
Young Soon hanya bisa marah lewat hatinya, dan harus bersikap baik kepada Tyger Carl. Karena semua ini atas bantuan Tyger Carl.
"Aku harus bersikap baik kepada Tyger Carl. Tapi entah kenapa, jantungku berdetak dengan kencang, saat didekatnya. Ada apa dengan diriku ini. Apa aku menyukainya. Tidak mungkin, dan jangan sampai deh." Ucap batin Young Soon, mengikuti ibu Min seol, dan anaknya yang menuju ruang UGD.
"Kalian bareng kakak Young Soon dan kak Tyger dulu ya nak. Ibu mau di rawat dulu. Nanti kalian bisa menjenguk ibu kapanpun. Dan kalian berdua. Tolong jagakan anak saya dulu ya. Saya sangat berterima kasih kepada kalian. Kalian benar benar baik." Bahagia ibu Min seol.
"Baik bu. Ibu kuatlah di dalam, dan cepatlah sembuh bu." Ucap Chiko dan Bunga.
"Oh ya, sayang. Aku akan menghubungi seseorang, yang menjual rumah. Sebentar ya sayang." Ucap Tyger Carl mencium pipi Young Soon, dan keluar dari ruang istirahat.
"Benar benar pria mesum. Memanfaatkan waktu seperti ini." Ucap batin Young Soon kesal.
"Kalian sangat romantis ya. Seperti sudah pasangan suami istri." Puji Min seol.
"Heheheh, kami belum sepasang suami istri. Kami hanya pacaran saja kok bu." Jawab Young Soon, sambil tersenyum.
"Semoga saja kalian menjadi pasangan suami istri. Karena kalian benar benar cocok." Mendoakan Young Soon.
Tiba tiba Tyger Carl masuk kembali, dan kembali merangkul pinggang Young Soon.
"Permisi bu. Saya sudah memesankan sebuah rumah untuk kalian dan anak pengamen lainnya. Jadi kalian tidak perlu khawatir. Karena ada kami di sini, dan akan terus membantu kalian. Saya juga sudah membelikan anda sebuah cafe, untuk anda bekerja bersama anak anda, dan anak anak lainnya. Agar anda dan anak lainnya, tidak bekerja di jalanan lagi." Menerangkannya secara detail.
"Terima kasih banyak nak. Kalian benar benar baik. Kami bersyukur karena sudah bertemu dengan kalian. Terima kasih banyak." Menangis bu Min seol.
"Sama sama. Kalau begitu, saya mau menunjukkan rumah kepada anak yang lainnya dulu. Biar mereka langsung istirahat juga di rumah. Soal pakaian juga tidak perlu dipikirkan. Saya juga sudah memesan pakaian, dan alat alat rumah. Anda tenang saja. Semua sudah saya serahkan kepada anak buah saya." Ucap Tyger Carl kembali tersenyum.
"Terima kasih banyak nak. Kami benar benar berterima kasih kepada anda." Kembali berterima kasih kepada Tyger Carl dan Young Soon.
"Sama sama bu. Kalau begitu, kalian jaga ibu kalian di sini. Kakak dan pacar kakak mau mengantar anak yang lainnya dulu. Kalau mau mau ikut, boleh." Ajak Young Soon kepada Chiko dan Bunga.
"Tidak apa apa deh kak. Kami menunggu ibu di sini saja. Nanti kami menyusul." Jawab Chiko sambil tersenyum.
"Anak yang baik. Kalau begitu, kakak pergi dulu. Cepat sembuh bu Min seol." Langsung keluar dari ruang istirahat bersama Tyger Carl.
Di luar ruangan. Young Soon langsung melepaskan tangan Tyger Carl. "Jaga tanganmu itu." Tegas Young Soon kepada Tyger Carl.
"Kenapa jaga jarak begitu sayang. Bukannya kamu yang terus mengatakan kalau aku ini pacarmu. Ada apa denganmu baby?" tanya Tyger Carl dengan lembut kepadanya.
"Itu hanya permainan saja. Jangan macam macam kepadaku. Kau pikir aku cewek apaan." Tegasnya kembali.
"You are my sweetheart (kamu pacarku sayang). Kenapa pakai nanya lagi. Kalau begitu, mending kita lihat rumah baru untuk mereka. Mana tahu kamu akan sering datang ke rumah mereka nanti. Yuk sayang." Ajak Tyger Carl terus tersenyum.
Mereka berdua langsung menuju rumah yang dibeli oleh Tyger Carl, untuk anak pengamen.
Young Soon pun bangun, dan langsung duduk meregangkan badannya. "Hua, aduh. Ngantuk banget. Gara gara kemarin pulang kemalaman banget. Ini semua gara gara si pria mesum itu. Aku jadinya mengantuk begini. Menyebalkan." Kesal kembali Young Soon, sambil mengikat rambutnya.
Young Soon pun membuka jendela kamarnya. Dan tiba tiba ia terkejut, karena melihat ada Tyger Carl dibawah, dan melambaikan tangan kepadanya.
"Hah, kenapa dia bisa ada di sini. Ini kan masih pagi. Astaga." Langsung turun ke bawah.
Saat ia turun. Ternyata Tyger Carl sudah duduk di sofa ruang tamu, bersama pak Park Young.
"Sayang, kamu sudah bangun. Ini, pacar kamu datang." Ucap ayahnya kepada Young Soon.
Young Soon pun menghampiri mereka berdua, dan duduk disamping ayahnya. "Kenapa kau datang sepagi ini?" tanya Young Soon, sambil memasang wajah jutek.
"Tentu untuk menemui pacarku dong. Tumben banget bangun pagi. Kamu begadang?" jawab Tyger Carl sekaligus bertanya.
"Ini semua gara gara kejadian kemarin malam. Menyebalkan." Ucap batin Young Soon mencubit paha Tyger Carl.
"Aduh, jangan cubit begitu baby. Apa kamu sudah tidak sabar untuk melewati malam panas." Bisik Tyger Carl ditelinganya.
"Kalian sedang bicara apa. Kenapa bisik bisik begitu. Sini cerita bareng ayah juga." Ucap ayahnya kepada Young Soon.
Young Soon pun kembali menatap wajah ayahnya. "Tidak apa apa kok ayah. Oh ya ayah, kenapa jam segini ayah belum berangkat ke perusahaan?" tanya Young Soon sambil menyilangkan kakinya.
"Ayah lagi ada urusan di rumah. Bentar lagi kan hari pernikahan kakakmu. Jadi ayah sibuk menyiapkannya." Jawab ayahnya kembali tersenyum kepada Young Soon dan Tyger Carl.
"Pagi ayah," sapa Min Hwa yang baru bangun, dan melihat ada Tyger Carl yang tampan, dan duduk dengan tampan juga tentunya.
"Eh, dia kan pria itu. Tampan banget kalau sedang memegang bunga seperti itu. Seharusnya kan aku yang mendapatkan pria itu. Kenapa malah Young Soon jelek ini yang mendapatkannya. Benar benar menyebalkan." Kesal batin Min Hwa, dan langsung duduk disamping ayahnya juga.
"Halo, kamu yang waktu itu datang ke mari juga ya?" tanya Min Hwa mencari muka kepada Tyger Carl.
Tyger Carl menatapnya dengan tatapan tajam, dan dingin. "Iya, ada apa ya?" tanya Tyger Carl dengan dingin.
"Dia kembali memainkan aktingnya yang bodoh itu. Dia mencoba menggoda Tyger. Menjijikkan." Ucap batin Young Soon memiringkan bibirnya.
"Tidak ada apa apa sih. Ada apa datang kemari kamu ya. Ini kan masih pagi juga?" jawab Min Hwa sekaligus bertanya dengan manja.
"Tentunya untuk menemui pacar saya, dan itu tidak ada hubungannya dengan anda kakak ipar. Maaf kalau saya lancang." Jawab Tyger Carl dengan sigap, dan kembali menatap wajah Young Soon.
"Kasihan deh lho. Rasakan itu, hahahah." Ucap batin Young Soon yang tertawa.
Young Soon meraih tangan Tyger Carl, dan menggenggam tangan Tyger Carl. "Kak, kan sudah dikatakan