
"Pengawal, antarkan mereka ke kamar pribadi. Kan masih ada 5 kamar kosong, berikan mereka kenyamanan, sampai besok." Perintah bos Vinson kembali.
"Baik bos. Soal itu, akan saya laksanakan dengan baik. Oh ya pak, saya mau bertanya, apa besok kita sudah bisa mengirimkan obat obat itu?." Tanya pengawal tersebut.
"Antarkan dulu mereka. Baru besok kita akan bahas semuanya, saat sudah menjadi kelompok penjualan obat terlarang." Jawab bos Vinson.
"Baik bos. Kalau begitu, mari saya antarkan kalian." Ucap pengawal tersebut dengan dinginnya.
Mereka langsung mengikuti pengawal tersebut, dari belakang. Sesampai kamar pribadi mereka. "Ini kamar kalian, ada dua kamar, kalian bisa memilihnya. Kalian istirahatlah dengan baik, dan saya mau melanjutkan pekerjaan saya. Saya permisi." Ucap pengawal tersebut, langsung meninggalkan mereka berdua.
Setelah pengawal itu pergi. "Kau istirahat dulu Devian. Sampai dimana besok kita akan bekerja untuk misi ini. Aku akan mengirimkan mu pesan, dan sampai jumpa besok Devian." Mengedipkan matanya, dan langsung masuk ke kamarnya.
"Dia begitu menggemaskan. Argh, sungguh bos yang sangat kuat." Tersenyum tipis Devian, langsung masuk ke kamarnya juga.
Di dalam kamar Young Soon. Ia langsung duduk di kamarnya. "Apa di kamar ini ada kamera pengintai. Aku harus memeriksanya." Ucap Young Soon membuka ponselnya, yang didalam ponselnya, sudah di buat program melihat barang tersembunyi.
Young soon langsung membuka kamera mengetahui kamera tersembunyi, dan tidak ada apa apa. "Tidak ada ternyata. Untunglah, dengan begitu, aku bisa menyusun rencanaku." Ucap batin Young Soon, langsung menghubungi seseorang, yaitu bos Zax.
Tersambung. "Halo Young Soon, ada apa. Apa kau baik baik saja disana?." Tanya bos Zax.
"Aku baik baik saja kok bos. Aku hanya mau mengabari, kalau kami sudah masuk ke rumah Vinson ini, dan aku sudah berada di kamar yang telah mereka sediakan. Dengan begitu, aku akan menyiapkan rencana lainnya. Tapi, aku harus lebih waspada, karena keamanan disini, sangat ketat bos." Jawab Young Soon berkata pelan di ponselnya.
"Tidak dong bos. Aku misi dengan seorang pria yang aku temui saat misi di universitas itu. Aman pokoknya bos, kalau begitu, sudah dulu ya bos. Nanti ada yang curiga. Dah bos." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.
"Fyuh, aman juga ternyata. Sepertinya misi ini memerlukan banyak waktu, karena penjagaan yang ketat disini." Ucap batin Young Soon langsung mengirim pesan kepada Devian.
Terkirim. Isi pesan tersebut. "Apa kau baik baik saja disana?."
Disisi lain. "Kenapa dia menanyakan hal itu. Apa dia mengkhawatirkanku." Ucap batin Devian langsung salting, dan langsung membalas pesan Young Soon.
Membalas. Isi pesan Devian. "Tenang saja, aku baik baik saja disini. Kalau kamu, apa baik baik saja disana?."
Disisi lain. Young soon langsung membalas dengan cepat. "Tentu saja aku baik baik saja." Isi balasannya.
"Oh ya, jangan lupa, kau jangan begadang. Karena besok kita harus melakukan misi kita, dan harus berlatih kembali." Ucap Young Soon dipesan tersebut.
"Baiklah, aku tidak akan begadang, dan selamat malam Young Soon." Balas Devian, langsung menutup ponselnya, dan langsung berbaring.
"Fyuh, besok harus semangat, karena ini semua demi misi, dan tentunya demi money dong." Ucap batin Young Soon, langsung berbaring, dan tidur.