Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 53: Kata-Kata



"Emangnya kau siapa?." Tanya Young Soon langsung menatapnya.


"Aku adalah orang yang paling kuat di GYM ini." Jawab pria tersebut.


Young Soon langsung berdiri dan menatap kedua mata pria tersebut. "Siapa nama mu. Bagaimana aku bisa kenal dengan mu, kalau aku saja belum mengetahui nama mu?." Tanya Young Soon memegang pakaian pria tersebut.


"Nama ku adalah Lukas. Setelah kau mengetahui namaku, kau mau apa. Apa kau sudah tidak sabar." Jawabnya.


"Emangnya, kau punya apa, selain diri mu yang kuat?." Tanya Young Soon melipat kedua tangannya.


"Ayahku mempunyai perusahaan di kota ini, dan aku adalah anak tunggal, tentu aku adalah pria kaya di kota ini. Dan siapa sih, yang gak mau sama aku, dan siapa sih yang gak mau nempel denganku."


"Aku kan banyak uang, dan aku juga bisa membeli harga diri mu itu." Jawab Lukas menaikkan alisnya.


Young Soon langsung menatapnya dengan tajam. "Get Up Man!. Sekarang wanita bisa berdiri sendiri, bangun karir sendiri, dan cari uang sendiri."


"Dan kalau saya ada uang, saya juga tidak akan menyia-nyiakan nya, hanya untuk pria. Karena jika wanita ada uang, dia tidak akan mengingat pria, dan lebih ingat untuk menghabiskan uangnya seperti apa."


"Dan ingat ya, wanita itu berdiri bukan dibelakang pria, tapi disamping pria. Kau paham itu." Tegas Young Soon kepadanya.


"Jangan marah gitu dong sayang." Ucap Lukas memegang pipi Young soon sembarangan."


"Dasar manusia bodoh. Beraninya kau memegang wajahku." Ucap marah Young Soon langsung mendorong pria tersebut untuk jatuh, dan otomatis pria tersebut langsung menghantam ke tempat olahraga yang ada di belakangnya.


"Argh, sakit banget." Kesakitan Lukas.


Seketika itu juga, semua orang yang ada di GYM itu, langsung menatap ke arah Young Soon. Dan Young Soon pun langsung datang menghampiri Lukas. "Bagaimana rasanya, apa enak?." Tanyanya tersenyum tipis.


"Kenapa kau bisa sekuat itu. Kau kan wanita, dan seharusnya wanita lemah, dalam bidang bela diri?." Tanya Lukas bingung dengan Young Soon.


"Tidak semua wanita lemah di dalam kehidupan. Karena, seluruh wanita di dunia ini kuat dan tidak takut dengan apapun. Hanya saja, wanita menyalah gunakan bela dirinya, untuk seorang pria sampah seperti mu."


"Jadi, jangan pernah mengatakan kalau wanita itu lemah. Justru pria lah yang lemah, karena tidak bisa menjaga wanitanya dan malah merusaknya. Dasar bodoh."


" Dan ada satu lagi yang mau aku katakan pada mu. Kau terlalu murah, untuk mendapatkan cintaku yang mahal." Ucap Young Soon tersenyum sinis, dan kembali olahraga.


Young Soon langsung melirik mereka kembali, dan seketika itu juga, mereka semua ketakutan, dan langsung buang muka. "Seram banget sih tatapannya. Padahal hanya mau melihatnya." Ucap wanita wanita tersebut, langsung pergi meninggalkannya.


"Ck, mereka membenciku hanya karena tatapanku?. Manusia bodoh." Ucap Young Soon kembali mengangkat beban dengan mudah.


Sore pun tiba. Dimana Young Soon, sudah selesai olahraga, dan ia langsung bergegas untuk kembali pulang. "Siap juga olahraga hari ini. Melelahkan, tapi menyenangkan." Bahagia Young Soon, langsung mengenakan helmnya, dan langsung menggas motornya.


Di perjalanan. Tiba tiba, Young Soon melihat ada seorang anak sekolah yang di bully oleh teman temannya. "Eh, sepertinya dia di bully. Aku harus membantu anak itu." Ucap Young Soon langsung membelokkan motornya, menuju tempat anak anak tersebut.


Sesampainya, ia langsung turun dan membuka helmnya. "Hei anak anak." Panggilnya dengan keras, dan langsung menghampiri anak anak tersebut.


Sontak anak laki laki tersebut, langsung menatapnya. "Ada apa. Apa urusan mu disini?." Tanya salah satu laki laki yang paling kekar.


"Aku disini, karena mau membantu anak itu. Kemari kau." Jawabnya langsung memanggil anak laki laki yang di bully.


Anak laki laki tersebut langsung menghampiri Young Soon, dan berdiri di sampingnya. "Siapa nama mu?." Tanya Young Soon menatapnya.


"Nama saya Beck kak." Jawabnya sambil menundukkan kepalanya, karena takut.


"Tenanglah, kau tidak perlu takut, karena saya disini mau membantu mu." Ucap Young Soon mengelus rambut Beck.


Young Soon langsung menghampiri anak laki laki yang sudah membully Beck. "Dari pada kalian membully teman kalian. Lebih baik kalian ke rumah, dan bantu orang tua kalian sana. Kasihan tahu orang tua kalian, sudah lelah membesarkan kalian, dan menyekolahkan kalian. Kalian malah seperti ini."


"Apa mau aku beritahu kepada orang tua kalian." Ucapnya sambil melipat kedua tangannya, dan menatap dengan tajam.


"Bilang saja kalau kau berani. Kami tidak takut." Ucap bos di teman temannya.


"Benar itu." Jawab teman temannya.


"Omong omong, nama mu siapa nak?." Tanya Young Soon tersenyum tipis dengannya.


"Namaku adalah Dariel, kenapa emangnya. Apa kau menyukaiku?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Aku,