Betrayal Of Love

Betrayal Of Love
Extra Part 14



Di salah satu cafe yang ada di kawasan Jakarta pusat, terlihat Indah sedang mengelus-elus bahu seorang gadis yang sedang menangis dengan menggenggam tissue di tangan kanannya.


"gue gak nyangka ternyata dia udah nikah selama satu bulan ... hiks..." ucapnya di sela tangisnya.


"lo yang sabar ya Mel" sambil mengelus bahu Meli, Indah melihat tak enak sekeliling karena menjadi pusat perhatian beberapa orang. Meskipun mereka memilih tempat duduk di pojok, tetap saja suara tangis Meli menarik perhatian orang meski sebagian dari mereka acuh tak acuh.


"gue gak trima ndah" ucapnya lagi sambil menyeka airmata dengan tissue yang digenggamnya.


"emang elo tau dari mana dia udah nikah? bisa aja kan elo salah informasi" kata Indah berusaha menenangkan Meli.


"gak mungkin. Nyokap gue sendiri yang bilang kalo Aldo udah nikah. Nyokap gue sama nyokap Aldo kan sahabatan jadi gue gak mungkin salah informasi" jelasnya


"udah ya... jangan nangis lagi. Malu diliatin banyak orang" dengan suara kecil, Indah berusaha mengingatkan Meli saat perhatian banyak orang berpusat pada mereka.


"gue gak perduli" Meli menangis sesenggukan. Beginilah jika wanita sedang patah hati, hanya airmata yang mampu mengekspresikan bagaimana suasana hatinya.


"gue cinta banget sama Aldo" bukannya berhenti menangis Meli malah meracau tidak jelas. Hatinya benar-benar patah. Orang yang selama ini ia kejar dengan susah payah malah menjadi milik orang lain. Dunia baginya seakan telah runtuh. Ia tau Aldo tidak pernah meliriknya, ia tau Aldo tidak pernah membuka hati untuknya tapi pernahkah Aldo memikirkan bagaimana perasaannya saat ini ketika mendapati Aldo menikah dengan wanita lain? Hanya satu kata yang sedang melanda hatinya, SAKIT.


Indah bisa merasakan apa yang Meli rasakan. Mungkin sakit hatinya orang yang ditinggalkan pacar belum seberapa dibanding sakit hati orang yang ditinggal nikah tanpa ada sepatah kata. Ya Tuhan... Jangan sampai Indah mengalami apa yang Meli rasakan. Pinta Indah dalam hati.


"elo seneng ya liat gue sedih!?" Melihat Indah senyum-senyum sendiri, Meli menghentikan tangisnya. Seandainya saja Indah bukan sahabatnya, ingin sekali Meli marah padanya.


"huh? apa? e..enggak... " jawab Indah tergagap. "bukan gitu Mel" Indah meringis karena tak enak. "duh... gimana ya gue jelasinnya" imbuhnya sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


"oke! jadi sekarang rencana elo apa?" untuk menghindari amukan Meli, Indah mengajukan pertanyaan to the point.


Sedetik setelah bertanya, Meli dan Indah berdiskusi tentang rencana yang akan mereka jalani. Entah rencana baik atau buruk, hanya Tuhan dan mereka yang tahu.


Dan setelah berdiskusi, Meli tersenyum lebar meski tak dipungkiri matanya terlihat sangat sembab. Pertemuan mereka lalu diakhiri dengan makan malam karena tadi mereka hanya memesan minum dan camilan. Dapat dilihat berkali-kali Meli tersenyum lebar seakan yakin rencananya akan berhasil.


**🌷Jangan lupa support dengan like, komen dan votenya🌷


Jujur akhir-akhir ini author males up karena minim like, komen, apalagi vote padahal yang baca perharinya banyak. Apa ceritanya kurang menarik buat kalian? Author tamatin aja kali ya ceritanya. Sumpah gak semangat banget nulisnya. Dan buat kalian yang komen ceritanya kaya sinetron, kebanyakan drama dan konflik, harus ini...harus itu... dan lain-lain coba mikir .. kalo cerita gak ada konfliknya mana enak? Kalian hidup aja pasti ada konfliknya kok. Trus hargain karya orang lain. Ini jalan cerita hak author bukan hak kalian. Jalan cerita novel ini karena ide sendiri bukan atas request kalian. Daripada ngatur2 novelnya harus gini harus gitu mending bikin karya sendiri aja jadi kalian bisa bebas... Saran dan kritik sangat author harapkan 💖 tapi tidak dengan menjatuhkan! tolong bedain antara kritik dan menjatuhkan.


Makasih buat kalian yang setia baca novel ini.❤**