
Viana dan Ira sedang bersiap-siap secantik mungkin. Viana memakai gaun brukat di dadanya berwarna peach tanpa lengan dengan panjang di bawah lutut dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Sedangkan Ira memakai gaun berwarna mocca dengan swarosky di lingkar perutnya dengan panjang 1 cm di atas lutut. Baik Ira maupun Viana terlihat sangat elegan dengan gaun yang mereka pakai ditambah dengan sepatu yang senada dengan gaun yang mereka pakain.
Tak perlu menunggu lama setelah selesai dandan, Aldo dan Jojo sudah berada di depan kosan mereka. Viana dan Ira keluar berbarengan. Jojo dan Aldo terpana dengan penampilan kedua gadisnya yang sangat cantik hari ini hingga mata mereka tak ingin berkedip.
"ngliat setan lo?" tanya Viana membuyarkan konsentrasi mereka menikmati indahnya ciptaan Tuhan
"bukan... tapi bidadari" jawab Aldo dan Viana tersipu terlihat dari pipinya yang berubah menjadi merah merona padahal ia tidak memakai blush on di kedua pipinya.
"silahkan tuan putri" ucap Jojo mempersilahkan Viana dan Ira berjalan di depan mereka dengan gawa pelayan pada majikannya. Ira dan Viana hanya terkekeh dengan tingkah kedua cowok tersebut.
"ko duduk di belakang semua?" tanya Aldo
"ya kalian kan cowo jadi di depanlah. Biar cewek yang di belakang" jawan Ira
"iya, jadi kalo ada bahaya kalian bisa nglindungi kita" dukung Viana
"tunggu... maksud lo anggap aja misalkan kita kecelakaan, gue sama Aldo dulu gitu yang terluka?" saut Jojo
"lo aja yang mikirnya kejauhan. Tapi emang intinya gitu sih" ungkap Viana lagi sambil tersenyim smirk
"modus!!" jawab Ira sambil memicingkan matanya.
"nah ini gue setuju. Ogah banget gue duduk sama dia gak bisa cuci mata" tunjuk Jojo pada Aldo
"lo kira sabun bisa buat cuci-cucian?" sergah Aldo
Waktu berjalan begitu cepaf namun ke-empat orang tersebut malah asyik berdebat tentang tempat duduk padahal jam sudah menunjukan pukul 7 petang sedangkan acara resepsi akan dimulai pada pukul 8.
"jadi kapan berangkatnya ini kalo kita berdebat terus?" protes Viana sambil melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Beberapa detik kemudian Jojo segera menginjak pedal gasnya meninggalkan kosan Viana dan menuju tempat nikahan.
"nah kalo ini kan enak. Gue jadi bisa ngliat pemandangan Indah" ungkap Aldo frontal sembari memandangi Viana yang duduk di samping kanannya.
"apaan sih" Viana memukul lengan Aldo pelan karena malu. Ekspresi malunya membuat jantung Aldo semakin berdetak cepat begitupun dengan detak jantung Viana yang tak karuan karena gugup sedari tadi Aldo menatapnya.
"iya... mata gue juga jadi seger lagi nih" ungkap Jojo sambil menyetir dengan Ira yang duduk di samping kirinya.
"yang ada mata lo gak fokus nyetir woy" protes Viana sambil menjulurkan tangannya menghalangi muka Jojo yang sesekali memandang ke arah Ira. "awas aja lo sampe kecelakaan dan gue lecet-lecet. Gue bakal minta ganti rugi gak tanggung-tanggung" lanjutnya lagi. Ira, Jojo, dan Aldo tertawa mendengar ocehan Viana.
"tapi sumpah demi apapun. Lo berdua cantiknya maksimal hari Ini" ungkap Aldo jujur.