
"Young Soon, tolong aku. Tolong." Ucap dengan nada ketakutan dan itu adalah Eun Ju.
"Eun Ju, kau kenapa. Kau dimana?." Tanya Young Soon seketika khawatir.
"Kau sudah mendengar jeritannya kan. Bagaimana, kau datang ke lokasi yang sudah aku kirimkan barusan itu. Dan jangan lupa, bawa uang 1 M. Kalau tidak, teman mu ini akan mati dan akan kami permainkan dia. Datanglah cepat." Ucap orang suruhan dari seseorang.
"Kau siapa?." Tanya Young Soon.
"Datanglah, secepatnya, dan jangan banyak tanya." Jawab pria tersebut.
"Baiklah, saya akan kesana segera." Langsung mematikan ponselnya.
"Sial, baru juga mau santai, sudah dibuat begini. Santai Young Soon, mereka hanya binatang, yang perlu dikasih makan." Ucap Young Soon langsung meletakkan uang di atas meja dan langsung pergi dari tempat tersebut.
Di perjalanan. Young Soon sambil melihat lokasi, yang sudah dikirimkan pria tersebut. "Ini kan tempat yang gelap dan didekat bar.Aku akan kesana, dan sabarlah Eun Ju." Ucapnya langsung menggas motornya dengan kecepatan tinggi.
Sesampai lokasi tersebut. Young Soon langsung turun dari motornya dan membuka helmnya. "Ini jalannya, tidak salah lagi." Langsung masuk dengan perlahan lahan.
Saat di dalam. Tiba tiba mulutnya ditutup oleh kain yang sudah diberi obat. Tapi obat itu, tidak terpengaruh olehnya, karena kekuatan yang ia miliki. "Dasar pria bodoh. Hyah." Langsung meninju bagian perut pria misterius tersebut dengan kakinya.
"Akh." Otomatis pria tersebut terpental hingga ke tembok dan tembok tersebut retak.
"Aduh," kesakitan.
"Young Soon." Panggil Eun Ju dari kegelapan.
Otomatis Young Soon menuju kegelapan tersebut. Saat mau maju, tiba tiba Eun Ju muncul bersama anak buah suruhan seseorang tersebut dan mereka meletakkan pisau, di leher Eun Ju.
"Berhenti kau, atau aku akan langsung membunuh wanita ini." Mengancam pria lainnya.
"Sabar dong kawan. Aku tidak akan maju kok, dan mending kalian aja yang maju sini. Akan aku berikan uang 1 M setiap maju satu langkah. Bagaimana." Memulai aksinya.
"Wah, itu hal yang bagus bos. Lumayan juga itu bos, kalau kita maju 10 langkah, kita akan mendapatkan 10 M bos. Boleh dicoba itu bos." Tergiur teman lainnya.
"Dasar bodoh, dia mencoba menipu mu. Dasar bodoh." Ucap pria yang memegang pisau di leher Eun Ju.
"Siapa bilang aku berbohong. Aku jujur kok, emangnya ada terlihat dari wajahku, kalau saya ini sedang berbohong. Yang benar saja dong, aku ini baik dari lubuk hatiku." Jawabnya berkata manis.
"Hayo lah. Masa uang gratis, ditolak sih. Hei kau, yang memegang pisau. Kemarilah dan cobalah permainan ini." Ucap Young Soon memanggil pria yang sedang bersama Eun Ju.
"Jangan berani mu di sana saja. Apa kau tidak kuat, memainkan burung mu itu. Maju kau sini, burung lemas. Hahahahah." Ejek Young Soon kepadanya.
"Apa, beraninya kau mengejek burung ku lemas. Akan aku ajarkan, apakah burungku lemas atau tidak. Sini kau." Marah besar pria tersebut dan langsung mendorong Eun Ju ke pria lainnya.
Dan ia pun maju. "Aku akan mendapatkan uang yang banyak, dan aku akan mendapatkan diri mu. Aku akan langsung mengajarkan mu, apakah hewan bawahku ini, lemas atau tidak." Langsung maju dan melemparkan pistolnya di dekat Young Soon.
"Wah, sudah 10 langkah. Dan kau akan mendapatkan uang sebesar 10 M dan mendapatkan diriku, sebagai bonusnya. Majulah lagi." Ucap Young Soon tersenyum sinis.
Saat pria tersebut berhasil mendapatkan 10 langkah. Ia pun langsung berdiri dihadapan Young Soon. "Bagaimana, apakah kau masih mengatakan, bahwa aku ini lemah. Dan mengatakan kesayangan bawah ku ini, lemas. Aku akan langsung memakai mu juga." Ucap pria tersebut berbicara di depannya dan mengelus pipi Young Soon.
"Jangan berbicara di depan wajahku, karena ludah mu itu, terkena wajahku. Dasar bodoh!." Langsung memukul pipi pria tersebut.
Siapa sangka. Gigi pria tersebut, langsung bercopotan dan semua langsung keluar dari mulutnya. Mulut pria itupun, langsung dipenuhi dengan darah. "Bagaimana, apakah kau masih berani melawanku, hah!." Tegasnya langsung mematahkan bagian tangan pria tersebut dan otomatis, tangan pria itupun bengkok.
"Sakit, sakit. Ampun." Kesakitan pria tersebut, dan langsung pingsan di tempat.
"Lepaskan dia atau, kalian akan bernasib sama dengan teman kalian yang lainnya." Ucapnya langsung mengambil pistol yang ada di dekatnya.
"Dasar manusia bodoh. Dor." Young Soon langsung menembak, tepat di kepala teman satunya lagi.
"Argh," langsung jatuh ke tanah dan meninggal di tempat.
Sisa satu lagi dan sudah sangat ketakutan. "Ampun, ampun. Bukan kami yang mau melakukannya. Tapi kami disuruh. Kami hanya menjalankan tugas." Menangis sampai memohon dan berlutut di kaki Young Soon.
Young Soon pun jongkok dan mencengkram pipi pria tersebut. "Siapa nama mu?." Tanya Young Soon dengan tatapan tajam hanya tertuju padanya.
"Na, nama, sa, saya. Nama saya Victor." Jawabnya dengan gemetaran.
"Eun Ju, kau pulanglah duluan. Aku akan membereskan mereka semua." Perintah Young Soon kepada Eun Ju.
"Apa perlu aku panggilkan kantor polisi?." Tanya Eun Ju.
"Tidak usah, kau hanya perlu pulang dan membersihkan badan mu. Biar aku yang membereskan mereka semua. Kau tenang saja." Jawab Young Soon tersenyum.
"Baiklah, aku akan pergi dan berjaga jagalah, untuk diri mu." Ucap Eun Ju langsung lari dari tempat tersebut.
Kembali menatap wajah pria tersebut." Omong omong tadi, nama mu siapa?." Tanyanya kembali.
"Nama saya Victor." Jawabnya ketakutan.
"Nama yang bagus. Tunggu sebentar, aku akan mengambil ponselku." Ucapnya langsung mengambil ponselnya dan mereka suara.
"Katakan, siapa yang menyuruh mu. Katakan yang sebenarnya, atau nasib mu, akan sama seperti teman teman mu?." Tanya Young Soon dengan tegas.
Victor masih tidak berbicara. "Katakan!." Tegasnya kembali sampai melotot ke arah Victor.
"Nyonya Min Soo dan nona Min Hwa. Mereka yang menyuruh kami, untuk menculik sahabat mu. Agar kami bisa menguras uang mu secara habis habisan." Jawab jujur Victor.
"Wah, sebenarnya aku juga sudah tahu dari awal. Tapi aku hanya mau bermain dulu, dengan kalian. Dan boom, semua bagus. Bagaimana aktingku, bagus kan?." Ucapnya sambil tersenyum.
"Bagus, bagus. Ba, bagus. Tolong jangan habisi saya, tolong jangan tembak saya." Ketakutan kembali pria tersebut.
"Aku tidak akan menembak mu. Tapi aku akan membunuh mu." Ucapnya langsung menembak pria tersebut.
"Sial, mana darahnya mengenai wajah cantikku ini. Dasar manusia bodoh." Ucapnya mengusap darah kotor, yang ada di wajahnya.
Tiba tiba ada yang berbicara. "Kenapa kau sangat hebat. Kau kan wanita, kenapa kau hebat?." Tanya pria pertama yang dipukul oleh
Young Soon.
Young Soon langsung melihat ke pria tersebut dan menghampirinya. "Wah, tentu dong. Saya hanya mau membalaskan dendam saya saja kok."
"Jika ada yang berusaha menahan ku. Aku akan langsung, dor. Dan aku menembaknya sampai mati. Hahahahah." Jawab Young Soon tertawa puas dengan aksinya.
"Kau ku beri hidup. Karena aku tidak tega, menatap wajah yang lebih tua dariku. Maka dari itu, aku akan memberi mu satu kesempatan lagi. Dan kau harus bekerja sama denganku." Ucap Young Soon mencubit pipinya.
"Baiklah aku akan mengikuti kemauan mu. Tapi jangan bunuh aku." Ketakutan pria pertama.
"Okey, aku akan memaafkan mu kali ini. Tapi kalau sekali lagi, kamu seperti ini. Aku tidak akan segan segan untuk membunuh mu. Hahahah." Jawabnya kembali tertawa puas.
"Apa rencana yang anda mau?." Tanyanya.
"Rencanaku adalah,