
Viana sudah sampai di Paris Charles de Gaulle Airport (Roissy airport) Perancis. Ia mencari-cari sosok Dinand yang katanya akan menjemput Viana disana. Tidak butuh waktu yang lama, Viana melihat Dinand yang melihat-lihat sekitar mencari keberadaannya.
Satu minggu yang lalu Viana mendapat kabar dari Dinand bahwa Sam kecelakaan dan mengalami amnesia jangka pendek. Sam hanya mengingat Viana saja. Dokter bilang ingatan Sam akan cepat pulih dalam beberapa minggu. Kini sudah hampir dua minggu dan Sam hanya mengingat Viana.
Entah ia sengaja melupakan orang-orang disekitarnya atau memang benar-benar tidak ingat. Yang pasti Sam tidak mau bertemu siapapun dan selalu menyebut nama Viana setiap sadar dan tidurnya.
Dinand juga bercerita bahwa istri Sam ingin bercerai setelah tau Sam berselingkuh saat di Indonesia. Meskipun pernikahan mereka tanpa didasari cinta, tapi perselingkuhan bukanlah solusinya. Itu sebabnya Haura ingin bercerai dari Sam tidak perduli bagaimanapun kondisinya.
Di samping itu, bisnis yang Sam jalani juga sudah bangkrut akibat persaingan bisnis yang ketat sehingga Sam hidup kekurangan dengan keluarganya. Hal ini yang memperkuat Haura bercerai dari Sam ditambah lagi keluarga Haura mendukung perpisahan mereka.
Viana yang mendengarnya jadi tak enak hati dan merasa sedih dengan situasi dan kondisi yang Sam hadapi. Tapi ia berjanji, apapun kondisinya Viana akan tetap berada disisi Sam. Sekarang ia ingin menemani Sam dalam suka maupun duka.
Dinand sudah memberitahu Sam perihal perceraiannya dan usahanya yang bangkrut. Tapi saat mendengar kabar buruk itu, Sam hanya bermuka datar tanpa ekspresi. Ia seperti jasad tanpa roh. Sudah dua kali Sam mencoba bunuh diri karena frustasi.
Dokter juga memberitahu keadaan Sam tidak pernah meningkat setiap harinya. Itu sebabnya Dinand berinisiatif menghubungi Viana dan meminta gadis itu datang. Dinand berharap kondisi sahabat sekaligus saudaranya itu akan menjadi baik.
Dinand memberikan Viana tempat tinggal selama menetap disana. Ia membiarkan Viana beristirahat terlebih dulu sebelum menjenguk Sam di rumah sakit. Esok harinya Dinand menjemput Viana untuk pergi ke rumah sakit bersama.
Sepanjang perjalanan Viana menikmati pemandangan sekitar yang begitu indah dengan gedung pencakar langit. Hati Viana juga sangat senang karena ia akan bertemu pujaan hatinya. Senyum Viana merekah. Rindunya akan segera terobati.
Jantung Viana berdebar saat mobil Dinand sampai di parkiran rumah sakit. Viana gugup setengah mati. Keringat dinginnya keluar. Ia berjalan di belakang Dinand agar rasa gugupnya bisa segera hilang.
Kini Viana sudah berada di depan pintu ruangan dimana Sam dirawat. Viana membuka pintu perlahan dan melangkah ke dalam ruangan. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat ia melihat Sam berbaring dengan mata terpejam. Viana tak bisa membendung airmatanya. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan Sam lagi.
Viana melangkah tanpa suara takut ia mengganggunya. Langkah Viana semakin mendekat dan ia bisa melihat Sam tidur dalam kegelisahan. Perlahan mata Sam terbuka merasa ada seseorang yang mendekatinya. Sam pikir ia sedang bermimpi bertemu Viana lalu ia mengucek matanya berulang kali dan masih melihat sosok yang sama yaitu seseorang yang sangat ia rindukan.
Sam merentangkan tangan kanannya sebagai isyarat Viana mendekat padanya. Viana menyambut tangannya dan duduk di tepi ranjang. Sam memeluk pinggang Viana erat dan menyenderkan kepalanya di dada Viana. Mereka berdua saling berpelukan dan menangis haru setelah sekian lama menahan Rindu.
Luka Viana karena Aldo sudah terobati dengan hadirnya Sam disisinya. Begitupun Sam, penderitaannya seakan berakhir setelah bertemu Viana. Tanpa mereka sadari, keduanya memang saling membutuhkan dan tak bisa dipisahkan karena Sam dan Viana bagaikan satu kesatuan tubuh yang utuh.
Sam merasa seperti hidup kembali. Sekarang, ia punya tujuan untuk melanjutkan hidupnya.
#author cuma mau ngasih tau kalo dari sekian banyak episode ada beberapa scene yang diambil dari kisah nyata kecuali adegan dewasa.# so, happy reading😍#