
"Benar juga yang kamu katakan Jova. Kalau begitu, kita langsung ke ruang cctv saja, untuk melihat semua kebenarannya." Ucap dosen tersebut setuju dengan perkataan Young Soon.
"Tunggu pak. Kami akan jujur." Ucap mereka.
"Katakan cepat!" Tegas dosen tersebut berkata di depan wajah mereka.
"Sudahlah pak, mending kita lihat cctv saja secara langsung. Karena mereka banyak bicara. Dan aku sudah mempunyai video video tersebut, yang sudah aku ambil dari cctv tersebut. Dan kita tidak perlu repot repot ke ruang cctv, karena aku sudah memegangnya langsung." Ucap Young Soon langsung menunjukkan flashdisk.
"Wah, kau sungguh hebat Jova. Dari mana kau mendapatkannya?." Tanya dosen tersebut.
"Itu tidak perlu pak. Kita harus fokus ke topik pertama, dan segera nyalakan flashdisk ini." Langsung memberikannya kepada dosen tersebut.
"Baiklah, saya akan langsung menghidupkan nya." Mengambilnya dan langsung mencolokkan ke komputer yang ada di depan mereka.
Young Soon pun langsung menatap mereka, dan menaikkan alisnya. Orang yang sudah membully Devian, hanya bisa terdiam dan tidak bisa melawan Young Soon yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
Dosen pun langsung membuka video tersebut. Dan menemukan semua Video yang sudah terekam di cctv.
Isi cctv tersebut.
"Ampun, ampuni aku. Aku tidak akan melakukan apapun kepada kalian. Dan akan menuruti semua kemauan kalian." Ucap Devian di dalam video tersebut yang menjadi korban.
"Hei bodoh. Siapa yang akan melepaskan mu. Kami tidak akan melepaskan mu, dan nikmatilah di dalam kamar mandi kotor ini, sampai besok." Ucap Erika dan yang lainnya sambil tertawa.
"Ampun, aku akan memberikan semua uangku kepada kalian, dan aku akan mengerjakan semua tugas tugas kalian." Ucap Devina memohon di dalam video tersebut sambil menangis.
Dosen pun langsung melihat di video lainnya, yang berada di lokasi perpustakaan universitas. "Hei, kenapa kau berada disini. Cepat pergi sana. Dan berikan uang mu itu." Ucap Fane kepada murid lainnya.
"Baik. Ini uangnya, dan saya akan pergi." Ucap murid lainnya.
"Gitu kan bagus. Dasar bodoh." Menepuk pipi murid tersebut dan langsung duduk, juga tidak membaca buku. Melainkan merokok di dalam perpustakaan tersebut.
Setelah 1 Jam berlalu. Lebih dari 7 video sudah mereka tonton semuanya. Dan betapa marahnya dosennya kepada mereka, dan Fane, Abbey, Isabella, juga Benton, hanya bisa menundukkan kepala mereka dan ketakutan.
"Apa yang kalian lakukan ini sangat salah, dan melanggar peraturan Universitas. Kalian tahu itu!" Tegas dosen tersebut kepada mereka berempat.
Young Soon yang melihatnya pun langsung tersenyum tipis, sambil melihat kuku tangannya.
"Jawab saya. Kenapa kalau melakukan hal yang di larang di Universitas ini?." Tanya dosen tersebut dengan tatapan sangat marah.
"Aku harus memanggil kepala sekolah sekarang. Kalian harus di sidang sekarang, dan kalian akan langsung di keluarkan Dae Universitas ini, karena sudah mempermalukan nama baik Universitas." Ucap dosennya.
"Oh ya pak. Biar saya saja yang memanggil pak kepala universitas ya pak. Biar bapak tidak lelah juga. Bagaimana pak." Ucap Young Soon langsung menaikkan tangan kanannya.
"Baiklah Jova. Tolong panggilkan pak kepala, agar ia tahu tentang sikap buruk anak muridnya." Jawab pak dosen langsung menyetujuinya.
Young Soon pun langsung melambaikan tangannya kepada mereka berempat dan tersenyum bahagia. "Tunggu Jova, aku ikut." Ucap Devian langsung menyusul Jova yang duluan.
Devian pun langsung menghampirinya. "Tunggu, aku ikut dong." Ucap Devian kepadanya.
"Kenapa kau bisa mempunyai informasi seperti tadi?." Tanya Devian kepadanya.
"Kenapa emangnya. Ini juga demi kebaikan mu kan. Agar kau tidak di bully lagi. Seharusnya kau bahagia, dan jangan mempedulikan mereka. Dasar bodoh." Jawab Young Soon sambil melipat kedua tangannya.
"Aku kan hanya bertanya, apa itu salah." Ucapnya sambil membalikkan bola matanya.
Young Soon yang melihatnya pun langsung mendorong Devian ke dinding. "Apa yang kau katakan itu sih. Aku sama sekali tidak mengerti ucapan mu." Ucap Young Soon mengatakan tepat di telinga Devian.
Devian yang menyender di dinding tersebut, seketika langsung memalingkan wajahnya dan pipinya langsung memerah. "Sudahlah, kita harus cepat cepat memanggil pak kepala." Ucap Young Soon langsung menuju ruang pribadi pak kepala.
Sesampai ruang pribadi pak kepala. Young Soon pun langsung masuk kedalam. "Permisi pak kepala. Maaf menganggu anda." Ucap Young Soon langsung masuk kedalam dan memberikan salam.
"Ada apa kemari?." Tanya pak kepala langsung menatapnya.
"Anda di panggil ke ruang dosen. Karena disana ada masalah yang harus anda selesaikan. Dan ini sangat mepet pak. Saya akan menemani anda." Jawab Young Soon menjelaskannya.
"Baiklah, kalau begitu mari kita langsung kesana." Ucap pak kepala langsung menuju ruang dosen bersama Young Soon dan Devian.
Sesampai ruang dosen. Pak kepala langsung menatap semuanya. "Ada apa ini pak?." Tanyanya kepada pak dosen.
"Salam pak. Saya mau memberitahukan pada anda. Kalau mereka ini sudah merusak nama baik Universitas kita ini." Jawab dosen tersebut menjelaskannya sambil menunjuk mereka.
"Merusak bagaimana?." Tanya pak kepala.
"Mereka sudah membully Devian. Dan di sudah membully banyak murid di Universitas ini. Mereka juga melanggar peraturan Universitas, dan malah merokok di perpustakaan." Menjelaskannya.
Sontak pak kepala yang mendengarnya langsung marah dan memukul meja yang ada di sampingnya. "Apa yang kalian katakan ini. Kenapa kalian melakukan semua ini, dasar murid tidak berguna!" Tegas pak kepala langsung berbicara di wajah mereka.
"Aku kira selama ini, karena kalian berteman dengan Erika kalian akan baik. Tapi ternyata kalian sama seperti dia. Untung saja saya sudah langsung mengeluarkannya dari sekolah ini, dan saya sudah mendengarnya sebesar 200 JT.
"Dan kalian malah melakukan hal seperti ini." Tegas pak kepala kepada mereka.
"Pak kepala harus melihat video ini pak." Ucap pak dosen langsung menunjukkan video tadi kepada pak kepala yang belum melihatnya.
Pak kepala pun langsung melihat video tersebut. Dan setelah melihat video tersebut. Pak kepala langsung menampar pipi mereka satu satu. "Plak, Plak." Bunyi tamparan tamparan yang begitu renyah.
"Wow, enak ya itu suaranya." Ucap batin Young Soon bahagia di atas penderitaan orang orang yang sudah menyakiti orang yang lemah.
"Kalian saya keluarkan dari sekolah ini. Dan saya akan memanggil orang tua kalian masing masing!" Tegas pak kepala dengan mata melotot.
"Ampun pak. Kami tidak akan mengulanginya lagi. Ampuni kami pak, jangan panggil orang tua kami. Kami akan di pukuli mereka nanti."
Ucap Fane, Abbey, Isabella, dan Benton langsung menangis dan berlutut di kaki pak kepala.
"Itu bukan urusan saya. Saya tidak mau mempunyai murid yang hobinya merusak nama baik Universitas saya. Saya sangat membenci kalian." Jawab kepala langsung menjauhi mereka.
"Kasihan. Makanya jangan membully orang yang lemah." Ucap Young Soon tersenyum kepada mereka berempat.