
Pagi-pagi sekali Sam, Ira, dan mang Asep mendatangi gedung yang kemarin Viana kunjungi. Sam dibantu Ira meminta pihak gedung untuk menunjukkan rekaman cctv. Dan benar saja dugaan Ira, Viana menghilang karena ulah Aldo.
"****!" umpat Sam penuh amarah karena istrinya dibawa lelaki lain. Muka Sam terlihat kusut karena semalaman ia tak tidur memikirkan Viana.
"Telfon siapa?" tanya Sam saat melihat Ira menempelkan ponsel ke telinganya
"Jonathan temen Aldo" saut Ira. Setelah mendapat Informasi dari Jojo, Ira dan Sam langsung menuju rumah Aldo.
Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah orang tua Aldo yang bernuansa klasik. Setelah menjelaskan ini itu, orang tua Aldo tak percaya dengan apa yang Ira jelaskan. Lebih-lebih dengan pria bule yang menyandang status sebagai suami dari mantan tunangan anaknya.
Sayangnya Ira dan Sam harus mendapat kabar bahwa sudah 2 minggu Aldo tidak pulang ke rumah. Sam makin frustasi. Kemana lagi ia harus mencari istrinya? apakah Viana baik-baik saja? perasaan Sam tidak enak sejak kemarin.
-----
"Selamat! Istri anda sedang mengandung. Usia kandungannya memasuki 4 minggu" kata dokter yang selesai memeriksa Viana. "mual muntah yang kemarin ibu Viana alami karena beliau sedang hamil muda. Jadi itu wajar apalagi ini kehamilan pertama" lanjutnya lagi.
Bagaikan dihantam batu yang besar di dadanya. Hati Aldo merasa sakit dan nafasnya tercekat mendengar kehamilan Viana. Kesempatan untuk mendapatkan Viana semakin tipis.
Berbeda dengan reaksi Aldo, Viana tak henti-hentinya tersenyum sambil mengusap-usap perutnya yang masih datar. Ia sangat bahagia mendengar kehamilannya. Sam juga pasti akan sangat bahagia jika ia tahu sebentar lagi Sam junior akan hadir ke dunia.
Viana tak henti-hentinya bersyukur. Diusia pernikahannya yang belum genap 2 bulan ia bisa langsung diberi kepercayaan dari Tuhan. Tak terasa Viana meneteskan airmata kebahagiaannya.
Setelah memberikan vitamin dan obat penguat kandungan, dokter tersebut berpamitan pada Aldo dan Viana. Kini hanya ada Aldo, Viana dan Sam junior yang masih di dalam perut di kamar ini.
Namun Aldo berusaha meyakinkan pada Viana bahwa ia tak akan macam-macam kali ini. Aldo menyesali segala perbuatannya. Sambil memohon agar Viana kembali padanya.
"gak mungkin! gue lagi ngandung anak Sam" tolak Viana tegas. Jika Aldo mampu menerima anak Rendi yang dikandung Liana, kenapa ia tak bisa menerima anak Sam yang sedang dikandung Viana?
"gue...gue akan jadi ayah buat anak yang lo kandung" jawab Aldo "gue janji gue akan jadi ayah yang baik" lanjutnya
"lo emang udah gak waras" tampik Viana saat Aldo menyentuh jemarinya.
"gue cinta sama elo Vi. Samoe detik ini gue masih sayang sama elo" ucap Aldo lirih yang membuat Viana merasa iba.
Ya, Aldo memang masih sangat mencintai Viana meski ia juga masih menyimpan cinta untuk Liana walau cintanya tak sebesar pada Viana.
"gue gak bisa hidup tanpa elo" Bibir Aldo bergetar saat mengatakannya. Matanya berkaca-kaca siap untuk meluncurkan cairan bening yang berusaha ia tahan. Kali ini Aldo berbicara dari hati ke hati. Aldo menangkup kedua pipi Viana dengan dua tangannya. Viana diam saja membiarkan Aldo mencurahkan segala isi hatinya.
"Aldo!!" panggil seorang wanita berperut buncit yang tiba-tiba membuka pintu kamar. Mata Viana fokus melihat ke arah perut wanita itu. Hati Viana merasa teriris. Ia juga merasa dibohongi dengan semua kata-kata Aldo.
Entah kenapa melihat Liana yang berperut buncit membuat hati Viana sakit. Ia berasumsi anak itu adalah anak Liana dari hasil hubungannya dengan Aldo. Viana lalu berlari keluar dengan deraian airmata. Ia masih sakit. Hatinya sakit sekali jika mengingat penghianatan mereka berdua. Dan lihat! Liana hamil. Itu pasti anak Aldo pikir Viana.
Tanpa memperdulikan panggilan Aldo, Viana keluar dari apartemen Aldo yang pintunya terbuka. Pandangannya buram kemudian tubuhnya menabrak seseorang. Viana melihat sosok orang yang ditabraknya. Airmatanya semakin deras sebelum kemudian ia berhambur ke dalam pelukan orang tersebut "Sam.." ucap Viana memeluk erat tubuh Sam yang sangat ia rindukan.