Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 115: Ban Bocor



Di perjalanan. "Dia benar benar pria yang menganehkan. Ini sudah ketiga harinya aku bertemu dengannya. Benar benar memuakkan. Tapi kalau dilihat lihat, ya dia lumayan sih." Ucap batin Young Soon.


Tiba tiba saja ponselnya berdering. Young Soon pun langsung mengangkatnya, dan itu adalah dari bos Zax.


"Halo bos Zax, ada apa bos?." Tanya Young Soon.


"Nanti malam jangan lupa untuk datang ke lokasi. Ada yang mau aku sampaikan kepadamu." Jawab bos Zax.


"Baiklah bos. Aku juga sudah tidak sabar untuk mengerjakan misiku. Bos Zax sedang apa." Ucap Young Soon sekaligus bertanya.


"Aku sedang mengurus rencana lainnya. Kalau begitu, sudah dulu." Jawab bos Zax, langsung mematikan ponselnya.


Young Soon pun kembali meletakkan ponselnya di tas, dan ia kembali fokus menyetir. Akhirnya Young Soon, sampai di tempat pemakaman, dan ia langsung turun dari mobil, sambil membawa bucket bunga tulip, yang begitu indah.


Young Soon mencari pemakaman ibunya, dan setelah mendapatkan makam ibunya. Young Soon pun berjongkok, dan meletakkan bucket tulip tersebut, di atas makam ibunya.


"Halo ibu, Young Soon datang nih bu. Apa ibu tidak merindukan aku. Hahahaha, aku sudah besar tahu nih bu. Ibu pasti bahagia banget di sana ya bu." Curhat Young Soon.


"Aku sudah membahagiakan ayah sekarang bu. Tapi, sejak ayah menikah lagi, Young Soon jadi tidak nyaman, dan sangat merindukan ibu. Andai saja ibu masih hidup, mungkin saja kita akan bahagia bu, sampai sekarang." Ucap Young Soon, sambil mengelus batu nisan ibunya.


"Ibu tahu, aku sudah menjadi Young Soon yang berbeda tahu bu. Bukan menjadi Young Soon yang lembut lagi. Hahahah, tapi kelembutan ibu, masih ada di dalam hatiku. Ibu tidak akan tergantikan." Ucap Young Soon, terus mengelus batu nisan ibunya, dan air matanya sudah tergenang.


Air matanya pun tak bisa ia bendung lagi, dan air matanya langsung menetes di pipinya. "Andai ibu masih hidup bu. Mungkin aku tidak akan kesepian seperti ini bu." Tangis Young Soon, memeluk batu nisan ibunya.


"Semoga saja ibu terus bahagia di sana bu. Suatu saat nanti, aku akan menyusul ibu di sana, dan kita akan bertemu dengan bahagia bu." Mengusap air matanya, dan tersenyum bahagia.


Di sisi lain. "Ternyata dia bisa menangis juga. Aku kira dia tidak bisa menangis, karena wajahnya yang menyeramkan itu." Ucap seorang pria.


Young Soon pun kembali berdiri, dan kembali menguap air matanya.


"Semoga ibu bahagia di sana ya bu. Young Soon mau pulang dulu bu. Doakan Young Soon sukses ya bu, dan semoga, kehidupan Young Soon bahagia. Aku cinta ibu." Kembali tersenyum, dan langsung meninggalkan makam ibunya.


Saat Young Soon mau keluar dari pemakaman. Sontak ia langsung berhenti, karena ada pria yang berdiri di depannya, sambil bersenderan di pohon besar.


"Kau lagi. Apa kau sedang membuntutiku. Apasih yang kau inginkan?." Tanya Young Soon menatapnya dengan tatapan tajam.


"Aku kira kamu tidak bisa menangis, ternyata bisa juga ya. Sudah cantik, baik, pandai bela diri lagi. Sungguh idamanku." Ucap yang tidak lain lagi ialah Tyger Carl.


"Aku tidak bertanya soal itu. Jawab pertanyaanku tadi. Apa yang kau inginkan hah?." Tanyanya kembali.


"Menciummu, jangan halu deh. Awas kamu." Tidak percaya Young Soon, dan mendorong Tyger Carl, dari jalannya.


Young Soon pun keluar dari pemakaman, dan langsung naik ke atas motornya. Saat ia mau menjalankan motornya, tiba tiba saja ada yang aneh dari motornya.


Dan saat ia mencoba mengecek, ternyata ban motornya bocor. "Eh, kenapa ban motorku bisa bocor ya. Aneh, padahal tadi baik baik saja deh." Bingung Young Soon, kembali berdiri, sambil melipat kedua tangannya.


Tyger Carl pun menghampirinya. "Kenapa baby, ada apa dengan motormu?." Tanyanya, sambil menaikkan alisnya.


Young Soon menatap wajah Tyger Carl. "Jangan jangan, kamu lagi yang membocorkan ban motorku. Apa sih yang kau inginkan, sampai melakukan semua ini?." Tanya Young Soon, sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu menuduhku seperti itu, jahat banget sih. Padahal aku di sini, hanya ingin melihat wajah mu saja. Karena ban motormu sudah bocor dan tidak bisa di naiki. Lebih baik naik mobil saya saja yuk. Biar saya antar kamu ke rumah. Bagaimana baby?." Jawabnya, juga bertanya kepada Young Soon.


"Kalau aku menolaknya, bisa bisa aku jalan kaki, sampai ke rumah yang sangat jauh. Lebih baik aku numpang mafia ini aja deh, daripada jalan kaki jauh. Iya deh, aku terima aja." Ucap batik Young Soon yang mau.


"Yaudah deh, karena ini kesalahanmu. Aku mau menumpang denganmu. Tapi, jangan melakukan hal apapun. Atau aku tidak akan segan segan, untuk menghabisimu." Jawab Young Soon, kembali menatapnya dengan tatapan tajam.


Tapi Tyger Carl tidak merasa takut, dan malah menganggapnya lucu. "Mari, biar aku antarkan ke rumah." Ucap Tyger Carl langsung mengambil mobilnya, dan Young Soon pun naik ke dalam mobil milik Tyger Carl pribadi.


Di perjalanan, Young Soon tetap cuek, dan terus melipat kedua tangannya. "Jangan cuek gitu dong baby. Kamu mau apa, biar saya belikan?." Tanya Tyger Carl terus menggodanya.


"Apaan sih kau, kita ini tidak pacaran, dan bahkan belum mengenal sesama. Sudah manggil pakai nama baby lah, semualah. dasar pria genit." Jawab Young Soon, langsung terus terang kepada Tyger Carl.


"Maka sebab itu, mari kita berteman. Kalau tidak, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatimu. Karena mulai detik ini, kau milikku." Ucap Tyger Carl serius dengannya.


"Terserah. Oh ya, kamu kan adalah mafia yang paling kejam di kota ini. Kenapa kelihatannya tidak kejam. Malah sangat aneh dengan wanita?." Tanya Young Soon kembali, dan sedikit meledaknya.


"Namanya aku sedang berbicara dengan wanita. Mana mungkin aku mengeluarkan amarahku. Yang benar saja dong baby." Ujar Tyger Carl, sambil tersenyum tipis.


"Terserah kau deh. Lagian itu bukan urusanku sih. Mau bagaimana kek, begitu kek. Terserah." Kembali cuek.


Sesampai rumah Young Soon. Young Soon pun langsung keluar dari mobil Tyger Carl.


"Terima kasih banyak atas tumpangan anda bos mafia kejam, yang ternyata tidak kejam. Lain kali, jangan kempiskan ban motorku lagi. Atau akan aku kempiskan bola matamu itu." Ucap Young Soon tersenyum jahat.


"Terserah kamu deh baby. Yang penting, aku terus bisa melihat kamu. Kan kamu yang paling cantik." Puji Tyger Carl kembali.


Young Soon pun kembali menghiraukannya, dan langsung berbalik badan. Saat itu juga