
Saat empat pengawal tersebut berjalan ke belakang gedung tersebut. Disitulah Tyger Carl mulai tempat persembunyian mereka berdua. Dan dengan gampang, Tyger Carl langsung menusuk bagian perut penjaga tersebut. Dan otomatis, penjaga tersebut langsung mati.
Tyger Carl pun memberi isyarat kepada Young Soon, dan ia langsung menghampiri Tyger Carl. "Kau baik baik saja?." Tanya Young Soon dengan pelan.
"Aku baik baik saja sayang. Kalau begitu, kau masuklah sekarang, sebelum ada yang mengetahui keberadaan kita." Jawab Tyger Carl kembali tersenyum.
"Baiklah,"
Young Soon pun langsung masuk ke dalam gedung terbengkalai tersebut, dengan hati hati, agar ia tidak ketahuan. Sedangkan Tyger Carl langsung berdiri dibelakang badan pria yang ia bunuh, dan penjaga tersebut kembali ke depan untuk berjaga di depan. Mereka belum menyadari pria yang sudah dibunuh oleh Tyger Carl, karena mereka sangat fokus berjaga.
Di dalam gedung terbengkalai tersebut. Young Soon melihat ada lantai atas, dan saat ia mau naik ke atas. Young Soon mendengar suara langkah kaki pria, dan Young Soon bersembunyi dibalik dinding.
Dan turunlah satu pengawal ke bawah, untuk mengambil sesuatu yang ada di dekat pintu kamar mandi. Saat penjaga tersebut sedang mencari barang tersebut. Young Soon pun langsung naik ke lantai 2 dengan hati hati, sambil mengawasi penjaga yang ada di bawah.
Setelah itu Young Soon pun berhasil naik ke lantai 2, dan sesampainya. Ia kembali bersembunyi dibalik dinding, dan melihat sekitarnya. Ternyata ada 5 penjaga yang menjaga di area tersebut, dan ada sebuah pintu besar, dan di depan pintu tersebut, diawasi oleh 7 pengawal.
"Mereka benar benar banyak. Bagaimana agar aku tidak ketahuan oleh mereka ya. Pikirkan Young Soon, pikirkan caranya." Ucap batin Young Soon memikirkan cara, agar ia bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.
Young Soon pun akhirnya mendapatkan ide. Young Soon mengambil sebuah kaleng yang ada di dekatnya.
Young Soon mengambilnya, dan melemparkannya ke dekatnya. Sontak 5 penjaga tersebut saling bertatapan. "Ada apa itu, cek di sana. Suaranya ada di sana." Ucap salah satu penjaga yang ada.
"Baiklah," jawab satu penjaga, dan mengecek keadaan dibalik dinding, di tempat suara kaleng terjatuh.
Saat penjaga tersebut menghampiri. Young Soon langsung menariknya, dan menyondongkan pistolnya. "Diam, atau kau akan mati." Bisik Young Soon, sambil mencekik leher pria tersebut dari belakang, dan di balik dinding besar.
Penjaga tersebut tidak bisa apa apa, karena pistol tersebut sudah ada ditangan Young Soon, dan tangan pria tersebut ditahan oleh Young Soon, dengan tangan kirinya.
Penjaga itupun menganggukkan kepalanya, "hei, bagaimana. Suara apa itu?." Tanya temannya.
"Bilang, kalau tidak ada apa apa. Atau kau akan mati sekarang." Mengancam Young Soon ditelinganya.
Pria tersebut kembali menganggukkan kepalanya, "tidak ada apa apa di sini. Semua aman." Jawab pria tersebut.
Yang lainnya kembali berjaga, dan Young Soon kembali berbisik ditelinga pria tersebut. "Lepaskan pakaianmu itu. Aku mau mengenakannya." Perintah Young Soon.
"Siapa sebenarnya kau. Kenapa ada di sini, dan kenapa tiba tiba menyerang kami?." Tanya pelan pria tersebut.
"Aku adalah polisi di sini. Kau mau mati ditanganku. Hah." Jawab Young Soon dengan tegas kembali.
"Tidak, tidak. Maafkan aku, sebenarnya aku juga tidak mau seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi. Aku membutuhkan uang, dan aku rela seperti ini, agar aku bisa mendapatkan uang." Ucap pria tersebut, langsung memasang ekspresi sedih.
"Ada apa di luar. Kenapa ada suara tembakan. Cek semuanya di luar." Tegas bosnya langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Baik bos," ucap mereka semua langsung mengecek keadaan di luar gedung terbengkalai.
"Sial. Pasti Tyger Carl ketahuan oleh penjaga yang berjaga di sekitar gedung terbengkalai itu. Aku harus membantunya." Ucap batin Young Soon, langsung menembak pria yang ia cekik, dan terdengarlah suara tembakan tersebut.
"Hei, siapa di sana," tanya bos pencuri tersebut.
Tiba tiba bos pencuri tersebut tertuju oleh penjaganya yang sudah mati tertembak, dan terjatuh dibalik dinding. Lalu keluarlah Young Soon, dan langsung menembak semua penjaga yang ada didekat bos mereka.
"Sial. Pengawal, keluar kalian sekarang." teriak bos si pencuri tersebut, dan keluarlah 15 pengawal dari bos pencuri tersebut.
"Gila, kenapa banyak banget. Tapi semua akan aku atasi, dengan kekuatanku. Maju kalian." Tegas Young Soon, sambil mengejek mereka.
Penjaga tersebut langsung maju, dan Young Soon pun berkelahi dengan penjaga penjaga tersebut, dan penjaga tersebut langsung terlempar jauh, dan mati di tempat.
Ada penjaga yang menggunakan pistolnya untuk menyakiti Young Soon, dan dengan cepat, Young Soon bersembunyi kembali, sambil menembaki penjaga penjaga yang menembakinya juga.
Disisi lain. Di ruangan yang sudah banyak orang yang disandera. Devian melihat ada sebuah sepotong kaca tajam yang ada disampingnya. "Aku tidak bisa diam saja. Aku harus membantu Young Soon yang sedang membutuhkan bantuan ku di luar sana." Ucap batin Devian mengambil sepotong kaca yang ada disampingnya, sambil melihat penjaga yang mengawasi mereka semua.
Dan pada akhirnya Devian berhasil melepaskan ikatannya, dan ia mengambil pistolnya, lalu langsung menembaki para penjaga yang hanya berjumlah 4 orang. Karena yang lainnya sedang berkelahi dengan Young Soon dan Tyger Carl di luar.
Devian pun berhasil menghabisi penjaga tersebut dengan pistolnya. "Kalian tenang saja. Kami akan membantu kalian keluar dari sini. Maka dari itu, kalian harus tetap di sini. Saya akan keluar untuk membantu yang lainnya." Ucap Devian sambil tersenyum, dan ia langsung keluar dari ruang sekap tersebut.
Saat ia keluar. Bos pencuri tersebut, langsung muncul dihadapan Devian. Dan mereka berdua langsung berkelahi bersama.
Disisi lain. Young Soon harus mengalahkan 10 penjaga lagi, dan wajah, tangannya dipenuhi darah si penjaga, yang sudah ia habisi.
Sedangkan di luar gedung terbengkalai. Tyger Carl sedang menembaki dan berkelahi dengan 7 orang penjaga yang sangat pintar dalam berkelahi dan bermain pistol.
Di dalam gedung terbengkalai. Young Soon dan Devian bertemu, dan mereka saling bertatapan. "Kau hebat Devian. Mari kita habisi mereka bersama." Tersenyum Young Soon, sambil menembaki penjaga tersebut, dan menendang penjaga yang ada, dengan kekuatannya.
"Ini semua berkatmu Young Soon. Aku pandai sekarang, memainkan pistol dan menggunakannya. Mari kita fokus ke pekerjaan kita dulu." Ikut tersenyum Devian, dan mereka kembali fokus dengan penjaga yang ada dan semakin keluar penjaga yang lainnya.
Tiba tiba saja. Saat Young Soon sedang menembak dan menggunakan kekuatannya. Tiba tiba saja, ada penjaga yang mengeluarkan pisaunya, dan langsung menggores tangan Young Soon.
Sontak