." Memperkenalkan dirinya.


"Omong omong, siapa namamu?." Tanya Zax kepadanya.


"Nama ku Young Soon. Kenapa emangnya?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.


"Aku ingin memberikanmu pekerjaan sebagai agen rahasia. Kau hanya perlu mencari tahu dan menghabisi orang tersebut. Karena kesalahan yang mereka buat dan merugikan dunia." Jawab Zax.


"Agen rahasia." Masih bingung Young Soon.


"Yes, kau akan mendapatkan gaji sebanyak 100 JT sebulannnya. Apa kau mau." Ucap Zax.


"Wow, uang yang sangat banyak. Aku suka uang. Aku tidak akan menolaknya, aku kan mempunyai kekuatan, dan aku tidak akan menyia nyiakannya." Ucap batin Young Soon senyum sendiri.


"Hey, bagaimana nih. Aku masih banyak urusan." Ucap Zax.


"Baiklah, aku akan bekerja denganmu, sebagai agen rahasia." Jawab Young Soon sudah matang dengan jawabannya.


"Datanglah ke lokasi ini dan jangan beritahu ini, pada siapapun. Aku pergi dulu." Ucap Zax langsung pergi dari lokasi tersebut dan meninggalkan Young Soon.


Young Soon memegang kertas alamat pria tersebut. "Lumayan juga tu uang. Akhirnya aku kaya dengan uang ku sendiri." Bahagia Young Soon sambil menari nari sendiri dijalanan tersebut.


"Aku harus kembali ke rumah. Pasti mereka sudah menungguku." Ucap Young Soon langsung memakai helmnya dan menggas motornya dengan kecepatan tinggi.


Sesampai rumah. Young Soon langsung masuk kedalam, sambil membawa helmnya.


"Aku pulang." Ucap Young Soon langsung ke ruang tamu.


"Kenapa kau baru pulang, ibu sangat mengkhawatirkanmu dan kenapa kau baru pulang?." Tanya ibu tirinya berpura pura khawatir.


"Apa!." Kaget ayahnya.


"Kenapa bisa begini sih sayang." Langsung menghampiri Young Soon dan menuntunnya untuk duduk di ruang tamu.


Young Soon berpura pura pincang. "Tidak apa apa kok yah, aku baik baik saja." Ucap Young Soon jadi tidak enak kepada ayahnya karena sudah berbohong.


"Kau baik baik saja Young Soon?." Tanya Min Hwa akting cemas.


"Aku baik baik saja." Jawabnya tanpa ekspresi.


"Biar ibu ambilkan kotak obatnya." Ucap ibu tirinya langsung mengambil obat P3K.


"Dimana kau di celakai oleh preman itu?." Tanya ayahnya cemas kepadanya.


"Sudahlah ayah, aku tidak apa apa kok. Ayah tidak perlu khawatir begini." Jawab Young Soon tersenyum untuk menenangkan suasana hati ayahnya yang cemas kepadanya.


"Baik baik bagaimana. Kamu saja pincang begini. Apa perlu ayah panggilkan dokter?." Tanya ayahnya.


"Eh, tidak perlu ayah. Itu sangat berlebihan." Jadi merasa tidak enakan karena sudah berbohong.


"Baiklah, tapi ayah akan memberikanmu obat. Agar kau tidak mengalami sakit yang begitu dalam." Ucap ayahnya.


"Iya ayahku." Mengelus tangan ayahnya.


"Min Hwa." Panggil ayahnya langsung menatap wajah Min Hwa yang berada di sebelahnya.


"Iya ayah, ada apa?." Tanya Min Hwa kepadanya.


"Tolong belikan adikmu ini obat cidera dan jangan lupa, untuk membeli obat demam dan lainnya. Beli semuanya." Ucap ayahnya.


"Baik ayah, aku akan membelikannya. Aku keluar dulu." Ucap Min Hwa langsung keluar dan membeli obat yang diperintahkan ayahnya.


"Ayah jangan terlalu khawatir denganku. Aku baik baik saja kok." Ucap Young Soon bahagia.


Disisi lain. Min Soo yang mengambil obat P3K ya. "Kenapa mereka cuma membuatnya pincang. Kenapa tidak sekalian wajahnya saja dilukai." Ucap Min Soo mengepalkan tangannya.


Tiba tiba ponselnya berdering. "Halo bu bos." Panggil orang suruhannya.


"Ada apa.?." Tanya Min Soo.


"Kami sudah melukainya bu bos. Apa dia sudah sampai di rumah?." Jawab preman tersebut sekaligus bertanya.


"Sudah, kenapa kalian tidak melukai wajahnya sekalian. Dasar tidak becus. "Ucap Min Soo kesal.


"Maaf bu bos." Ucap preman tersebut.


"Sudahlah, dasar." Langsung mematikan ponselnya.


"Aku harus cepat membawa ini. Kalau lama lama, bisa bisa aku dicurigai oleh mereka lagi." Langsung menuju ruang tamu sambil membawa obat P3K tersebut.


Sesampainya. "Ini obat P3K ya." Langsung meletakkannya di atas meja.


"Apa perlu ibu obati?." Tanya Min Soo.


"Tidak perlu, biar ayah saja yang mengobatinya. Ya ayah." Jawab Young Soon tidak menatap wajah Min Soo.


"Baik sayang, dan istriku, kau duduk saja dan melihatnya." Jawab ayahnya menyuruhnya duduk.


"Baiklah." Menurut dan duduk disamping Young Soon.


"Sini, biar ayah obati." Langsung mengambil obat luka dan mulai mengobati kaki Young Soon.


"Untung saja tadi aku ada goresan sedikit dan tidak berdarah. Ini darah preman itu tadi." Ucap batin Young Soon sambil menatap wajah ayahnya yang fokus mengobati lukanya.


"Maafkan aku ayah, maafkan aku. Karena sudah membohongi ayah." Ucap batin Young Soon jadi merasa bersalah karena sudah berbohong kepada ayah kandungnya sendiri.


"Apa ini masih sakit?." Tanya ayahnya langsung menatapnya.


"Eh, ga kok yah. Aku sudah enakan dari sebelumnya. Ayah memang pandai mengobati?." Jawab Young Soon tersenyum tipis.


"Terima kasih banyak sayang, kalau begitu, masuklah ke kamar. Obatnya akan diantar oleh kakakmu." Ucap ayahnya mengelus rambut Young Soon dengan lembut.


"Baik ayah." Langsung berdiri dan berpura pura pincang sampai ke kamarnya.