
Kedua bola mata cantik Viana terbuka saat terpaan sinar matahari menembus goden kamarnya. Viana melihat Jam yang menempel di dinding seperti cicak. Masih pukul 6 pagi batinnya. Viana memindahkan tangan kekar Sam yang melingkar di pinggangnya dengan pelan tanpa ingin membangunkan si pemilik. Viana memandangi wajah rupawan Sam dan satu kecupan mendarat di pipi kiri Sam.
Kaki jenjang Viana bergerak dari ranjang dan tubuhnya lenyap di balik pintu kamar mandi. Sepersekian menit ia keluar dengan pakaian yang berbeda dan kembali menaiki ranjang untuk membangunkan lelaki yang setiap hari tidak pernah absen menggagahinya. Siapa lagi kalau bukan Sam.
Dikecupnya seluruh wajah Sam agar lelaki itu segera bangun. Merasa diganggu, Sam membuka manik coklatnya dan dengan sigap menarik Viana kembali dalam pelukannya. Bukan lelaki namanya jika ia bangun sendirian. Si jerry pun ikut bangun jika empunya bangun.
"lepas Sam. Aku mau bikin sarapan" berontak Viana agar Sam melepaskan pelukannya yang membuat nafasnya sedikit sesak saking eratnya.
"sarapan kamu aja boleh?" goda Sam
"Sam!" teriak Viana merasa jengah. Bisa-bisanya Sam mengajaknya bermain sepagi ini padahal semalam mereka sudah main beronde-ronde. Tapi Sam tidak menghiraukan Viana. Ia melucuti seluruh pakaian yang menutupi tubuh istrinya dan membuangnya ke sembarang tempat.
Sam mulai menindih Viana yang masih meronta-ronta di bawahnya. Senyuman penuh kemenangan menghiasi wajah bule ini. Viana pasrah. Percuma ia melawan karena sekuat apapun perlawanannya pada akhirnya Sam yang akan menang dan menyetubuhinya. Toh sudah tugasnya juga sebagai seorang istri untuk melayani suami meski ia belum mampu mengimbangi permainan Sam. Tapi Viana sangat beruntung karena Sam tidak pernah bermain kasar dan selalu memberi jeda sebelum ronda berikutnya.
Viana yakin hari ini Sam tidak akan membiarkannya keluar kamar. Mereka berdua akan menghabiskan satu hari ini dengan bercinta. Entah sudah berapa kali mereka berdua mencapai puncak, mereka tidak bisa menghitungnya karena keduanya hanyut dalam kenikmatan surga dunia.
"jangan bilang nanti malam kamu mau nagih jatah" sergah Viana sebelum suaminya meminta. Sam terkekeh lucu. Ia tau Viana sangat kelelahan meladeni nafsunya tapi ia senang membuat Viana tak berdaya apalagi sampai kesusahan berjalan karena dengan begitu Sam bisa menghabiskan waktu bersama dengan istrinya di rumah. Jika tidak begitu, Viana akan memaksa untuk bekerja. Sam tau istrinya ini workaholic.
"aku pengen punya Sam junior jadi kita harus rajin bikinnya" Perkataan Sam barusan berhasil membuat pipi Viana memanas. "dan satu lagi. Sekarang aku punya hobi baru" lanjutnya.
"apa?" tanya Viana polos.
"dengerin desahan kamu" Kata Sam frontal. Viana menyembunyikan mukanya di dalam selimut karena malu mendengar perkataan Vulgar suaminya. Kenapa mudah sekali bagi lelaki untuk berkata Vulgar. Tidak bisakah kaum lelaki mengatakannya dengan kata-kata yang bermakna tersirat?
Viana buru-buru bangkit dari ranjang sebelum Sam mengoceh kata-kata yang membuat pipinya seperti udang rebus. "au" pekik Viana. Benar saja, pangkal paha bagian atasnya terasa sakit. Viana mendelik ke arah Sam dengan wajah memelas memberikan kode agar Sam yang menjadi kakinya. Dengan sigap Sam membopong Viana kemanapun ia mau seperti kamar mandi, dapur dan ruang tv. Benarkan feeling Viana? Sam sangat suka melihat Viana kesusahan berjalan karena jerry miliknya.