
"Mungkin bibi sedang berbelanja ke pasar. Aman deh." Ucapnya langsung mengambil sesuatu yaitu adalah kamera mini, yang sudah ia beli. Young Soon pun langsung mengambilnya, dari tas sandangnya.
Young Soon pun meletakkannya di beberapa tempat. Yaitu di pot bunga, disela sela bingkai foto yang ada di ruang tamunya. Dan Young Soon langsung ke dapur, untuk menaruh kamera mini juga. Dan ia meletakkannya di sela sela rak pisau.
Setelah itu, Young Soon langsung masuk ke kamar Min Hwa dan Min Soo, untuk menaruh kamera mininya. Ia meletakkannya di tempat tersembunyi, dan bisa mengambil video wajah mereka dengan jelas.
Young Soon pun selesai menaruh semua kameranya. "Siap juga aku menaruh kamera mini ini. Dan aku juga sudah mengatur kamera kamera ini, ke ponselku. Jadi semua aman." Ucapnya tersenyum dan langsung masuk ke kamarnya.
"Dengan begini, aku tahu pergerakan mereka. Hahahah, aku sudah tidak sabar untuk memberikan semua video ini kepada ayah dan kepada semuanya." Ucap Young Soon.
"Dan aku sudah menyisakan 1 kamera, untuk aku letakkan di hotel, yang akan mereka datangi, saat pernikahan hampir beberapa hari lagi. Disitu juga, dimana aku langsung meninggal dunia. Dan kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka membuat semena mena kepadaku lagi. Kita lihat saja nanti." Ucap batin Young Soon.
"Kalau begitu, aku mau ganti pakaian dulu deh, dan setelah itu, aku langsung ke mall, untuk membeli pakaian untuk kuliah besok." Ucap Young Soon langsung mengganti pakaiannya menjadi pakaian tomboy.
Selesai mengganti pakaiannya. Ia pun langsung turun ke bawah, dan ia berpapasan dengan pembantu di rumahnya. "Eh, bibi. Kebetulan banget bi, aku mau pergi dulu ya bi, dan jaga rumah dengan baik ya bi. Sampai jumpa bi." Ucapnya tersenyum kepada bibi rumahnya, dan langsung pergi dari rumahnya.
"Iya nona Young Soon, dan hati hatilah." Ucapnya ikut tersenyum.
Young Soon pun langsung berangkat menuju mall. Sesampai di mall, ia langsung turun dari motornya dan langsung masuk ke dalam.
Di dalam. "Aku harus bergegas membeli pakaian. Aku malas berlama lama di sini." Ucapnya langsung bergegas masuk ke tempat pakaian yang biasanya ia beli.
Di dalam toko tersebut. "Permisi kak, ada yang bisa saya bantu?." Tanya karyawan tersebut.
"Saya mau mencari pakaian yang warna hitam, terserah modelnya mau gimana. Tapi yang ada celananya gitu. Adakah?." Tanyanya.
"Ada kak.Mari saya tunjukkan." Jawabnya langsung menunjukkan tempat pakaian tersebut, dan Young Soon menyusulnya.
Sesampai tempat pilihan pakaian yang di inginkan Young Soon. "Silahkan di pilih kak. Ini pakaian yang anda katakan tadi." Langsung menunjukkannya.
"Terima kasih banyak mbak." Tersenyum dan langsung melihat pakaian, dengan warna hitam kesukaannya.
"Ini lumayan cocok denganku. Dan ini juga, dan ini juga. Yaudah deh, beli ini semua." Ucapnya.
"Mbak, saya mau semua warna ini." Menunjukannya.
"Baik kak. Silahkan ditunggu sebentar ya kak, kami akan membungkusnya dulu." Ucap karyawan tersebut langsung mengambil pakaian yang sudah di pilih Young Soon, dan bergegas membungkusnya.
Young Soon pun langsung menuju kasir, untuk menunggu pakaiannya di bungkus. Setelah menunggu, pakaiannya pun siap juga di bungkus, dan Young Soon membayarnya.
"Ini belanjaannya kak. Terima kasih banyak sudah mampir disini. Datanglah kembali." Langsung memberikannya kepada Young Soon.
"Sama sama." Jawabnya mengambil barang tersebut dan langsung keluar dari toko tersebut.
"Oh ya, aku beli kacamata juga deh. Biar tidak ada yang mengenaliku, dan mengira kalau aku culun. Iya deh." Menuju toko kacamata dan langsung masuk kedalam toko tersebut.
Setelah beberapa jam. Young Soon pun selesai berbelanja, dan bergegas pulang kembali.
Sesampai rumah. Ia langsung masuk kedalam rumahnya. "Belum ada siapapun, mending aku langsung masuk ke kamar saja deh." Ucapnya masuk ke kamarnya.
Di dalam kamarnya. "Fyuh, lelah juga berbelanja begini. Mending melakukan misi, dari pada berbelanja. Tapi ini semua, demi misi ku, agar sukses." Ucap batin Young Soon sambil mengeluarkan pakaiannya dan menyusunnya di lemarinya.
"Besok aku sudah harus melakukan misinya. Semoga sukses deh, kan aku juga punya kekuatan. Ngapain harus takut, kan aku Maco. Hahahah." Ucapnya tertawa sendiri dan langsung merapikan tas belanjaannya.
Malam pun tiba. Dimana Young Soon sudah mengenakan pakaian tidur seperti biasanya. Dan ia langsung turun kebawah untuk makan malam, karena bibinya sudah memanggilnya.
Sesampai meja makan. "Malam ayah." Sapa Young Soon langsung duduk di sampingnya.
"Malam sayang. Kau habis dari mana saja, dari tadi. Dan bagaimana dengan kegiatan mu kemarin?." Tanya ayahnya.
"Aku baik baik saja ayah. Jangan mengkhawatirkanku. Aku ini kan kuat." Jawab Young Soon tersenyum bahagia.
Disisi lain. Min Hwa yang melihatnya, sangat cemburu. "Dasar, beraninya dia romantisan dengan ayah di depanku. Kurang ajar." Ucap batin Min Hwa kesal.
"Ayah, bagaimana dengan pernikahan Young Soon dan Bae nanti?." Tanya Min Hwa.
Sontak Young Soon dan ayahnya langsung menatapnya. "Oh ya ayah. Bagaimana dengan pernikahanku dengan Bae?." Tanya Young Soon ikut kedalam drama Min Hwa.
"Katanya sih, keluarga pak Bae akan datang Minggu besok, untuk membicarakan soal pernikahan kalian. Jadi kalian harus bersiap siap untuk kedatangan mereka, terutama diri mu sayang ayah Young Soon." Jawab ayahnya mengelus tangan Young Soon.
"Dan untuk mu Min Hwa. Kau juga harus berdandan cantik, dan juga dengan istriku. Jangan sampai kita membuat malu keluarga kita. Kalian mengerti kan." Ucap ayahnya kepada Min Hwa dan Min Soo.
"Baik ayah."
"Baik sayang." Jawab mereka tersenyum.
"Kau lihat saja Young Soon. Kau akan hancur, disaat aku akan menjalankan rencanaku bersama ibu, untuk menghancurkan keperawanan mu sekali lagi." Ucap Min Hwa tersenyum jahat dan meliriknya.
Young Soon yang juga meliriknya, langsung tahu dengan kejahatan yang akan dibuat oleh Min Hwa. "Aku tahu rencana mu, dan kau pikir aku tidak tahu gitu. Hahahah dasar rubah bodoh." Ucap batin Young Soon ikut tersenyum kepadanya.
Selesai mereka makan. Ayah Young Soon sudah duluan masuk ke kamarnya, dan Young Soon juga mau masuk ke kamarnya. Tapi tangannya di tahan oleh ibu tirinya.
Sontak Young Soon langsung berbalik badan dan menatap wajah ibu tiri dan kakak tirinya. "Kenapa menahan tanganku?." Tanyanya langsung menarik kembali tangannya.
"Sabar dong sayang. Ibu hanya mau memberitahu kepada mu. Jangan coba coba untuk melawan pada kami, atau kau akan mendapatkan balasannya, kau mengerti." Ucapnya menjetikkan dahi Young Soon.
Young Soon yang santai langsung melipat kedua tangannya. "Wow, sepasang ibu dan anak, mulai beraksi ya. Ehm, apa kalian pikir, kalian akan bisa menaklukan keluargaku. Tentu tidak, karena akulah yang akan menjadi penguasa di rumah ini."
"Bukan sepasang pelakor, dan sepasang ibu dan anak yang tidak berguna seperti kalian ini. Dasar manusia bodoh." Ucapnya langsung terus terang dan membalikkan bola matanya.
"Apa kau bilang." Marah Min Hwa dan mau menamparnya, tapi ditahan oleh,