Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Terbongkar



"Do, gue punya informasi penting buat lo" sapa seseorang melalui sambungan telfon.


"informasi apa?" jawab Aldo yang sedang menyetir hendak pulang ke rumahnya.


"informasi yang lo gak akan pernah nyangka selama ini"


"bule sialan itu?" tebak Aldo


"ya"


"gue mau ketemu sekarang" ajak Aldo yang sudah tak sabar


"ok.. lo ke apartemen gue aja"


Aldo langsung putar balik setelah mematikan panggilannya. Hatinya sudah penasaran informasi apa yang akan ia dapat tentang Sam yang sudah merebut hati Viana. Laju mobilnya semakin ia percepat agar bisa segera sampai di apartemen yang berada di daerah Jakarta pusat.


--------


"kita ke apartement aku aja yuk" ajak Sam


"apa??" tanya Viana curiga dan Sam sudah bisa menebaknya


"jangan negatif dulu. Aku gak akan ngapa-ngapain kamu ko" ucap Sam meyakinkan Viana. "dua minggu lagi aku pulang ke Prancis jadi malam ini aku mau masakin kamu sesuatu" lanjut Sam.


"emang kamu bisa masak?" tanya Viana dengan nada meledek


"bisa. Semuanya aku bisa" kata Sam sombong "tapi ada satu yang belum aku bisa" sambungnya lagi.


"apa?"


"dapatin kamu seutuhnya" terang Sam dengan nada serius dan sukses membuat pipi Viana merona.


Lalu lintas Jakarta yang tidak pernah lekang dengan kendaraan roda empat dan dua membuat perjalanan Sam dan Viana terasa lama. Tapi keduanya menikmati suasana seperti ini apalagi Sam yang akan pulang ke negaranya, mereka harus menciptakan waktu seberharga mungkin. Selang 30 menit, mobil yang mereka kendarai sampai di sebuah apartemen mewah.


"ayo" kata Sam membuka pintu mobil untuk mempersilahkan Viana keluar.


"makasih" ucap Viana merasa senang karena begitu diistimewakan.


Keduanya memasuki apartemen Sam dengan aroma khas pria. Viana memilih duduk di ruang makan yang berdekatan dengan dapur. Sedangkan Sam, ia membuka kulkas mencari bahan-bahan yang akan ia masak setelah meletakan ponselnya di dekat Viana.


Viana memperhatikan Sam yang fokus pada kegiatan masaknya dengan seksama. Tangan kanannya menopang dagu dan tangan kirinya di atas meja dan dilipat depan dada.


"kamu bikin apa sih?" Viana penasaran namun masih betah di tempat duduknya.


"nanti juga kamu tau" jawab Sam tanpa menoleh ke arah Viana.


"mau aku bantuin?" tawar Viana


"gak usah sayang. Kamu bantuin makan aja" jawab Sam yang terlihat sedang membuat adonan.


Ponsel Sam bergetar. Viana melirik siapa gerangan yang menelfon. "Haura" gumam Viana tanpa curiga. "Sam ada telfon!" ucap Viana namun karena terlalu fokus, Sam tidak mendengar ucapan Viana. Karena di rasa penting, Viana membuka telfonnya namun tanpa mengeluarkan suara apapun. Telinganya fokus mendengar suara seorang wanita dan anak kecil dalam bahasa Prancis.


"Daddy!"


Jantung Viana seolah berhenti saat suara anak kecil itu memanggil sebutan "daddy" pada Sam. Berbagai fikiran negatif melayang-layang di otaknya. Viana lalu mematikan panggilannya. Disaat itu juga ia menerima pesan Waa dari nomor tak dikenal.


Tiga pesan gambar dikirimkan ke Viana. Viana membukanya dan ia tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat foto Sam dengan seorang wanita di acara pernikahan dan dua foto lainnya memperlihatkan Sam, wanita tersebut, dan anak kecil yang sedang digendong oleh Sam.


Viana merasakan sesak napas. Bagaikan jatuh tertimpa tangga pula. Hati Viana dibuat hancur malam ini dengan semua kebohongan Sam. Tak dapat dibendung lagi, airmatanya mengalir deras menerima kenyataan bahwa Sam sudah berkeluarga dan selama ini dirinya hanyalah pelakor (perebut laki orang).