Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Do you love me?



Viana menenteng kresek putih yang berisi bubur ayam. Sedangkan Ira membawa beberapa camilan dan minuman. Mereka berdua masuk ke ruang rawat Sam.


"loh ko sendirian?" tanya Viana saat melihat San seorang diri di ruangan inapnya.


"mereka barusan keluar. Ada keperluan bisnis" jawab Sam. "kamu bawa apa sayang?" tanya Sam saat Viana menaruh kresek di meja sampingnya.


"ekhmmm" Suara Ira saat mendengar Sam memanggil Viana dengan sebutan sayang. Viana yang paham gelagat Ira hanya tersenyum geli.


"bawa bubur ayam. Aku suapin ya?" tawar Viana sambil membuka kotak berisi bubur ayam yang begitu menggoda.


"uhuk uhuk" Ira pura-pura batuk dengan tangan kiri yang memegang tenggorokannya. Viana sengaja memanasi Ira.


"aku cuci mata dulu ya" Ira memutuskan keluar ruangan daripada menjadi obat nyamuk diantara Sam dan Viana. Viana tersenyum puas dengan reaksi yang ditunjukan Ira.


Viana lalu menguapi Sam perlahan. Ia merasa bersyukur Sam sudah bangun dari komanya. Matanya terus memandang ke wajah Sam seakan ia tak ingin kehilangan Sam lagi.


"sayang" panggil Sam yang membuyarkan khayalan Viana.


"iya" jawab Viana yang sudah terbiasa dipanggil dengan panggilan kesayangan oleh Sam.


"kamu lagi mikirin apa?" tanya Sam


"aku? eh.. gak.. aku gak mikirin apa-apa" jawab Viana seperti orang yang tertangkap basah


"kalo ada masalah kamu cerita aja sama aku" kata Sam sambil memegang tangan Viana.


Viana lalu mencium punggung tangan Sam untuk menenagkan pria bulenya. Angannya lalu melayang ke peristiwa tadi saat ia menabrak seorang lelaki yang sangat dibencinya. Ingin sekali ia bercerita pada Sam tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat dengan kondisi Sam yang belum benar-benar pulih.


Di sisi lain, Sam merasa bahagia saat Viana mencium tangannya. Ia seakan tak percaya hati gadis ini telah luluh. Mungkinkah sudah ada benih cinta di hatinya? batin Sam yang masih enggan melepaskan genggaman tangan Viana.


"sepertinya aku sudah benar-benar sembuh" ujar Sam sambil matanya melihat ke mata Viana intens


"masa?" tanya Viana tak percaya lalu tangannya memeriksa seluruh tubuh Sam dengan menyentuhnya. Mendapat sentuhan dari Viana, Sam seperti tersetrum listrik. Darahnya berdesir dan jantungnya tak karuan. Gadis ini selalu saja membuat Sam harus menahan hasratnya.


"pokoknya kamu belum boleh pulang! titik gak pake koma" timpal Viana tegas.


"selama kamu disamping aku, aku baik-baik aja" kata Sam dan itu membuat Viana tersipu malu.


"baiklah Mr. bagaimana caranya?" Viana seperti menantang


"do you love me?" tanya Sam yang membuat Viana gugup. Viana hanya diam namun dalam hatinya begitu senang karena sejujurnya Viana memang sudah jatuh cinta dengan Sam.


"kamu makan lagi ya" kata Viana mengalihkan pembicaraan. Bukannya Viana tak mau menjawab hanya saja ia belum siap terikat hubungan dengan Sam sebagai pacar. Ia ingin pria yang mau serius menjalin hubungan dengannya yaitu menikah.


Viana menyendokan bubur namun tangan Sam langsung mencegahnya.


"jawab pertanyaanku Vi" kata Sam serius. Viana semakin salah tingkah dibuatnya.


"Sam please... kita bahas ini setelah kamu keluar dari rumah sakit ya?" bujuk Viana yang tak tau harus jawab apa


"kamu anggap aku sebagai apa Vi?" tanya Sam lagi.


Drrrrreeeettttttttt


Ponsel Viana bergetar menandakan ada pesan masuk. Viana menghela nafasnya lega. Syukurlah ia bisa lepas dari pertanyaan Sam. Diambilnya ponsel dari dalam tasnya. Ia membuka pesan masuk. Namun tiba-tiba raut mukanya berubah drastis. Mukanya seperti dipenuhi amarah setelah membaca pesan masuk dari nomor baru.