
"ampun Vi... gue bercanda" rengek Ira berharap Viana melepaskan cekikan dilehernya karena sangat geli. Viana pun langsung melepas tangannya dari leher Ira dan menepuk-nepuk kedua telapak tangannya seolah merasa puas dengan polahnya.
"gila... lo mau bunuh gue?" tanya Ira
"elonya aja yang bunuh diri" jawab Viana enteng
"lo beneran udah jatuh cinta sama Sam ya?"
"gue? gak lah..."
"halah... muna!"
Viana jadi gugup. Ia sendiri belum bisa memastikan apakah ini yang namanya cinta atau bukan. Tapi rasanya ia ingin terus melihat Sam. Hatinya pun merasa senang saat mendengar nama Sam disebut.
"gue cuma mau nglindungin klien gue dari godaan setan yang terkutuk" celoteh Viana asal
"apa????" Ira memukul Viana dengan bantal karena tak trima dibilang setan yang terkutuk oleh Viana.
Sedangkan Viana tertawa geli dan puas atas makiannya pada Ira.
"eh Vi gue mau cerita nih"
"apa?" tanya Viana penasaran. Ira menceritakan tentang kisahnya seperti yang sudah ia janjikan sebelumnya.
Flashback
"hai" Sapa seseorang pada Ira yang sedang duduk menunggu kedatangan busway.
"kamu?" Ira tak percaya dengan pemandangan di depannya. Laki-laki itu lalu duduk di samping Ira.
"iya. Masih inget kan?" tanya laki-laki tersebut.
"iya" jawab Ira senang.
"Jonathan biasa dipanggil Jojo" lelaki itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya ke arah Ira yang masih tak percaya dengan situasi saat ini.
"aku Namira. Biasa dipanggil Mira atau Ira" Balas Ira sambil berjabat tangan dengan Jojo. Seperti ada aliran listrik saat tangannya berjabat dengan Jojo. mungkinkah ini getaran Cinta?
"nama yang cantik" puji Jojo dan Ira tersenyum senang. "ko kamu sendirian aja?" tanya Jojo lagi
"buswaynya udah dateng. Aku duluan ya" lanjut Ira sambil berdiri dan masuk ke dalam busway.
Ira memilih tempat duduk di pinggir jendela agar ia bisa melihat gedung-gedung pencakar langit yang terlihat lebih indah di malam hari.
"kamu pulang ke mana?"
Pandangannya buyar saat laki-laki disampingnya bertanya. Ira seperti mengenal suara laki-laki ini. Ia pun menoleh dan di dapatinya Jojo yang sudah duduk di samping dirinya.
"loh... kamu naik busway ini juga?" tanya Ira lagi-lagi dibuat terkejut dengan sikap Jojo.
"iya. Gak boleh ya?" tanya Jojo dengan mimik pura-pura sedih.
"eh... mm boleh ko." Ira jadi canggung
"kamu pulang kemana?" tanya Jojo sekali lagi
"deket pasar minggu" saut Ira
"wah brarti kita deket donk. aku daerah pasar minggu" kata Jojo
"oh ya?"
"hmmm... kapan-kapan aku boleh main ke tempat kamu?" tanya Jojo sambil memamerkan senyumnya
Ya Tuhan... kenapa senyumnya manis banget sih. Ah jadi gagak fokus kan. Eh bentar... tadi dia nanya apa? gumam Ira dalam hati
"hah?"
"aku boleh maen ke tempat kamu gak?" tanya Jojo sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Ira seperti sedang berbisik.
Jantung Ira berdesir mendapat perlakuan dari Jojo. Tangan kirinya terus memegang dada takut kalo jantungnya tiba-tiba copot karena saking senengnya.
"boleh" kata Ira tak berani memandang ke arah Jojo.
Bagaikan pucuk dicinta, ulampun tiba. Ira merasa hari ini adalah hari keberuntungannya bisa mengenal lebih dekat dengan seseorang yang membuat jantungnya hampir copot karena senang takterkira.