Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 8



Calon bayi Liana meninggal dalam kandungan akibat benturan yang cukup keras dan terlambat dibawa ke rumah sakit. Liana yang masih dipengaruhi obat bius pasca operasi masih belum juga sadar.


Aldo setia menemani Liana. Ia sangat prihatin melihat nasib mantan pacar yang masih sangat dicintainya. Setelah calon bayi Liana meninggal Aldo memantapkan rencananya untuk menikahinya seumur hidup. Toh ia juga sudah tidak punya harapan untuk kembali pada Viana.


Aldo memegang tangan Liana yang matanya masih tertutup rapat. Sesekali ia menciumi punggung tangannya. Aldo berjanji akan melindungi Liana dan tidak akan membiarkan kejadian buruk menimpanya lagi. Aldo juga akan mencoba untuk mencintai Liana sepenuhnya. Lagi pula tidak ada bedanya mencintai Viana dan Liana. Nama dan wajah keduanya sangat mirip seperti kembar.


Beberapa menit kemudian Liana mulai membuka matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan Aldo. Senyum Liana mengembang dari bibir merah mudanya. Liana yang masih lemah berusaha meraih wajah Aldo dengan tangan kirinya.


Aldo segera membungkukkan kepalanya agar Liana mudah maraihnya. Liana mengelus pipi Aldo yang tak ditumbuhi jambang.


"makasih ya" ucapnya. Tanpa menjawab Aldo melayangkan kecupannya di kening Liana.


Yang Liana rasakan sekarang adalah damai karena berada di sisi orang yang dicintainya. Tangannya lalu berpindah ke perutnya. Ia merasa aneh karena sekarang perutnya sudah datar. Liana mengerjap kaget tak percaya.


"bayi gue mana?" tanya Liana dengan wajah memerah siap untuk mengeluarkan cairan bening dari mata bulatnya.


"lo yang sabar ya" hanya itu yang mampu Aldo ucapkan.


"gak mungkin... bayi gue baik-baik aja kan?" cairan bening itu meluncur bebas di pipi Liana.


"ssstt..." Aldo memeluk Liana dan menenggelamkan kepalanya di atas pundak Liana.


"mulai sekarang gue janji akan bahagian elo" kata-kata itu terlontarkan dari mulut Aldo penuh penekanan dan berhasil membuat Liana menghentikan tangisnya. Ditatapnya mata Aldo dalam-dalam.


"gue akan nikahin elo dan itu berlaku untuk selamanya" imbuhnya lagi.


Airmata Liana kembali mengalir deras tapi kali ini bukan airmata kesedihan melainkan airmata kebahagiaan. Akhirnya impiannya selama ini untu menikah dengan Aldo akan menjadi kenyataan setelah banyak rintangan yang ia lalui. Liana sangat bahagia. Hanya airmata yang bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini.


Terkadang rencana takdir memang sangat indah lebih indah dari cerita novel. Asalkan kita ikhlas menjalankan skenarionya dan tanpa berhenti berharap bahwa suatu saat kebahagiaan akan memihak pada kita. Entah bagaimanapun caranya tapi takdir memiliki caranya sendiri.


Suasana ruangan itu semakin hangat dengan canda tawa Aldo dan Liana. Kedua insan itu sedang menghibur satu sama lain. Mereka terlihat asyik berbincang sambil bergurau seperti hubungan mereka dulu.


Keduanya kini sudah tidak bersedih lagi. Seolah sudah menemukan obatnya. Ya, Aldo sudah menemukan obat sakit hatinya pada Viana dengan kehadiran Liana begitu Liana. Ia merasa kesedihan akan kehilangan calon bayinya terobati dengan adanya Aldo disampingnya sekarang dan selamanya.


Aldo berjanji setelah Liana pulih, ia akan mengenalkan Liana pada orang tuanya sebagai calon istri. Liana sangat antusias untuk segera pulih. Ia tidak perduli lagi dengan Rendi. Lagipula sekarang ia sudah tidak mengandung anaknya lagi akibat ulah adiknya si Meli. Jadi bukan salah Liana jika ia lebih memilih Aldo untuk dijadikan suami.