Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 22: Misi Berhasil



"Halo, anda sudah di mana?." Tanya Young Soon.


"Saya sudah di depan bar dan mobil saya berwarna hitam dengan tanda mahkota di depannya." Jawab nyonya Soon Ju.


Young Soon langsung mengintip mobil tersebut. "Itu dia mobilnya," ucap batinnya.


"Anda bisa masuk sekarang dan bawalah anak buah anda, takutnya suami anda membawa anak buahnya," ucap Young Soon kepadanya.


"Saya bisa sendiri, percuma saya ketua polisi. Tapi harus memakai anak buah. Saya akan mengurusnya sendiri dan saya akan lihat. Apakah benar yang kau katakan itu." Jawab nyonya Soon Ju sekalian menyombongkan dirinya.


"Baiklah semoga sukses nyonya." Jawab Young Soon langsung mematikan ponselnya.


Young Soon masih berjaga jaga di luar, dengan lokasi tersembunyi. Young Soon melihat, kalau nyonya Soon Ju langsung keluar dari mobilnya dengan pistol di belakang celananya. Nyonya Soon Ju langsung masuk ke dalam dengan pakaian polisi.


Di dalam, semua orang yang ada di dalam bar langsung ketakutan, karena melihat ada polisi. Seketika itu juga Soon Ju melihat suaminya sedang bermesraan dengan seorang wanita seksi. "Dixon!." Teriak Soon Ju sudah bersiap siap, mau mengeluarkan pistolnya.


Seketika itu juga pak Dixon ketakutan, karena melihat istrinya datang ke bar tersebut. Sontak pak Dixon langsung mendorong wanita tersebut. "Eh, sayang. Kenapa kau ada di sini?." Tanyanya mulai ketakutan.


"Tuan Dixon, kenapa anda mendorong saya, setelah memegang seluruh tubuh saya dan anda sudah mencium saya. Sampai kau ketagihan." Ucap Faith memulai dramanya.


"Apa yang kau katakan, aku sama sekali belum melakukan apapun dengannya sayang. Kau harus mendengarkan ku." Ucap pak Dixon memohon kepada istrinya yang sudah memasang wajah amarah.


"Pura pura tidak tahu lagi Apa perlu aku mengeluarkan perekam suara yang sudah merekam pembicaraan mu dengan seorang wanita dan kau curhat kepadanya, kalau kau pernah menyakiti banyak wanita. Kau juga sudah merenggut keperawanannya. Kau sudah melanggar undang undang tentang melindungi wanita. Kau akan di hukum mati, tapi kali ini, biarkan aku saja yang membunuh mu." Jelas Soon Ju menatap wajah suaminya dengan penuh kebencian.


"Ampun sayang, aku tidak akan melakukan itu lagi. Ampuni aku sayang." Ucap pak Dixon mulai ketakutan dan langsung bertekuk lutut kepada nyonya Soon Ju.


Pak Dixon yang sibuk memohon kepada Soon Ju dan terus mengatakan hal-hal yang menipu dirinya. Tanpa basa basi, Soon Ju yang sudah naik tensi, langsung mengeluarkan pistolnya dan langsung menembak kepala Dixon.


"Dor." Bunyi tembakan dari pistol tersebut dan otomatis Dixon mati ditempat.


Dibalik itu semua. Young Soon masuk diam diam menggunakan topeng dan mereka semua kejadian tersebut dengan diam diam juga. "Sungguh film yang menakjubkan, aku suka ini." Ucap batin Young Soon bahagia.


Nyonya Soon Ju langsung menghubungi anak buah polisinya. "Halo, datanglah ke bar yang sudah aku kirimkan. Ada korban yang sudah aku tembak, karena sudah melakukan hal yang tidak sewajarnya di lakukan. Datanglah secepatnya dan jangan banyak tanya." Ujar nyonya Soon Ju dari telepon sambil meletakkan pistolnya kembali ke celananya.


Young Soon pun langsung keluar dari bar tersebut dan kembali ke tempat sembunyinya. Young Soon langsung menghubungi wanita suruhannya. "Halo, bagus juga kerjaan mu. Akan langsung ku transfer dengan yang aku janjikan dan aku akan menambahkan tipnya, karena kerja mu yang bagus."Jawab Young Soon.


"Baik, terima kasih banyak atas bayaran yang setimpal ini. Untung saat mau penembakan tadi, saya sudah keluar dari bar tersebut." Sahut Faith.


"Baguslah, aku akan memakai mu lagi, jika aku butuh. Sampai jumpa lain hari." Ucap Young Soon langsung mematikan ponselnya.


"Beres, aku harus mengantarkan video ini kepada bos Zax." Ucap batin Young Soon kembali memakai topeng nya dan langsung mengendarai motornya.


Young Soon langsung menuju tempat tersembunyi, di mana tempat pekerjaannya. Sesampainya, Young Soon langsung masuk ke dalam dengan melihat keadaan disekitar dulu.


"Wah, apa kau punya buktinya. Jangan main main dengan saya." Tanya bos Zax masih tidak percaya, karena Young Soon mengerjakannya hanya dalam beberapa hari saja.


"Kalau bos tidak percaya, saya akan menunjukkan video ini. Nih lihat bos."Jawab Young Soon langsung memberikan ponselnya dan membuka video tersebut.


"Video apa ini?." Tanya bos Zax kembali.


"Itu adalah video tentang penembakan pak Dixon. Lihatlah pak." Langsung menunjukkan video tersebut kepada bos Zax.


Bos Zax pun melihat video tersebut dengan fokus. Setelah melihat video tersebut sampai habis. "Astaga, kau benar benar hebat. Kau berhasil menghabisinya tanpa harus dengan tangan mu sendiri. Sungguh mengagumkan." Puji bos Zax kepada Young Soon sampai bertepuk tangan untuk keberhasilan Young Soon.


"Tentu dong bos, otak harus di pakai, terutama logika." Ucapnya sambil melipat kedua tangannya.


"Saya akan langsung transfer uangnya sekarang dan kirimkan nomor mu ke pesan saya sekarang." Ujar bos Zax langsung membuka ponselnya dan langsung mentransfernya setelah Young Soon mengirimkan nomornya.


"Terima kasih banyak bos, apa selanjutnya ada misi lagi?." Tanyanya.


"Tentu saja ada, dan kali ini, kau tidak akan menjadi wanita yang seperti ini." Jawabnya sambil menunjuk pakaian Young Soon.


"Maksudnya bos, saya tidak berpakaian ini lagi. Jadi saya harus memakai pakaian seperti apa dan misi apa itu?." Tanyanya kembali.


"Kali ini, kau harus membantu seorang mahasiswi yang di bully oleh teman sekolahnya. Orang tuanya juga dibunuh oleh kedua orang tua sih pembully. Saya mendapatkan informasi, kalau kedua orang tua si pembully, adalah seorang penculik anak anak dan dia mengambil ginjalnya, untuk dijual ke luar negeri. Nama anak yang dibully adalah Devian, dan yang membully bernama Erika."


Dan bos Zax langsung menunjukkan foto keluarga Erika dan wajahnya, beserta wajah Devian.


"Itulah kenapa dia menjadi orang terkaya ke tiga di kota ini. Keluarganya tidak ada yang tahu, kalau dia adalah seorang pembunuh. Kau harus mengelupas kejahatannya dan sebelum itu, cari dulu informasi tentangnya dan kau harus menyamar menjadi mahasiswi di sebuah universitas terbesar di kota ini." Menjelaskannya secara detail.


"Kau tenang saja, saya sudah mendaftarkan mu dan beberapa hari lagi adalah hari di mana dirimu akan masuk ke universitas itu." Jelas Zax fokus menjelaskannya kepada Young Soon.


"Aku jadi mahasiswi di universitas terbesar di kota ini. Balik jadi anak kuliahan lagi dong saya bos, dan saya harus memakai pakaian kue dan berwarna. Malas banget bos." Sedikit tidak suka Young Soon.


"Ini demi uang dan demi kota ini. Jangan menolaknya dan jangan sia siakan kekuatan mu itu. Okey." Ucap bos Zax menaikkan alisnya.


"Tentu saja mau, demi uang dan demi pekerjaan. Aku siap deh." Sahut Young Soon langsung tersenyum.


"Baiklah, terima kasih banyak dan kau bisa kembali ke rumah mu dan nikmatilah bayaran mu itu." Ujar bos Zax ikut tersenyum.


"Saya duluan bos." Langsung keluar dari ruang rahasia kerjanya dan langsung menggas motornya dengan kecepatan tinggi.


Di tengah jalan.Tiba tiba ponselnya berdering dan saat ia mengangkatnya, itu adalah telepon dari,