Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Sepi



Viana dan Ira berangkat ke kantor pagi-pagi untuk menghindari macet. Viana sudah siap-siap memasang telinga jika Aldo menceramahinya hari ini setelah 2 hari ia tidak masuk kantor.


Dibukanya pintu ruangan pelan, namun belum ada sosok Aldo. Mejanya pun kosong. Tidak ada buku atau kertas seperti biasanya. Namun Viana tidak berpikir macam-macam.


Jam menunjukan pukul 10 namun Aldo belum juga datang. Tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan dan meminta Viana untuk menghadap Pak Direktur.


Viana bertanya-tanya kesalahan apa yang sudah ia lakukan sehingga ia dipanggil ke ruang direktur.


Selang 30 menit, Viana keluar dari ruangan direktur. Ekspresi wajahnya tidak bisa diartikan saat itu. Ada perasaan senang namun juga perasaan sedih.


Ya, Viana senang karena sekarang jabatannya naik menjadi eksekutif manajer untuk menggantikan Aldo yang resign dari perusahaan. Namun ia juga sedih karena mulai sekarang ia harus bekerja sendiri tanpa bimbingan dari Aldo.


Walaupun begitu, dalam hatinya masih memiliki tanda tanya besar. Kenapa Aldo resign dari perusahaan ditambah lagi ia tidak bilang apa-apa pada Viana sebagi asistennya?


Belum sempat menemukan jawaban dari pertanyaannya, pikirannya kini mengarah pada fans-fans Aldo. Mereka pasti berfikir macam-macam perihal Aldo yang keluar dari perusahaan secara mendadak.


"manusia yang satu ini selalu aja bikin pusing" rutuk Viana pada dirinya sendiri.


**#**Satu minggu kemudian#


Bagaimanapun juga tidak dipungkiri Viana merasa sangat kesepian tanpa Aldo. Tak jarang ia mengelus-elus meja dan kursi yang setiap hari Aldo duduki dan kini telah menjadi miliknya.


Hari-hari Viana berjalan normal-normal saja. Ia lewati harinya tanpa berdebat. Namun inilah yang membuat hidup Viana jadi terasa hambar. Satu hal kecil yang dulunya ia benci jadi sangat ia rindukan. Sejujurnya Viana memang rindu Aldo meski hatinya masih berkata tidak mencintai Aldo.


Ponselnya berdering. Ia menatap layar ponselnya dan nama Sam muncul disana. Sam menelfon Viana untuk mengajaknya jalan besok pagi. Kebetulan besok adalah hari libur, jadi tidak ada alasan bagi Viana untuk menolak ajakan Sam.


Ke-esokan harinya, Sam mengajak Viana pergi ke pantai dengan kawan-kawannya juga. Ditengah perjalanan mobilnya berhenti di sebuah jembatan yang lebar yang membelah sungai.


"indah sekali pemandangannya" ucap Viana pelan kemudiam ia menyusul Sam keluar mobil.


Dinand, Gofar, Hilmaz dan Andri (sopir) berada di sisi jembatan. Viana yang memakai rok panjang kesusahan untuk melewati pembatas jalan yang tinggi. Kalo ia cincing roknya maka betisnya pasti keliatan.


Dengan susah payah Viana mencoba melewati pembatas jalan namun belum juga berhasil. Untung saja Sam melihat kesusahan Viana dan ia langsung membopong Viana melewati pembatas jalan tersebut.


Viana terperangah mendapat perlakuan itu tanpa seizinnya. Namun ia juga berterimakasih pada Sam yang sudah membantunya meskipun ia agak malu pada teman-teman Sam. Untung saja teman-teman Sam sibuk berfoto-foto sehingga mereka tidak memperhatikan Sam dan Viana.


"Lain kali harus pakai daleman celana panjang" batin Viana agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.