Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 142: Pasangan Abadi



"Apa kakak benar benar pacar kak Young Soon?" tanya Bunga kepada Tyger Carl.


"Tentu saja sayang. Kalian menggemaskan juga ya. Kalau begitu, mari kita pulang. Kakak anterin, yuk." Jawab Tyger Carl, sambil mengelus kepala Chiko dan Bunga.


"Omong omong, nama kalian siapa nak?" tanya Tyger Carl kepada mereka berdua.


"Nama aku Chiko kak"


"Dan nama aku Bunga kak"


"Nama yang ganteng dan cantik. Kalau begitu, mari kita masuk ke dalam mobil. Yuk." Tyger Carl pun menggandeng tangan Chiko dan Bunga bersama.


Merekapun langsung keluar dari restoran, "kalau dilihat lihat. Ternyata Tyger Carl lumayan tampan juga kalau lagi seperti ini." Tersenyum tipis Young Soon, dan membantu membawa makanan dan minuman yang sudah ia pesan untuk anak jalanan.


Setelah itu, mereka langsung berangkat menuju rumah yang ditunjukkan oleh Chiko dan Bunga.


Sesampainya. Mereka langsung turun dari mobil, dengan Young Soon mengikuti dari belakang, dengan motornya.


Young Soon pun turun dari motornya, dan membuka helmnya. Lalu ia menghampiri Tyger Carl dan anak pengamen tersebut.


"Di mana rumah kalian?" tanya Young Soon, sambil mengelus rambut Chiko dan Bunga.


"Di sana kak," menunjuknya, dan ternyata rumahnya terbuat dari kardus bekas.


"Yang terbuat dari kardus bekas itu sayang?" memastikannya.


"Iya kak. Kami memang tidak punya rumah kak, hanya rumah buatan saja. Karena kami juga hanya pengamen kak. Masih bisa makan saja, sudah bersyukur banget." Jawab Chiko sambil tersenyum.


"Kasihan banget mereka. Harus tinggal di tempat yang dingin dan banyak nyamuk. Mereka masih sangat kecil, untuk merasakan semua penderitaan ini. Kasihan ya." Ucap batin Young Soon merasa kasihan kepada mereka berdua dan anak pengamen lainnya.


Tyger Carl melirik Young Soon yang berekspresi sedih. "Mana mungkin aku membiarkan kesayangku sedih." Ucap batin Tyger Carl tersenyum tipis.


Tyger Carl pun langsung menyuruh anak buahnya mengambil makanan dan minuman yang ada di mobilnya.


"Kalian bagikan kepada anak pengamen yang lainnya." Perintah Tyger Carl kepada anak buahnya.


"Baik bos," ujar semua anak buahnya, sambil membawa makanan dan minuman tersebut.


"Dan bersikaplah dengan baik. Jangan memasang wajah yang seram. Cepat." Sedikit tegas Tyger Carl.


Tyger Carl pun berjongkok dihadapan Chiko dan Bunga. "Ibu kalian dimana nak?" tanya Tyger Carl kembali tersenyum.


"Ibu ada di dalam kak. Mari Chiko tunjukkan." Jawab Chiko langsung menunjukkan ke dalam rumah ibunya, bersama Bunga.


Young Soon dan Tyger Carl saling bertatapan, dan pipi Young Soon sedikit memerah, karena ditatap oleh Tyger Carl.


Young Soon pun berjalan duluan, dan Tyger Carl berjalan di belakangnya. Merekapun langsung masuk ke dalam rumah kardus.


"Huk, uhuk. Kalian sudah pulang. Kenapa pulang kemalaman. Dan siapa kalian?" tanya ibu Chiko dan Bunga, sambil batuk batuk.


"Halo bu. Saya Young Soon, dan ini Tyger Carl pacar saya. Kami tadi bertemu dengan Chiko dan Bunga di lampu merah. Dan saya lihat mereka berdua lapar. Jadi saya mengajak mereka makan bersama. Apa anda baik baik saja." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.


Tyger Carl pun merangkul pinggang Young Soon, karena Young Soon mengakui Tyger Carl sebagai pacarnya.


"Saya baik baik saja kok. Huk, uhuk." Jawabnya sambil batuk kembali.


"Kami di sini baik kok bu. Kami di sini akan membantu anda berobat, dan saya akan memberikan rumah khusus untuk keluarga anda, dan anak pengamen lainnya. Soal biaya dan lain lainnya tidak perlu dipikirkan. Karena saya yang akan mengurus semuanya. Anda mau kan." Ujar Tyger Carl sambil tersenyum tipis kepada ibu Chiko dan Bunga.


"Kalian baik banget. Kalian juga sangat cocok menjadi pasangan. Sama sama baik, dan rendah hati. Kami sangat berterima kasih, karena ada orang yang membantu kami, dan peduli dengan kami. Jarang jarang ada orang yang peduli dengan kami." Sangat bahagia mereka bertiga.


"Tidak perlu berterima kasih. Ini semua sudah rezeki kalian. Dan makanlah ini dulu. Setelah itu, saya akan membawa anda ke rumah sakit. Agar anda di rawat di rumah sakit, dan cepat sembuh." Jawab Tyger Carl kembali tersenyum.


"Kalian baik banget. Terima kasih banyak, terima kasih." Menangis ibu Chiko dan Bunga.


"Terima kasih banyak kak Tyger dan kak Young Soon. Semoga kalian hidup abadi, dan selalu bahagia." Mendoakan Young Soon dan Tyger Carl.


Young Soon dan Tyger Carl saling bertatapan, dan Tyger Carl tersenyum miring. "Tentu kami akan bahagia. Karena aku tidak akan melepaskan Young Soon. Walaupun dia pergi ke manapun." Ucap batin Tyger Carl sambil menaikkan alisnya.


"Astaga. Kenapa aku harus didoakan dengan Tyger Carl. Tapi kalau dilihat lihat, Tyger Carl memang baik hatinya. Apa aku saja yang tidak menyadarinya." Ucap batin Young Soon juga, langsung memalingkan wajahnya.


"Omong omong nama anda siapa ya kalau boleh tahu?" tanya Tyger Carl kepada ibu tersebut.


"Nama saya Min seol. Nama kalian Tyger dan Young Soon ya?" jawabnya sambil memastikannya.


"Benar. Kalau begitu, habiskan makanannya bu. Setelah itu, baru saya bawa anda ke rumah sakit. Untuk di rawat." Jawab Tyger Carl kembali tersenyum, dan tetap merangkul pinggang Young Soon dengan kencang.


Setelah makan bersama, dengan anak pengamen lainnya. Anak pengamen lainnya pun, langsung naik ke dalam mobil Tyger Carl yang baru datang, yang berjumlah 2 mobil lamborgini. Dan ibu, Chiko, Bunga. Bersama Tyger Carl, dengan mobilnya.


Dan Young Soon mengendarai motornya dari belakang. Merekapun menuju rumah sakit, untuk mengantarkan ibu Min seol.


Sesampainya di rumah sakit. Anak buah Tyger Carl langsung membantu ibu Min seol ke dalam rumah sakit. Sedangkan Tyger Carl menggandeng tangan Young Soon, dan memasang ekspresi bahagia.


Young Soon hanya bisa marah lewat hatinya, dan harus bersikap baik kepada Tyger Carl. Karena semua ini atas bantuan Tyger Carl.


"Aku harus bersikap baik kepada Tyger Carl. Tapi entah kenapa, jantungku berdetak dengan kencang, saat didekatnya. Ada apa dengan diriku ini. Apa aku menyukainya. Tidak mungkin, dan jangan sampai deh." Ucap batin Young Soon, mengikuti ibu Min seol, dan anaknya yang menuju ruang UGD.


"Kalian bareng kakak Young Soon dan kak Tyger dulu ya nak. Ibu mau di rawat dulu. Nanti kalian bisa menjenguk ibu kapanpun. Dan kalian berdua. Tolong jagakan anak saya dulu ya. Saya sangat berterima kasih kepada kalian. Kalian benar benar baik." Bahagia ibu Min seol.


"Baik bu. Ibu kuatlah di dalam, dan cepatlah sembuh bu." Ucap Chiko dan Bunga.


"Oh ya, sayang. Aku akan