Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Pulang



Viana dan Sam sudah sampai di bandara Internasional Soeta. Mang Asep sudah stand by di bandara untuk menjemput nonanya. Sepasang pengantin baru ini melenggang dengan bergandengan tangan.


"mbak Viana bawa oleh-olehnya cakep amat ya" kata mang Asep


"mang Asep bisa aja"


"beneren ko mbak. Cocok" pujinya


"siapa?" tanya Sam sambil berbisik di telinga Viana.


"sopir aku" jawab Viana lalu masuk ke mobil alphard miliknya diikuti oleh Sam.


"ini mobil kamu?" tanya Sam lagi


"iya. Tapi sekarang ini mobil kita" balas Viana sembari menyenderkan kepalanya di bahu Sam manja. Sam membelai kepala Viana di bahunya. Sebenarnya ia merasa minder dengan banyaknya harta yang dimiliki istrinya sedangkan ia tak punya apa-apa.


Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah mewah yang ada di Jakarta Utara tersebut. Viana mengajak Sam masuk sambil merangkul lengannya. Koper mereka dibawakan mang Asep.


Mata Sam terus melihat setiap sudut dan isi rumah. Meski banyak pertanyaan di dalam hatinya tapi ia lebih memilih untuk diam dan mengiringi Viana masuk ke dalam kamar mereka di lantai 2.


"welcome to the jungle" ucap Viana lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Sam menyusul Viana dan membaringkan tubuhnya di samping Viana. Mereka berdua memilih untuk beristirahat setelah perjalanan jauh. Siang itu, Sam dan Viana tertidur lelap di kamar mereka.


****


Ira pulang ke rumah dengan terburu-buru setelah mendapat kabar dari mang Asep jika Viana sudah pulang ke rumah. Sebelumnya Viana menghilang lebih dari 1 bulan tanpa mengabari Ira. Langkah Ira semakin cepat menuju ke kamar Viana. Ia membuka pintunya tanpa mengetuk.


"Viana?!" panggil Ira dengan suara keras saat melihat Viana dan Sam tidur berpelukan. Ira tidak menyangka Viana akan berbuat seperti itu. Viana mengerjapkan matanya begitupun dengan Sam. Ia kaget melihat Ira berdiri di depan pintu dengan muka tak bersahabat.


"ngapain lo berdiri disitu? ganggu aja" komen Viana yang masih ngantuk. Sam lalu duduk di tepi ranjang dan menyalakan ac.


"lo abis ngapain sama Sam?" tanya Ira dengan nada tinggi


"ya tidurlah. Kan elo liat sendiri kita berdua lagi tidur" jawab Viana santai. Kemudian ia sadar kalau Ira belum tau tentang pernikahan mereka. "elo jangan salah sangka dulu. Gue sama Sam udah nikah di Perancis" lanjut Viana agar Ira tak salah paham dengan hubungannya dan Sam.


"apa? elo ..." jawabnya terpotong


"udah nanti gue jelasin. Mending lo keluar sana! ganggu pengantin baru aja" usir Viana dan kembali menyelimuti tubuhnya.


"rese emang!" komen Ira lalu menutup pintu kamar Viana dan membiarkan sepasang pengantin baru melanjutkan tidurnya.


"laper tapi ngantuk" jawab Viana pasrah dengan perlakuan Sam.


"ya udah sini ponselnya. Biar aku yang pesen makanan" tawar Sam.


"kamu juga laper?" Viana tanya balik


"iya" jawab Sam.


"yaudah aku masakin aja buat kamu. Gak usah pesen lagi" Kata Viana yang sudah bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Viana benar-benar tau dan paham tugas seorang istri. Ia berusaha melayani Sam dengan baik.


Viana menuruni tangga dan menuju ke dapur. Ia bersiap-siap masak untuk suaminya. Saat sedang asyik memasak Ira menghampirinya dan duduk di kursi ruang makan yang masih terhubung dengan dapur.


"jadi elo beneran udah nikah sama Sam?" tanya Ira butuh penjelasan.


"iya" jawab Viana yang sedang fokus memasak.


"terus Aldo?" tanya Ira lagi. Viana menatap Ira tajam dan menghentikan aktivitas masaknya. Mereka berdua diam sejenak. Ira merasa ada yang salah dengan pertanyaannya atau mungkin dengan hubungan Viana dan Aldo.


"Aldo gue anggep udah mati" jawab Viana ketus


"elo ada masalah apa sama Aldo sampe-sampe elo menghilang hampir satu bulan lebih?" Ira mendekati Viana.


"gue gak mau bahas itu. Hati gue masih sakit" Saut Viana


"oke... gue minta maaf" ucap Ira "oh ya sekalian masakin buat gue ya. gue laper" lanjutnya mencairkan suasana dengan gaya tengil.


"masak sendiri sono! gue cuma masak buat porsi berdua"


"cckk... elo udah gue bantu profit 250 juta bulan lalu juga masa elo tega sih gak mau bagi masakan" decak Ira yang malas masak. Bukan malas sebenarnya. Tapi Ira tidak ahli dalam hal masak-memasak.


"seriously?" tanya Viana kaget karena senang.


"iya. Makannya sini bagi makanan lo" ucap Ira menyambar salah satu masakan Viana dan langsung menyantapnya.


"Iraaaaa!!!!" panggil Viana lantang dan kesal. Ira terkekeh geli dan melanjutkan makannya.