Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 134: Membeli Restoran



Sesampai ruang mayat. Mereka berdua langsung masuk ke dalam, dan melihat Devian yang sudah terbaring.


Young Soon dan Tyger Carl, langsung menghampiri Devian yang sudah meninggal dunia. "Maafkan aku ya Devian. Karena aku, kau jadi meninggal begini. Seharusnya aku tidak mengajakmu saja, untuk melakukan misi kali ini. Maafkan aku." Menggenggam kedua tangan Devian, dan menundukkan kepalanya.


"Sudahlah sayang. Ini bukan kesalahanmu, dan ini sudah takdir. Kita tidak bisa melawan takdir tuhan." Ucap Tyger Carl menenangkan Young Soon, dengan mengelus bahunya.


"Tapi aku masih bingung. Kenapa lukaku bisa hilang secepat itu. Padahal lukanya sangat dalam, dan mengeluarkan banyak darah. Ada yang tidak beres dengan diriku ini." Dalam hati Young Soon, sambil mengerutkan keningnya.


"Apa sudah selesai minta maaf ya. Kalau sudah, mari kita kembali ke ruanganmu sayang. Kau pasti masih lelah." Ujar Tyger Carl kepadanya.


"Baiklah. Mari kita pergi sekarang," jawab Young Soon, dan mereka langsung keluar dari ruang mayat tersebut, dan kembali ke ruang istirahat Young Soon.


Sesampainya. Tyger Carl langsung membantu Young Soon, untuk naik ke atas tempat tidur. Dan setelah ia naik ke atas tempat tidur. Young Soon pun berbaring, dan menatap wajah Tyger Carl.


"Terima kasih karena sudah membantuku," ucap Young Soon kepadanya.


Tyger Carl langsung duduk, dan menatapnya dengan penuh cinta, "ini semua karena aku mencintaimu. Akan aku lakukan apapun itu, asalkan kau baik baik saja." Jawab Tyger Carl, sambil tersenyum kepadanya.


"Maafkan aku Young Soon. Aku tidak bisa memberitahukan soal hal kemarin malam kepadamu. Lain waktu aku akan menceritakan semuanya kepadamu." Ucap batin Tyger Carl.


Tiba tiba saja ponsel Tyger Carl berdering, dan ia langsung mengambil ponselnya. "Sebentar ya," keluar dari ruang istirahat Young Soon.


Sedangkan Young Soon, "aku tidak merasakan sakit apapun saat ini. Seharusnya aku pusing, atau apalah itu. Tapi aku sudah sehat, dan seperti tidak terjadi apapun. Aku benar benar merasa aneh dengan diriku. Aku memang memiliki kekuatan. Tapi ada hal lain yang tidak aku ketahui. Aku harus mencari tahu soal kekuatanku ini." Ucap batin Young Soon dengan ekspresi serius.


Tyger Carl yang sudah selesai mengobrol diponselnya. Kembali masuk ke dalam ruang istirahat Young Soon, dan kembali duduk disampingnya.


"Apa ada yang kau inginkan. Entah makanan, hadiah, atau yang lain. Katakan saja yang kau inginkan. Tidak perlu sungkan sungkan?" tanya Tyger Carl, sambil mengangkat alisnya.


"Mana mungkin aku melewati kesempatan emas ini. Dia kan mafia kaya, dan aku bisa meminta apapun, karena dia menganggap, aku ini pacarnya." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis.


Tyger Carl menatapnya yang diam, tapi tersenyum sendiri, "ada apa denganmu sayang. Kenapa malah melamun, dan senyum senyum begitu. Apa yang kau pikirkan?" tanya Tyger Carl kembali.


Sontak Young Soon langsung menatap wajah Tyger Carl, "eh, tidak apa apa kok. Aku lagi ingin makan ramen pedas, dan topokki juga. Makanan yang enak dan pedas tentunya." Jawab Young Soon memintanya.


"Sayang, kau tidak boleh makan yang pedas dulu. Karena kau baru pulih, kau ingat itu." Tegas Tyger Carl.


"Kau mau belikan atau tidak?" tanya Young Soon memastikannya.


"Baiklah. Apa yang tidak untuk kesayangku ini," tiba tiba mencium bibir Young Soon, dan langsung keluar dari ruang istirahatnya.


Setelah Tyger Carl, Young Soon masih diam, dan langsung sadar. "Iyyuh, pria itu menciumku. Dia mengambil ciuman untuk cinta pertamaku. Benar benar menjijikkan. Karena aku berciuman dengan mafia kejam seperti dia. Ibu, tolong aku." Jijik Young Soon, langsung mengusap bibir bekas kecupan Tyger Carl.


Disisi lain, di luar rumah sakit. Anak buah Tyger Carl menghampiri Tyger Carl, "salam bos." Menundukkan kepalanya.


"Ini kartunya," jawab Tyger Carl langsung memberikan gold card.


"Baik bos. Saya akan datang secepatnya, saya permisi bos." Menundukkan kepalanya kembali, dan langsung pergi, untuk membeli restoran yang menyediakan makanan pedas.


Tyger Carl pun langsung masuk ke dalam rumah sakit kembali. Dan saat ia mau masuk ke dalam ruang istirahat Young Soon.


Tiba tiba saja ada seorang nenek tua, yang memegang lengan pakaian Tyger Carl. Sontak Tyger Carl berhenti, dan menatap wajah nenek tua tersebut.


"Iya nek, ada apa ya?" tanya Tyger Carl, sambil menaikkan alisnya, dan memegang nenek tua tersebut.


"Begini nak. Nenek sedang mencari kamar mandi, tapi tidak ketemu ketemu. Apa kamu bisa menunjukkan kamar mandi wanita. Karena nenek kan juga sudah tua. Jadi sering lupa." Jawab nenek tersebut.


"Ouh, mari nek. Biar saya antarkan menuju kamar mandi." Langsung menuntun nenek tersebut, menuju kamar mandi wanita.


Di perjalanan, "ada hal apa kamu di sini. Apa ada keluargamu yang sakit?" tanya nenek tersebut, sambil tersenyum kepada Tyger Carl.


"Saya sedang merawat pacar saya nek. Dia sedang sakit, dan dia di rawat di rumah sakit ini juga." Jawab Tyger Carl ikut tersenyum.


"Wah, kau sangat mencintainya ya. Semoga kalian hidup bersama selamanya. Karena kau adalah pria yang benar benar baik dan penyayang." Mendoakan Tyger Carl.


"Terima kasih banyak nek," kembali tersenyum Tyger Carl.


"Aku memang akan hidup bahagia dengan Young Soon. Karena aku tidak akan melepaskannya, biarpun dia pergi ke negara lain. Aku akan tetap mencarinya, hingga diujung dunia." Ucap batin Tyger Carl.


Sesampai di kamar mandi wanita, "kita sudah sampai nek. Apa mau saya tunggu di luar sini. Biar nenek tidak tersesat lagi?" tanya Tyger Carl.


"Tidak perlu nak. Nenek hafal kok dengan ruangan nenek. Jadi terima kasih banyak untukmu, karena sudah menuntun nenek." Jawabnya sambil tersenyum bahagia.


"Sama sama nek. Kalau begitu, hati hatilah, dan saya permisi dulu." Ikut tersenyum, dan kembali menuju ruang istirahat Young Soon.


Sesampainya di ruangan Young Soon. Tyger Carl pun langsung masuk ke dalam, dan melihat Young Soon dan sedang memainkan ponselnya.


Sontak Tyger Carl mengambil ponsel tersebut, yang ada ditangannya. "Masih sakit jangan bermain ponsel. Tidak bagus untuk kesehatan mata." Ucap Tyger Carl langsung duduk disampingnya kembali.


Young Soon pun menatapnya, "apa urusannya denganmu. Kau kan bukan siapa siapa aku." Sedikit tegas Young Soon.


"Kau adalah pacarku. Kau ingat kan soal perjanjian waktu. Jangan banyak komentar, dan ikuti saja yang aku katakan. Kamu paham kan sayang." Ujar Tyger Carl, sambil tersenyum miring, dan melipat kedua tangannya.


"Pria ini