
"Apa kau punya rokok?." Tanya balik Young Soon kepadanya.
"Aku punya kok. Tapi aku jarang memakainya. Ambil saja di kotak penyimpanan itu." Jawab Devian kepadanya sambil menunjuk kontak penyimpanan tersebut.
"Ternyata kau nakal juga ya. Hahahaah." Ucap Young Soon langsung mengambil rokok milik Devian dari kotak penyimpanannya. Dan langsung menyalakannya, dengan mancis miliknya.
"Kapan aku akan menjadi bodyguard mu?." Tanya kembali Devian kepadanya.
"Aku akan mengabarinya kepada mu. Besok kita bertemu di taman flower. Aku akan mengajak mu ke suatu tempat." Jawab Young Soon menaikkan alisnya.
Sesampai rumah Young Soon. Young Soon langsung turun, bersama Devian. "Astaga. Apa ini benar benar rumah mu Young Soon. Kata mu kecil, kenapa ini sangat besar?." Tanyanya kagum melihat rumah besar dari Young Soon.
"Ini tidak besar kok. Kalau begitu, aku duluan ya. Dan sampai jumpa besok." Jawabnya langsung melambaikan tangannya, dan masuk ke dalam rumahnya.
Setelah Young Soon pergi. "Masa rumah sebesar, dan tingkat begini, di bilang kecil sih. Parah memang, kalau orang kaya ini." Tersenyum tipis Devian, lalu pergi dari rumah Young Soon.
Di dalam rumah Young Soon. Saat Young Soon masuk, di dalam sudah ada Min Hwa dan Min Soo yang berdiri di hadapannya. "Halo Young Soon sayang. Kau dari mana saja. Kenapa semalam ini?." Tanya Min Hwa.
"Mungkin saja dia kerja malam. Hahahah." Ucap Min Soo tertawa, dan Min Hwa ikut tertawa juga.
"Bacot. Kalian seperti lalat yang menghinggapi sampah. Berusaha datang ke permata yang indah, tapi tidak bisa. Karena kalian adalah sampahnya." Ucap Young Soon tersenyum tipis dan langsung naik.
Saat Young Soon mau masuk ke kamarnya. Tiba-tiba Min Hwa marah, dan langsung mengejarnya, dan menahan pakaian Young Soon.
Sontak Young Soon langsung berbalik badan. "Lepaskan tangan kotor mu itu." Ucap Young Soon langsung melepaskan tangan Min Hwa.
"Akting yang kuno sekali bunda." Ucap batin Young Soon langsung melipat kedua tangannya, dan memasang mata tajam.
Min Soo langsung menghampiri Min Hwa. "Anakku. Apa kamu baik baik saja sayang?." Tanya ibunya.
"Kaki aku sakit bu. Ini semua karena Young Soon, yang mendorongku. Dia jahat kepadaku bu." Jawab Min Hwa memasang wajah menyedihkan.
"Apa yang kamu lakukan kepada anakku Young Soon. Dia itu kakak mu, dan beraninya kau mendorongnya. Apa kau tidak sedih melihat kakak mu seperti ini." Ucap Min Soo kesal kepada Young Soon dan mempelototinya.
Young soon menghampiri mereka berdua. "Aku sama sekali tidak mendorongnya. Jangan banyak drama deh. Drama mu itu kuno." Ucap Young Soon mendorong dahi Min Hwa.
Tiba tiba Ayahnya pulang. "Aku pulang." Ucap ayahnya langsung masuk ke dalam.
Sontak Min Hwa langsung melirik, dan mempunyai ide jahat. "Aduh, sakit banget. Sakit banget kaki aku bu." Ucap Min Hwa pura pura menangis.
Ayahnya langsung menghampiri mereka. "Eh, kalian kenapa. Kamu kenapa Min Hwa?." Tanya ayahnya langsung melihat kaki Min Hwa.
"Ini sayang. Anak kamu tadi mendorong Min Hwa, dan dia terjatuh." Jawab Min Soo ikut memainkan aktingnya.
Ayahnya langsung menatap wajah Young Soon. "Apa benar kamu yang melakukannya nak?." Tanya ayahnya kepada Young Soon.
"Aku,