
Sedari tadi, Aldo mondar-mandir di kantornya. Orang yang ia tunggu belum datang juga. Sesekali matanya melihat ke jam tangannya. "sudah jam 8.15" gumamnya.
Entah karena banyak kerjaan atau memang hatinya sedang rindu. Aldo menunggu Viana hingga lupa absen kehadirannya.
Ia mengecek ke ruangan Namira, namun nihil. Ira juga ternyata tidak masuk kantor hari ini. Kemana perginya mereka yang tanpa kabar, pikir Aldo. Berkali-kali Aldo menghubungi Viana dan Ira namun keduanya di luar jangkauan.
######
Ira sudah menyusul Viana ke rumah sakit xxx yang tidak terlalu jauh dari kosannya. Ia langsung menghampiri Sam yang sedang menunggu hasil pemeriksaan.
"gimana Viana?" tanya Ira sambil menenteng tas berisi pakaiannya dan pakaian Viana.
"masih diperiksa dokter" Jawab Sam sama khawatirnya dengan Ira.
Ira mengambil tempat duduk di sebelah Sam.
"apa yang terjadi dengan Viana?" tanya Sam
"aku juga gak tau. Tadi pagi pas aku bangun tidur aku udah liat dia tergeletak di lantai. Aku pikir emang Viana tidur di lantai. Pas aku mau bangunin, ternyata badannya panas banget dan gak sadarkan diri" Kata Ira tertunduk lesu.
Tak lama setelah Ira menyelesaikan ceritanya, dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
"disini ada keluarga pasien?" tanya dokter wanita tersebut
"keluarganya di kampung dok. Saya sahabatnya" kata Ira yang sudah berdiri menghampiri dokter begitupun dengan Sam.
"pasien mengalami tifus akut. Itu sebabnya yang membuat suhu badannya naik drastis."
"apa?"
"terus keadaannya gimana dok?" tanya Sam
"pasien butuh istirahat. Sebentar lagi ia akan sadar"
"boleh kami menjenguknya dok?" tanya Sam yang sudah tak sabar melihat keadaan Viana
"silahkan tapi jangan sampai mengganggu istirahat pasien" Dokter kemudian pergi ke ruangannya.
Sam dan Ira masuk ke ruangan Viana dirawat. Diliatnya wajah Viana yang masih pucat. Ira memegang tangan Viana seolah ia akan selalu ada di samping Viana. Sedangkan Sam, ia mengelus pelan kening Viana yang badannya masih terasa panas.
"cepet sembuh Vi biar kita bisa berantem lagi" kata Ira lirih
"makasih Sam atas bantuannya" kata Ira
"gak usah terimakasih. Lain kali jangan sungkan-sungkan kalo ada apa-apa."
Ira tersenyum mendengar perkataan Sam.
"oh iya Sam kamu kalo mau pulang gak apa-apa ko. Biar aku yang jaga Viana"
"aku gak ada jadwal hari ini jadi aku bisa nemenin Viana. Kamu sendiri gak masuk kantor?"
"Oh God" Ira menepuk jidatnya keras. Ia lupa mengabari kalo hari ini Ia dan Viana tidak masuk kantor.
Ira lalu mengambil ponselnya di tas dan ada 3 panggilan tak terjawab dari pak Aldo. Ira kemudian menelpon balik pak Aldo.
tuuuuuut.....tuuuuuut
"halo pak?"
"kamu dimana sekarang?" tanya Aldo kesal
"saya di rumah sakit pak. Viana masuk rumah sakit. Saya hari ini izin gak ngantor ya pak. Viana juga belum siuman"
"Viana kenapa?" tanya Aldo khawatir
"ya sakit pak makanya dirawat di rumah sakit"
"maksud saya sakit apa?"
"tifus. Ya udah pak gitu aja ya. Makasih pak"
"eh tunggu dulu. Viana dirawat di rumah sakit mana?"
"di rumah sakit XXXX"
"Ya udah nanti saya kesana"
"baik pak" jawab Ira sopan dan menutup panggilannya.