
Di dalam cctv tersebut. "Kalian diam di sini, jangan ada yang berteriak, ataupun bergerak. Atau aku akan menembak kalian sekarang juga. Kalian paham kan." Tegas bos tersebut.
"Mengerti," jawab mereka semua sambil gemetaran, dan Devian berpura pura takut, sambil menundukkan kepalanya.
Para anak buah bos pencuri tersebut, terus menyondongkan pistolnya. Dan bos mereka menghubungi orang yang ada di hotel tersebut.
"Halo, kenapa kalian tidak datang. Kalian akan menjaga di sini. Bagaimana sih kalian?." Tanya bos mereka.
"Iya bos, kami mau mengambil beberapa barang, untuk dibawa kesana. Dan tentunya makanan untuk mereka. Mana mungkin kita membiarkan mereka mati kelaparan, sebelum kita mendapatkan uang banyak. Ini kami sudah siap, dan akan berangkat ke sana." Jawab temannya, dan langsung mematikan ponselnya.
"Mereka selalu saja kurang hajar denganku." Kesal bos pencuri tersebut, sambil menaruh ponselnya di kantung celananya.
"Jangan ada yang berteriak, atau berusaha keluar. Atau kalian tidak akan keluar secara hidup hidup, dan akan mati di gedung terbengkalai ini!." Tegas bos tersebut, mengeluarkan rokoknya, dan langsung mematiknya, lalu menghisapnya.
Disisi lain, mereka melihat kalau dua pria yang berada di hotel tersebut keluar. Young Soon dan bos Zax langsung menatapnya. "Hei, kau tahu gadis itu tadi." Ucap salah satu pria.
"Iya, kenapa memangnya?." Tanya temannya.
"Dia sangat aneh ya. Kelihatannya mau memata matai kita. Kelihatannya dari gerak geriknya." Jawabnya mulai curiga dengan Young Soon.
"Jangan ngada ngada deh kau. Mana mungkin gadis kecil dan lemah itu adalah seorang mata mata. Gila kau, sudahlah, kita fokus bekerja saja. Jangan sampai bos memukuli kita lagi. Tau kau." Tegas temannya.
"Iya, iya. Galak amat," jawabnya sambil merokok, dan menyandangkan tas di bahu mereka.
Tiba tiba saja ada yang masuk, dan ia adalah Tyger Carl. Sontak Young Soon dan bos Zax yang sedang fokus, langsung kaget, karena mendengar suara pintu terbuka.
"Astaga Tyger. Bicara dong kalau mau masuk, jangan diam aja." Sedikit tegas Young Soon, karena ia sangat fokus mengawasi cctv yang mereka pasang.
Tyger menghampirinya, dan mengecup pipinya. "Jangan marah begitu sayang. Nanti cepat tua." Tersenyum miring Tyger Carl, langsung duduk di sofa.
"Astaga, benar benar tidak tahu malu. Mengesalkan." Mencubit paha Tyger Carl.
"Aduh, sakit sayang." Manja Tyger Carl kepadanya.
"Jangan gila luh," kesal Young Soon kembali.
"Kalian bisa diam dulu. Aku jadi tidak bisa mendengarkan mereka berbicara." Ucap bos Zax.
"Eh, maafkan kami bos. Dia nih, ribut gila." Jawab Young Soon, kembali fokus melihat cctv di komputer tersebut.
"Benar benar menggemaskan," tersenyum kembali Tyger Carl, sambil menyilangkan kakinya.
Kembali ke cctv. Dimana dua pria tersebut sudah sampai di gedung terbengkalai, dan langsung menghampiri bos pencuri tersebut.
"Ini bos barang barang yang kau minta, yaitu tali, lasiban, dan makanan untuk mereka semua." Ucap anak buahnya.
"Kalian cepat berikan makanan itu kepada orang yang ada di sini. Jangan sampai ada yang kelaparan." Perintah bos mereka, dan ia kembali merokok.
"Cepat kalian makan ini, dan harus sampai habis. Atau kalian akan kelaparan dan mati di sini. Cepat makan." Perintah anak buah bos pencuri tersebut.
"Pake nanyak lagi. Ya pakai mulutlah. Banyak nanyak. Mau gue mainin luh!." Tegasnya kepada wanita tersebut.
"Kenapa dia membentak wanita itu. Dasar binatang." Marah Young Soon, memukul meja yang ada disampingnya. Sontak meja tersebut langsung terbelah menjadi dua, karena emosinya naik.
Sontak bos Zax dan Tyger Carl yang melihatnya pun tercengang. "Eh, kok terbelah. Kau yang membuatnya Young Soon?." Tanya bos Zax sampai melongo.
"Astaga, kesayangku sangat hebat." Tersenyum Tyger Carl kembali.
"Eh, gak tahu itu bos. Tiba tiba saja pecah, saat aku pukul pelan. Mungkin meja ini sudah lapuk. Diganti makanya bos, beli baru." Jawab Young Soon takut kekuatannya ketahuan.
"Yaudah deh. Nanti beli lagi, kan masih banyak uang menumpuk di lemari. Kita fokus mengawasi mereka dulu." Ucap bos Zax kembali fokus ke komputernya.
"Kelihatannya wanita ini bukan wanita yang biasa. Dia memiliki kekuatan kuat. Karena saat kejadian kami berciuman itu. Dan aku lihat di lengannya memiliki luka goresan, dan saat kami berciuman. Tiba tiba saja muncul cahaya kecil dari luka tersebut. Dia bukan wanita biasa." Ucap batin Tyger Carl, kembali mengisap rokok barunya.
Young Soon melirik Tyger Carl yang sedang melamun, sambil melihat meja yang terbelah tersebut. "Habislah aku. Mungkin saja Tyger Carl curiga denganku. Bagaimana ini. Sudahlah, aku harus fokus ke pekerjaanku saja." Dalam hati Young Soon, dan melihat komputer kembali.
"Kalian berikan nomor telepon saudara ataupun keluarga kalian. Agar kami bisa menguras uang keluarga kalian. Cepat minta nomor telepon mereka masing masing." Perintah bosnya kembali.
Setelah meminta nomor ponsel, dan tibalah Devian diminta nomor ponsel teman ataupun saudaranya. Lalu Devian memberikan nomor ponsel Young Soon.
Pria tersebut menghubungi Young Soon terdahulu. Dan ponsel Young Soon berdering. "Ponselmu berdering. Angkat cepat." Perintah bos Zax, dan Young Soon langsung mengambil ponselnya, dan mengangkatnya.
"Halo nona. Apa anda teman dekat, atau keluarga dari pemilik ponsel ini?." Tanya bos pencuri tersebut.
"Saya kakaknya. Ada apa ya pak, dan siapa anda. Dimana adik saya." Jawab Young Soon sekaligus bertanya, dan memulai aktingnya.
"Adik anda kami sekap sekarang," jawab bos pencuri tersebut.
Young Soon kembali memainkan aktingnya, dengan berpura pura panik dan menangis. "Hah, adik saya kenapa bisa disekap. Kenapa kalian tega menyekap adik saya. Dia adik satu satunya bagi saya?." Memainkan perannya dengan bagus.
"Dia benar benar wanita yang penuh drama. Pantas saja aku mencintainya." Ucap batin Tyger Carl terus menatapnya dari belakang.
"Kalau kau ingin adikmu selamat. Datanglah ke alamat yang saya kirim, dan jangan lupa untuk membawa uang sebesar 5 milyar. Kalau kau tidak membawanya, atau memanggil polisi. Mungkin nyawa adikmu akan hilang sekarang juga. Kau bisa kan." Jawab bos si pencuri tersebut dengan tegas.
"Baik pak, baik. Kapan saya ke lokasi tersebut?." Tanya Young Soon kembali.
"Datanglah besok malam, dan kau akan bertemu dengan semua orang tua, ataupun si wali dari orang orang yang kami sekap. Kalau begitu, siapkan uangnya secepatnya." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.
Young Soon pun meletakkan ponselnya di atas meja kembali, dan saat ia mengobrol lewat ponselnya tadi. Ia memasang speaker, agar bos Zax dan Tyger Carl bisa mendengarnya.
"Jadi besok mereka akan mengumpulkan semuanya di sana. Dan dia meminta uang sedikit itu." Ucap bos Zax.
"Kalau begitu, kita harus membuat rencana untuk besok. Agar mereka bisa lumpuh, dan tidak melakukan apapun di besok hari." Sambil memegang dagunya, dengan tangan kanannya.
"Sebenarnya