Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Sah



Seminggu sudah Viana berada di Perancis dan seminggu pula Viana merawat Sam di rumah sakit. Kabar baiknya hari ini Sam sudah diperbolehkan pulang meski ingatannya belum pulih sepenuhnya tapi berkat Dinand yang menceritakan semua kejadian yang Sam lewati, kini ia mulai paham dan mengerti. Sam juga mulai tau jati dirinya.


"aku akan menginap di hotel. Kau bisa tinggal ditempat ku Sam" tawar Viana


"no! kenapa kamu yang pindah?" tolak Sam


"terus? kita tinggal satu atap gitu?" tanya Viana memastikan


"ya. Memang salah?" tanya Sam lugu


"kita kan belum nikah. Mana bisa tinggal 1 atap" ujar Viana


"ya udah. Ayo kita nikah" jawab Sam enteng


"apa?" Viana memastikan takut salah dengar. Sam lalu mendekati Viana dan memegang kedua tangannya. Ia berjongkok di deoan gadis itu.


"maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku?" kata Sam serius mengajak Viana menikah. Tubuh Viana menegang. Ia tidak menyangka Sam akan melamarnya secepat ini. Tapi bukankah ada wanita lain yang sudah menjadi ibu dari anak-anaknya? Viana masih diam saja. Pikirannya melayang kemana-mana. Sejujurnya ia juga takut jika perbuatan Aldo dengan mantan pacarnya akan terulangi oleh Sam dengan mantan istrinya. Viana masih trauma dengan kejadian kemarin.


"aku janji akan bekerja keras buat masa depan kita" lanjut Sam mencoba meyakinkan Viana karena gadis itu tak kunjung menjawab lamarannya.


"i..iya aku mau" jawab Viana terbata-bata. Sam lalu memeluknya erat dan mencium puncak kepala Viana.


"malam ini kita akan nikah" jelas Sam


"lebih cepat lebih baik biar kita bisa se-atap" balas Sam dengan senyum menyeringai. Viana tau maksud perkataan Sam. Ia masih shock dengan ajakan Sam menikah secepat ini.


Keduanya lalu menghubungi Dinand, Hilmaz dan Gofar untuk membantu mempersiapkan segalanya. Pernikahan Sam dan Viana akan digelar dengan sangat sederhana karena pernikahan yang dadakan. Pernikahan mereka juga hanya mengundang beberapa tamu saja untuk dijadikan saksi dan wali hakim bagi Viana berhubung ia sebatang kara. Mereka akan menggelar pernikahan resmi setelah tiba di Indonesia.


"sah"


Malam ini pernikahan Sam dan Viana berjalan dengan khidmat. Mereka berdua sudah sah menjadi sepasang suami-istri. Viana mencium punggung tangan Sam begitupun dengan Sam yang balas mencium kening Viana. Akhirnya dua insan yang terlahir di belahan dunia yang berbeda dengan suku bangsa yang berbeda pula disatukan oleh takdir. Kini ikatan mereka melebihi dari pecinta biasa melainkan sepasang suami-istri yang saling melengkapi, melindungi, dan menyayangi.


Viana masih setengah percaya atas pernikahannya dengan Sam. Dimana 6 bulan yang lalu pernikahan yang sudah ia siapkan matang-matang harus gagal karena masa lalu dan kini pernikahan dadakannya justru berjalan dengan mulus tanpa ada hambatan satupun.


Viana masih melamun di balkon rumah tumpangan dari Dinand. Sam sudah berdiri di belakangnya namun Viana masih belum menyadarinya. Sam yang merasa sudah menjadi suami Viana dan bebas melakukan apa saja pada istrinya itu memeluk Viana dari belakang dan menenggelamkan mukanya di tengkuk Viana.


Gadis itu kaget mendapat perlakuan dari suaminya yang tiba-tiba. Tubuhnya merinding karena tengkuk adalah salah satu bagian sensitifnya dari beberapa bagian sensitif di tubuhnya.


"kenapa ngelamun?" Sam membuka pembicaraan dengan posisi yang masih memeluk Viana dari belakang.


"gak kok. Cuma lagi menikmati pemandangan aja" elak Viana


"ayo masuk" ajak Sam lalu menggendong Viana seperti pengantin baru pada umumnya. Viana melingkarkan kedua tangannya di leher Sam sambil menikmati wajah tampan suaminya.