Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Pelampiasan



Langit yang terang dihiasi gemerlap bintang. Warna-warni lampu menambah gemerlapnya suasana ibu kota di malam hari. Lalu lalang pengendara yang memadati jalanan menjadi ciri khas kota metropolitan ini.


Di tengah kota tepatnya di kota tua, Jakarta, menjadi tempat singgah Aldo dan Viana. Entah bagaimana ceritanya Aldo berhasil membujuk Viana untuk berkencan di malam itu. Aldo merasa bebas setelah kepergian Sam. Ia bisa sesuka hati mengajak Viana kemanapun ia mau meski harus membujuknya dulu mati-matian.


Mereka berdua jalan beriringan mengunjungi kota bersejarah itu. Viana yang baru pertama kali berkunjung tidak begitu antusias dengan keadaan sekitar yang ramai. Meskipun banyak pedangang, bangunan-bangunan museum, juga spot-spot untuk berfoto tidak jua membuat Viana tertarik.


Lain halnya dengan Aldo, ia sangat menikmati kencan malamnya itu. Hingga matanya tertuju pada spot berfoto dengan gadis bertema putri salju dan beberapa bunga yang indah bertengger di standnya. Aldo mengajak Viana untuk berfoto disana namun Viana menolaknya karena ia tak begitu tertarik.


Akhirnya Aldo foto berdua dengan putri salju yang menggenggam bunga di tangannya. Tanpa sadar, Aldo merangkul tangan putri salju itu dan Viana melihatnya. Hati Viana panas melihat pemandangan itu. Bagaimana bisa Aldo yang selama ini mengejarnya dan cuek dengan wanita-wanita kini ia berpose dengan merangkul tangan seorang gadis. Viana terbakar api cemburu.


Selesai berfoto Aldo menghampiri Viana namun Viana segera memalingkan muka. Ia tak ingin bertatap mata dengan Aldo. Aldo mengajak Viana untuk berkeliling lagi. Viana berjalan dengan jarak yang jauh dari Aldo. Sadar dengan sikap aneh Viana, Aldo berusaha menggenggam tangan Viana agar mereka jalan beriringan. Tapi Viana menampiknya dengan wajah kesalnya


"kenapa?" tanya Aldo bingung dengan sikap Viana yang berubah drastis


"gak apa-apa!" seru Viana dan Aldo menyadari bahwa jawaban Viana dan kenyataannya bertolak belakang.


Aldo yang bingung harus berkata apa mencoba merangkul bahu Viana namun lagi-lagi ia menampik tangan Aldo yang menyentuh bahunya. Viana malah berjalan semakin cepat mendahului Aldo untuk menghindar darinya. Merasa diabaikan, Aldo mengimbangi langkah Viana yang lebih cepat darinya.


Sekali lagi Aldo berusaha meraih tangan Viana dan menggenggamnya erat. Viana yang mencoba melepaskan tangan Aldo dari tangannya gagal karena genggaman Aldo begitu kuat.


"gak usah pegang-pegang!! lo pegang aja cewe yang tadi!" jawab Viana kesal dengan tatapan tajamnya.


Aldo yang tau akar permasalahannya terkekeh dalam hati. Rupanya Viana cemburu dengan sikapnya saat foto tadi. Tapi Aldo senang Viana cemburu itu artinya Viana ada rasa dengan dirinya.


"mau beli ini?" tanya Aldo pada Viana yang fokus melihat ke pedagang jam tangan. Sepertinya Viana tertarik dengan beberapa jam tangan yang dijajakan.


Viana masih menunjukan ekspresi cemberutnya. Ia tak menjawab pertanyaan Aldo dan melanjutkan melihat-lihat jam tangan.


"liat aja... gue bakal bikin dompet lo bolong" batin Viana menyeringai licik.


Viana memulai aksinya. Ia memilih-milih jam tangan yang dirasa menarik dan bagus untuknya. Jam tangan berwarna emas yang mungil menarik perhatian Viana. Ia mengambil jam tangan tersebut dan mencoba ditangannya.


"pilih lagi donk. Masa cuma satu" kata Aldo songong. Viana menatap Aldo tajam tanpa menjawab apapun. Setelah dirasa cocok dengan jam tangan berwarna emas, penglihatan Viana berhenti pada jam tangan berwarna silver. Kedua warna ini memang sangat Viana sukai apalagi dalam bentuk jam tangan.


Viana mengambil 3 buah jam tangan sekaligus. Satu berwarna emas dan dua lagi berwarna silver dengan model yang berbeda. Setelah dirasa cukup, Viana pergi meninggalkan Aldo yang harus membayar belanjaannya.


Kini langkahnya terhenti di stand penjual pakaian. Viana memilih cardigan, kaos, dan celana untuk ia pakai di kosan. Tak tanggung-tanggung Viana mengambil 2 cardigan, 3 kaos dan 5 celana dengan warna-warna yang kalem. Viana lalu memberikan belanjaannya ke Aldo untuk segera di bayar.


"gue mau beli kerak telor" ucap Viana menunjuk ke penjual kerak telor makanan khas Jakarta. Belum juga menjawan Viana langsung pergi meninggalkan Aldo yang masih menunggu kembalian uang pembayaran. Viana memesan 3 kerak telor. Ia juga memesan es cincau 2 dan nasi goreng 2 bungkus.


"banyak banget pesennya" komen Aldo yang berada di belakang Viana dengan menenteng belanjaannya.


"kenapa? duitnya abis ya?" ucap Viana ketus


"bukan gitu.. maksudnya yakin kamu bisa ngabisin segitu banyak makanan?" tanya Aldo sopan


"kerak telor dan es cincau yang satunya buat lo"


"ternyata kamu perhatian juga ya" jawab Aldo senang


"oh iya habis ini mampir ke toko sandal dan sepatu tapi yang brand terkenal. Gue gak mau beli yang murahan... cepet rusak" pinta Viana


"apa??!! eh... i...iya" jawab Aldo sambil garuk-garuk keningnya yang tidak gatal. Sedangkan Viana, gadis ini tersenyum puas.