Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Penolakan



****Flashback 1 minggu yang lalu****


"pokoknya Aldo gak mau mah"


"kamu gak boleh gitu nak. Dia cewe baik-baik"


"tapi Aldo gak cinta mah" suaranya melemah di depan ponsel yang ia genggam


"kamu mau jadi anak durhaka?"


"mamah mau Aldo gak bahagia?" balasnya


"nak..." ucap mamah Nita dengan suara lembut berharap Aldo luluh


"tapi mah..."


"percaya sama mamah dia yang terbaik buat kamu sayang"


"terserah mamah aja. Tapi Aldo gak bisa hadir ke pesta pertunangan nanti"


"kamu jangan gitu donk sayang"


"mamah tinggal pilih aja Aldo pulang tapi gak tunangan atau Aldo tunangan tapi gak pulang" kata Aldo menahan kesal dengan memberi pilihan yang intinya menolak perjodohan.


"oke. Mamah tetep akan jodohkan kamu dengan Meli" Mamah Nita teguh pada pendiriannya.


"terserah mamah" Aldo menutup telfonnya tanpa meminta izin pada orang tuanya.


Mengetahui sambungan telfonnya terputus Nita langsung menghampiri Bayu yang sedang duduk di ruang keluarga.


"mamah kenapa harus maksa Aldo sih mah?" protes Bayu berada di pihak Aldo.


"pah Meli itu anak baik-baik pah. Dia anak sahabat mamah dari kecil. Mamah cuma mau memberi yang terbaik buat anak kita toh dengan begitu hubungan mamah dan sahabat mamah jadi semakin erat"


"papah...." ucap Nita kesal karena tidak mendapat dukungan dari suaminya.


"mah coba mamah pikir Aldo gak cinta sama anaknya sahabat mamah. Yang ada hidup Aldo gak bahagia mah. Dia yang jalani kehidupan bukan mamah. Mamah juga masih bisa menjalin hubungan baik dengan sahabat mamah tanpa harus menjodohkan anak kita"


"selamat sore om.. tante" sapa Meli yang sudah berdiri di depan pintu yang dari tadi tidak ditutup.


"sore sayang" Nita menghampiri Meli sambil memeluknya. "loh kamu kesini kenapa gak bilang dulu?" tanya Nita yang merangkul Meli dan menuju kursi dimana Bayu juga duduk. Bayu tidak antusias dengan kedatangan Meli. Ia hanya memberikan senyuman kecil pada gadis itu.


"iya tante maaf ya. Ini mamah Amel minta Meli suruh ngasih ini buat tante sama om" Meli menyodorkan kresek besar berisi aneka camilan buatan mamah Amel.


"kenapa repot-repot" mamah Nita merasa tidak enak namun sekaligus senang


"gak ko tan. Mmm ngomong-ngomong Aldo kapan pulang ya tan?" tanya Meli


"nanti tante coba bujuk Aldo lagi supaya dia pulang secepatnya" kata mamah Nita sambil mengelus punggung Meli. " oh iya sayang kamu mau minum apa?"


"gak usah tante. Meli mau langsung pergi masih ada urusan lain" Meli sudah berdiri sambil diikuti Nita dari belakang.


"titip salam buat mamah kamu ya sayang"


"iya tante. Meli pamit dulu" Meli mencium punggung tangan mamah Nita sebelum melangkah pergi.


Bayu yang sedang sibuk membaca koran tidak mengindahkan kehadiran Meli. Ya, karena Bayu kurang suka dengan gadis itu. Dan dia tidak setuju anaknya dijodohkan dengan gadis yang menurutnya bukan gadis yang baik.


"papah kenapa sih cuek banget sama calon mantu kita pah?" tanya Nita


"itu calon mantu mamah bukan calon mantu papah"


"papah...!!"


Bayu memutar bola matanya malas. Ia tidak ingin berdebat dengan istrinya yang keras kepala. Ia lebih memilih memperhatikan koran yang ia pegang dengan kedua tangannya dibanding harus berbincang dengan istrinya dalam situasi yang kurang menyenangkan.